Marcella Zalianty Ungkap Kesalahan Umum Sineas saat Daftar Festival

Sedang Trending 51 menit yang lalu
Marcella Zalianty saat ditemui di Balinale 2026, area Sanur, Bali. Foto: Salsha Okta Fairuz/kumparan

Aktris sekaligus juri Bali International Film Festival (Balinale) 2026, Marcella Zalianty, mengungkap salah satu kesalahan nan kerap dilakukan sineas ketika mencoba menembus pagelaran film.

Menurut Marcella, banyak kreator movie nan mengirimkan karya mereka ke sebanyak mungkin pagelaran tanpa memahami karakter masing-masing ajang. Padahal, setiap pagelaran mempunyai identitas, audiens, dan visi nan berbeda.

“Salah satu kesalahan nan mungkin paling umum dilakukan oleh para kreator movie adalah mengirimkan movie mereka ke sebanyak mungkin pagelaran tanpa memahami karakter pagelaran tersebut,” ujar Marcella dalam obrolan Bali Film Forum Balinale 2026 di Sanur, Bali.

Ia menilai tujuan mengikuti pagelaran bukan sekadar memperbanyak jumlah partisipasi, melainkan menemukan pagelaran nan paling sesuai dengan karakter movie nan dibuat.

“Tujuannya sebenarnya bukan untuk mengirimkan ke mana-mana, tapi untuk menemukan ‘rumah’ nan tepat untuk movie anda,” tuturnya.

Marcella Zalianty saat ditemui di Balinale 2026, area Sanur, Bali. Foto: Salsha Okta Fairuz/kumparan

Menurut Marcella, strategi pagelaran nan baik dibangun berasas relevansi, bukan kuantitas. Sebab, setiap pagelaran mempunyai filosofi pemrograman, identitas, dan sasaran audiens nan berbeda-beda.

“Strategi pagelaran nan sukses dibangun di atas relevansi daripada kuantitas,” katanya.

Marcella juga menilai pagelaran movie mempunyai peran krusial sebagai ruang bertemunya sineas dari beragam negara. Melalui festival, para kreator movie tidak hanya memamerkan karya, tetapi juga membangun jaringan dan membuka kesempatan kerjasama baru.

Selain itu, dia mengingatkan bahwa kualitas movie nan baik saja belum tentu cukup untuk membawa sebuah karya menembus panggung internasional.

“Film bukan hanya soal kualitas, tapi gimana Anda memasarkannya, gimana Anda mempromosikannya, dan gimana Anda mengomunikasikan movie tersebut,” ujar Marcella.

Menurutnya, strategi promosi dan publikasi nan tepat menjadi aspek krusial andaikan sineas mau membawa filmnya bersaing di festival-festival bergengsi bumi hingga menuju Academy Awards alias Oscar.

Bali Film Forum nan diadakan Balinale 2026 di The Meru Sanur, Bali. Foto: Salsha Okta Fairuz/kumparan

Senada dengan Marcella, Direktur Film, Musik, dan Seni Kementerian Kebudayaan Republik Indonesia, Irini Dewi Wanti, mengatakan pemerintah terus mendorong penguatan ekosistem perfilman nasional, termasuk bagi sineas wilayah dan generasi muda.

Ia menilai para sineas lokal mempunyai peran krusial dalam mengangkat kekayaan budaya Indonesia melalui karya-karya mereka.

“Teman-teman sineas lokal ini mengangkat beragam kultur kebudayaan lokal di tiap-tiap daerah. Ini sebuah kekayaan luar biasa dari keberagaman budaya Indonesia,” kata Irini.

Menurut Irini, support pemerintah terhadap perfilman dilakukan melalui sejumlah skema, seperti Dana Indonesiana hingga akomodasi Travel Grant untuk sineas nan mengikuti aktivitas internasional.

Ia juga mendorong para kreator movie untuk terus mengangkat kearifan lokal dalam karya mereka. Menurutnya, budaya lokal dapat menjadi identitas nan membedakan movie Indonesia di mata dunia.

“Kalau kita bicara tentang local wisdom nan diangkat dalam film, ini bisa menjadi pengingat bahwa modernisasi itu penting, tetapi ada hal-hal nan kudu tetap dijaga secara kultur,” ujarnya.

Balinale 2026 berjalan pada 1 hingga 7 Juni di Sanur, Bali. Festival nan telah berstatus Oscar-qualifying tersebut menjadi salah satu arena internasional nan membuka kesempatan bagi sineas Indonesia untuk memperkenalkan karya mereka ke panggung dunia.

Selengkapnya
Sumber Kumparan
Kumparan