
Marcell Siahaan Usung Nuansa Elektronik dalam Single Religi Menuju Cahaya.
JAKARTA - Marcell Siahaan resmi merilis single religi berjudul Menuju Cahaya, pada 26 Februari 2026. Ini merupakan single religi kedua nan dirilis sang penyanyi setelah Tawakal, pada 2024.
Menurut Marcell, ada kombinasi tangan sang istri, Rima Melati Adams dalam single tersebut. Ibu dua anak tersebut membacakan sepenggal lirik puitis berkata Inggris dalam lagu itu.
“Di rumah saya, hanya Rima nan fasih berkata Inggris. Karena itu, pelafalannya pun menjadi sempurna,” kata penyanyi berdarah Batak tersebut.
Single Menuju Cahaya bercerita tentang perjalanan jiwa manusia, di mana dia berakhir merasa menjadi pusat kehidupan. Dia kemudian memutuskan untuk melangkah menuju sesuatu nan lebih besar daripada dirinya.
Lagu ini tidak berbincang tentang pencapaian, melainkan tentang pelepasan. Bukan tentang menjadi benar, namun gimana manusia belajar untuk tunduk dan jujur pada diri sendiri.
Marcell Siahaan mengaku, inspirasi utama lagu Menuju Cahaya berangkat dari konsep Tazkiyatun Nafs ialah proses pemurnian jiwa berasas surah Asy-Syams (91) ayat 9-10 dan surah Al- A‘la (87) ayat 14.
“Kedua ayat tersebut sama-sama menegaskan bahwa keberuntungan sejati bukan datang dari pengakuan luar, melainkan dari keberanian membersihkan batin,” ungkap bapak dua anak tersebut.
Pengertian ‘cahaya’ dalam lagu tersebut, menurut Marcell, tidak dimaknai sebagai simbol kesuksesan individual alias pencerahan instan. “Cahaya dalam lagu ini artinya tujuan, sesuatu nan didekati, dan bukan sesuatu untuk dimiliki,” imbuhnya.
Pemaknaan tersebut, menurut dia, terinspirasi dari gambaran sinar Ilahi dalam surah An-Nur ayat 35. Sehingga liriknya tidak menonjolkan ego, melainkan penekanan pada proses perjalanan, di mana manusia melangkah tanpa nama, tanpa beban untuk dipuja.
Secara musikal dan lirik, Marcell Siahaan menyebut, lagu Menuju Cahaya disusun dengan pendekatan minimalis dan repetitif. Pengulangan lirik berfaedah seperti doa, nan diucapkan perlahan dan reflektif, menggambarkan bahwa pemurnian diri bukan peristiwa instan, melainkan proses nan kudu dijalani terus-menerus.
5 bulan yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·