
Pembalap Tim Ducati Lenovo, Marc Marquez. (Foto: Instagram/ducaticorse)
PEMBALAP Tim Ducati Lenovo, Marc Marquez mengakui siap saja untuk pensiun dari bumi MotoGP demi menghindari cedera parah di masa depan. Sebab saat ini Marquez merasa kesehatan diri jauh lebih krusial daripada menambah gelar juara bumi MotoGP.
Bagi seorang pembalap dengan koleksi sembilan gelar juara dunia, prestasi biasanya menjadi prioritas utama. Namun, perspektif Marc Marquez nan itu telah berubah total.
Pembalap berjuluk The Baby Alien ini secara mengejutkan menyatakan bahwa dia bersedia menandatangani perjanjian sekarang juga untuk mengakhiri pekerjaan MotoGP-nya tanpa menderita cedera tambahan, meskipun itu berfaedah mengorbankan ambisinya menambah pundi-pundi gelar.
Setelah melewati masa-masa kelam akibat cedera lengan dan mata nan nyaris menghancurkan kariernya di Honda, Marquez membuktikan kelasnya dengan bangkit berbareng Gresini pada 2024 dan merajai musim 2025 sebagai pembalap tim pabrikan Ducati.
Meski dominasinya musim lampau disebut Francesco Bagnaia tanpa tandingan, Marquez mengakui bahwa luka bentuk telah mendewasakan mentalnya secara drastis.
1. Kedewasaan di Balik Penderitaan Cedera
Dalam wawancaranya dengan stasiun radio Spanyol, Onda Cero, pembalap berumur 33 tahun ini menganalogikan masa cedera seperti berada di dalam sangkar. Namun, dari penderitaan tersebut, dia justru mendapatkan pelajaran hidup nan tak ternilai harganya nan tidak dia dapatkan saat sedang berjaya.
Marc Marquez. (Foto: Instagram/ducaticorse)
“Saat Anda cedera, Anda berada di dalam sangkar. Namun segera setelah master membukanya sedikit, Anda bakal langsung melarikan diri,” ujar Marquez, dilansir dari Crash, Sabtu (14/3/2026).
“Dalam tiga tahun cedera itu, saya menjadi dua kali lebih dewasa dibandingkan sepuluh tahun saat saya terus meraih kemenangan,” tambahnya.
4 bulan yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·