Marak Begal Bersenjata, Bamsoet Dorong Perlindungan Lewat Jaket Antibegal

Sedang Trending 3 jam yang lalu

Jakarta - Ketua Umum Perkumpulan Pemilik Izin Khusus Senjata Api Beladiri Indonesia (PERIKHSA), Bambang Soesatyo menyoroti maraknya tindakan kejahatan jalanan (street crime) di beragam daerah. Ia menilai tindakan ini telah menimbulkan keresahan nan serius di tengah masyarakat.

Bamsoet mengungkapkan kejadian pembegalan, perampasan kendaraan bermotor dengan senjata api, penjambretan disertai kekerasan, hingga penusukan terhadap korban di jalan raya membuktikan ancaman keamanan dapat terjadi kapan saja dan menimpa siapa saja.

Ia menambahkan, beragam kasus ini juga menunjukkan pelaku kejahatan semakin berani menggunakan kekerasan untuk melumpuhkan korban demi menguasai kekayaan barang dalam waktu singkat.

"Keamanan masyarakat merupakan kebutuhan dasar nan kudu mendapat perhatian serius. Karena itu, PERIKHSA bekerja-sama dengan Anubis Bodyarmor membikin jaket anti pemalak sebagai salah satu solusi perlindungan diri bagi masyarakat nan beraktivitas di jalan. Produk dalam negeri karya anak bangsa ini dirancang untuk memberikan pengganti keamanan tambahan ketika menghadapi ancaman kejahatan jalanan nan semakin mengkhawatirkan," ujar Bamsoet dalam keterangannya, Jumat (5/6/2026).

Berdasarkan info Polri sepanjang tahun 2025 hingga semester pertama 2026, tercatat tindak pidana jalanan tetap menjadi salah satu corak kejahatan nan paling banyak dikeluhkan masyarakat.

Di sejumlah wilayah seperti Jabodetabek, Medan, Makassar, Surabaya hingga Bandung, abdi negara kepolisian berulang kali mengungkap jaringan pelaku pemalak nan beraksi secara golongan dengan menggunakan senjata tajam, celurit, golok, pisau, apalagi senjata api rakitan. Banyak korban mengalami luka berat, trauma psikologis, hingga kehilangan nyawa akibat tindakan sadis para pelaku.

"Perkembangan modus kejahatan jalanan menunjukkan bahwa pelaku semakin nekat. Mereka tidak segan melukai korban dengan senjata tajam ataupun menggunakan senjata api. Kondisi ini menuntut hadirnya beragam upaya preventif nan dapat membantu masyarakat meningkatkan perlindungan diri saat berada di ruang publik," jelas Bamsoet.

Bamsoet memaparkan jaket anti pemalak (anti peluru dan senjata tajam) hasil kerjasama PERIKHSA dan Anubis Bodyarmor dirancang menggunakan teknologi perlindungan balistik modern dengan spesifikasi National Institute of Justice (NIJ) Level IIIA. Standar tersebut merupakan salah satu standar perlindungan balistik nan diakui internasional untuk menghadapi ancaman senjata api genggam maupun serangan senjata tajam.

Ia menambahkan, jaket anti pemalak menggunakan panel Soft Body Armor berbobot tinggi teknologi Amerika Serikat. Jaket ini bisa memberikan perlindungan terhadap tusukan senjata tajam serta tembakan senjata api hingga kaliber besar peluru tajam 44 Magnum sesuai standar NIJ Level IIIA.

"Jaket anti pemalak diproduksi di dalam negeri. Fungsi utamanya adalah memberikan lapisan perlindungan nan jeli di tempat sasaran nan mematikan sehingga kesempatan korban untuk selamat dan terhindar dari luka fatal menjadi lebih besar," jelas Bamsoet.

Wakil Ketua Umum Pemuda Pancasila ini mengungkapkan upaya menekan nomor kejahatan jalanan tetap kudu dilakukan melalui pendekatan nan komprehensif. Penguatan patroli kepolisian, pemasangan kamera pengawas di titik rawan, penerangan jalan nan memadai, peningkatan kesejahteraan masyarakat, serta edukasi keamanan lingkungan kudu melangkah beriringan.

Selain itu, masyarakat juga perlu mempunyai kesadaran bakal pentingnya perlindungan diri nan proporsional sesuai kebutuhan dan tingkat akibat aktivitas masing-masing.

"PERIKHSA mendukung penuh beragam langkah abdi negara keamanan bertindak tegas terukur dalam memberantas kejahatan jalanan. Pada saat nan sama, kami juga mau menghadirkan penemuan nan dapat membantu masyarakat merasa lebih kondusif ketika bekerja, berkendara, maupun menjalankan aktivitas sehari-hari," pungkas Bamsoet. (ega/ega)

Selengkapnya
Sumber Detik News
Detik News