Mantan Teman Sel Jeffrey Epstein Ungkap Surat Rahasia Sebelum Bunuh Diri

Sedang Trending 1 bulan yang lalu
Mantan Teman Sel Jeffrey Epstein Ungkap Surat Rahasia Sebelum Bunuh Diri Sebuah laporan terbaru mengungkap surat rahasia Jeffrey Epstein sebelum tewas bunuh diri, serta pengakuan mantan kawan satu selnya nan sempat diabaikan sipir.(AFP)

MILIARDER terpidana kasus kekerasan seksual, Jeffrey Epstein, rupanya berulang kali berbincang dan menulis tentang keinginannya untuk mengakhiri hidup dalam minggu-minggu sebelum dia tewas bunuh diri. Informasi ini diungkap dalam laporan terbaru The New York Times Magazine.

Mantan perwira polisi nan sekarang mendekam di penjara, Nicholas Tartaglione, mengungkapkan dirinya sempat dua kali memergoki Epstein mencoba bunuh diri saat mereka berbagi sel. Suatu malam, Tartaglione terbangun dan memandang Epstein mencoba mengikat seprei ke ruji-ruji jendela sel. Pada kesempatan lain, dia memandang gerak-gerik mencurigakan Epstein di dalam kegelapan.

"Menemukan jerat tali tersembunyi di bawah kasur [Epstein]," kata Tartaglione.

Tartaglione mengaku telah melaporkan kejadian ini kepada penjaga penjara, namun mereka tidak menanggapi dengan serius dan justru menertawakannya.

Isi Surat Rahasia Epstein

Setelah percobaan bunuh diri kedua nan gagal, Tartaglione menemukan sebuah catatan nan ditulis oleh Epstein dan diselipkan di dalam salah satu bukunya.

“Mereka menyelidiki saya selama berbulan-bulan - Tidak Menemukan APA-APA!!!” tulis Epstein dalam catatan tersebut. “Adalah sebuah kesenangan untuk dapat memilih waktu sendiri untuk mengucapkan selamat tinggal. Apa nan kalian mau saya lakukan - Menangis tersedu-sedu!! TIDAK ASYIK - TIDAK SEPADAN!!”

Tak lama kemudian, Epstein melakukan percobaan ketiga nan nyaris berhasil, lampau mengeklaim dirinya diserang oleh Tartaglione. Karena argumen itulah, Tartaglione menyerahkan surat tersebut kepada pengacaranya, Bruce Barket, sebagai bukti perlindungan hukum.

“Kewajiban kami bukanlah kepada penjara untuk membantu mereka melakukan pekerjaan mereka, alias kepada Epstein alias keluarganya alias siapa pun di planet ini,” ujar Barket kepada The Times. “Tugas kami adalah melindungi pengguna kami.”

Pengakuan Teman Sel Terakhir

Epstein kemudian dipindahkan ke sel baru berbareng Efrain Reyes (50). Reyes mengaku sempat berkawan baik dan memohon agar Epstein tidak bunuh diri. Reyes apalagi pernah memergoki Epstein membikin tali dari seprei penjara dan langsung membuangnya ke toilet.

Reyes dipindahkan dari sel tersebut pada 9 Agustus 2019. Sebelum pergi, Reyes dan petugas US Marshals telah memperingatkan penjaga penjara agar Epstein segera diberikan kawan sekamar baru sesuai protokol pengawasan bunuh diri.

"Carikan dia kawan sekamar nan baik. Dia tidak baik jika sendirian," kenang Reyes saat memperingatkan penjaga penjara.

Namun, peringatan itu diabaikan. Keesokan paginya, Epstein ditemukan tewas di selnya dalam kondisi sendirian.

Meski kematiannya memicu banyak spekulasi, laporan The Times menyatakan rekaman video nan ada memperkecil kemungkinan keterlibatan orang lain. Selain itu, dalam telepon terakhir dengan kekasihnya, Karyna Shuliak, beberapa jam sebelum tewas, Epstein sempat menitipkan pesan emosional agar Shuliak tetap kuat dan menyatakan bahwa dia mencintainya. (People/Z-2)

Selengkapnya
Sumber Media Indonesia
Media Indonesia