Mangkak Akibat Pencurian, Jembatan Semongol Dibangun Sementara Pakai Baja

Sedang Trending 3 minggu yang lalu
Jakarta -

Pemerintah Kota Jakarta Barat (Pemkot Jakbar) menyiapkan pembangunan jembatan sementara berbahan baja wide flange (WF) untuk penyeberangan Kali Semongol di Tegal Alur, Kalideres. Jembatan sementara ini untuk memfasilitasi akses pejalan kaki.

"Ketika ini kelak disepakati, dua minggu bakal dibangun jembatan tersebut. Artinya bahwa jembatan saat ini sebagai jembatan pengganti nan sementara nan dibuat dari kayu, ini bakal dibongkar bersama," kata Wali Kota (Walkot) Jakbar Iin Mutmainnah, Selasa (1/9/2026).

Adapun jembatan itu dibangun sebagai akses penghubung penduduk selama pekerjaan proyek berjalan dan membikin jembatan sebelumnya dibongkar. Dia mengatakan sebenarnya penduduk tetap mempunyai akses melalui dua jembatan lain nan berada di sisi kanan dan kiri letak jembatan nan sebelumnya dibongkar.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Namun, masyarakat tetap menginginkan jembatan di letak tersebut lantaran dinilai menjadi jalur nan lebih sigap untuk menghubungkan area permukiman warga.

"Namun ketika kami melihat, ini kudu lebih proper, sehingga kami obrolan di sini dengan teman-teman dari Adhi Karya. Dan ada kesepakatan dari Adhi Karya untuk membuatkan jembatan sementara nan lebih kuat, lebih kokoh, tapi untuk jalan orang, itu bakal lebih baik," kata Iin.

Dia mengatakan jembatan sementara itu nantinya hanya untuk pejalan kaki. Jembatan tidak dapat digunakan untuk sepeda motor maupun kendaraan lainnya.

"Dari obrolan ini ada solusi bahwa bakal ada waktu selama dua minggu kurang lebih, dari mulai perencanaan sampai konstruksi, bakal dibangun jembatan, sifatnya sementara tetap, tapi konstruksinya lebih kokoh untuk orang, bukan untuk kendaraan," jelasnya.

Jembatan Baja untuk Pejalan

Sementara itu, Ketua Subkelompok Pengembangan Pesisir Pantai, Bidang Pengendalian Rob dan Pesisir Pantai Dinas Sumber Daya Air (SDA) DKI Jakarta, Yursid Suryanegara, mengatakan jembatan sementara tersebut bakal menggunakan material baja WF.

Menurutnya, penggunaan baja dipilih lantaran jembatan hanya diperuntukkan bagi pejalan kaki. Dengan demikian, konstruksinya dapat dibuat lebih sederhana, tetapi tetap kuat dan kokoh.

"Karena hanya untuk orang, jadi kita pakai baja. Baja WF, kelak mungkin dengan lebar 80 sampai 90 sentimeter," kata Yursid.

Yursid menjelaskan untuk akses penduduk menuju jembatan, pihaknya bakal membikin tangga lantaran bangunan jembatan tidak didesain bagi sepeda motor maupun kendaraan lainnya.

"Konstruksinya kelak untuk naiknya dibuatkan tangga, tidak ada ramp lantaran tidak ditujukan untuk motor ataupun kendaraan lain, sehingga hanya untuk pejalan kaki, untuk jembatan penyeberangan orang," ujarnya.

Dikerjakan Hari Ini

Yusrid merinci dari pengukuran awal di lokasi, panjang jembatan nan dibutuhkan sekitar 7,9 meter. Namun, ukuran tersebut tetap dapat mengalami penyesuaian lantaran bangunan jembatan baru berbeda dengan jembatan sebelumnya.

Yursid mengatakan persiapan pembangunan jembatan dijadwalkan mulai dilakukan pada Selasa (1/9). Ia membeberkan tahap awal meliputi persiapan dan pembersihan lokasi. Sementara proses perencanaan bangunan dilakukan secara paralel agar pembangunan dapat segera dimulai.

"Mulai besok mungkin ada sifatnya persiapan dan pembersihan di lapangan, sembari paralel kita perencanaan ditargetkan paling lama satu minggu, jadi seminggu ke depan kita sudah bangunan di lapangan," tandasnya.

(jbr/dhn)

Selengkapnya
Sumber Detik News
Detik News
↑