Ilustrasi.(Magnific)
SUASANA di Stadion Etihad kian suram setelah Manchester City dipaksa menyerah 2-4 oleh Paris Saint-Germain (PSG) pada laga kedua Liga Champions, Kamis (15/10/2026) awal hari WIB. Kekalahan di kandang sendiri ini menjadi pukulan telak bagi The Citizens nan sedang berjuang di luar lapangan pascaputusan bersalah atas lebih dari 100 dakwaan pelanggaran patokan finansial Liga Primer Inggris.
PSG langsung mendominasi jalannya pertandingan sejak peluit pertama dibunyikan. Hanya dalam 35 menit babak pertama, tim tamu sudah unggul tiga gol melalui tindakan Desire Doue, Ousmane Dembele, dan Vitinha. Manchester City baru menunjukkan tanda-tanda perlawanan setelah turun minum lewat dua gol Erling Haaland, tetapi upaya tersebut kandas menyelamatkan mereka dari kekalahan.
Dominasi PSG di Babak Pertama
Permainan garang PSG membikin lini pertahanan City kewalahan. Desire Doue membuka kelebihan melalui tembakan jarak jauh setelah serangan kembali sigap nan kandas diantisipasi kiper Gianluigi Donnarumma. Hanya berselang dua menit, Ousmane Dembele menggandakan kelebihan lewat sundulan di tiang jauh setelah bekerja sama dengan Doue.
Vitinha kemudian memperlebar jarak menjadi 3-0 melalui tendangan jeli dari luar kotak penalti. Skor mencolok di babak pertama ini memaksa pembimbing City, Enzo Maresca, melakukan tiga pergantian pemain sekaligus saat jarak untuk mengubah alur permainan.
Respons Maresca dan Perlawanan Haaland
Masuknya tenaga baru membikin City tampil lebih menekan. Erling Haaland sempat memperkecil ketertinggalan melalui sundulan menyambut umpan Iliman Ndiaye. Namun, PSG kembali menjauh lewat gol Maghnes Akliouche. Meski Haaland mencetak gol keduanya di penghujung laga, skor tetap memihak tim tamu.
Pelatih Enzo Maresca menyayangkan rapuhnya pertahanan tim di awal laga. "Pertandingan ini terasa sedikit asing lantaran kami kebobolan dua gol dalam dua menit. Pada babak kedua, kami sudah melakukan cukup banyak perihal untuk layak mendapatkan hasil nan lebih baik," ujar Maresca usai laga.
Kiper Donnarumma, nan menghadapi mantan klubnya, juga menjalani malam nan sulit. Meski sempat menggagalkan penalti Ferran Torres di menit-menit akhir, penampilannya di bawah mistar dinilai kurang maksimal dalam mengantisipasi gol-gol awal PSG.
Tekanan Ganda bagi Manchester City
Kekalahan ini memperpanjang periode susah bagi City. Di luar lapangan, klub terancam hukuman berat jika kandas dalam proses banding atas pelanggaran patokan keuangan. Padahal, sebelum laga ini, City sempat meredam tekanan dengan kemenangan 3-0 atas Liverpool nan menjaga posisi mereka di puncak klasemen Liga Primer Inggris.
Laga ini juga diwarnai momen emosional dengan kembali Pep Guardiola ke Etihad untuk pertama kali sejak hengkang pada Mei lalu. Guardiola tampak datang di tribun berbareng Ketua City Khaldoon Al Mubarak dan CEO Ferran Soriano sebagai corak support moral.
Meski suporter membentangkan spanduk support bertuliskan "Saya bakal menjadi pendukung City sampai mati," performa di lapangan menunjukkan ada perbedaan kualitas nan signifikan saat menghadapi tim elite Eropa seperti PSG. Berdasarkan info klasemen Liga Champions musim 2026/2027, hasil ini menempatkan PSG di posisi puncak dengan poin sempurna, sementara City tertahan di papan tengah dengan satu kemenangan dan satu kekalahan. (AFP/I-2)
English (US) ·
Indonesian (ID) ·