Jakarta, CNBC Indonesia - PT BYD Motor Indonesia resmi mengoperasikan pabrik mobil listrik di Subang, Jawa Barat. Kehadiran akomodasi produksi ini menandai peralihan BYD dari sebelumnya mengandalkan mobil impor utuh alias Completely Built Up (CBU) menjadi kendaraan nan diproduksi di dalam negeri.
Namun, jangan berambisi nilai mobil listrik BYD langsung menjadi lebih murah setelah diproduksi di Indonesia.
Head of Public and Government Relations BYD Motor Indonesia Luther Panjaitan mengatakan nilai kendaraan nan diproduksi di pabrik Subang tidak otomatis turun. Menurutnya, struktur fiskal pada masa transisi dari impor ke produksi lokal telah dirancang pemerintah agar tidak menimbulkan perubahan nilai secara tiba-tiba.
"Jadi ada insentif dengan kompensasi investasi, sehingga membikin struktur fiskalnya itu sama, impor dan produksi sini. Artinya berfaedah tidak ada perubahan," ucap Luther usai peresmian pabrik BYD di Subang, Jawa Barat, dikutip Rabu (9/9/2026).
BYD sebelumnya menjadi salah satu peserta program insentif impor mobil listrik CBU nan diberikan pemerintah. Dalam skema tersebut, BYD memperoleh akomodasi pembebasan bea masuk dan Pajak Penjualan atas Barang Mewah (PPnBM) untuk kendaraan listrik nan diimpor hingga akhir 2025.
Sebagai kompensasinya, produsen peserta program diwajibkan membangun akomodasi produksi di Indonesia dan memproduksi kendaraan dengan jumlah nan setara dengan volume impor selama periode nan ditentukan pemerintah.
Luther mengatakan selama periode insentif tersebut BYD telah mengimpor sekitar 92 ribu unit mobil listrik ke Indonesia.
Kini, perusahaan mulai mengalihkan kebutuhan pasar domestik ke produksi dari pabrik Subang. BYD juga memastikan tidak bakal menambah impor untuk model-model nan sudah masuk tahap produksi lokal. Mobil nan telanjur diimpor bakal tetap dipasarkan hingga stoknya terserap.
Pabrik nan berada di area Subang Smartpolitan Industrial Park tersebut berdiri di atas lahan sekitar 126 hektare dengan nilai investasi sekitar Rp16 triliun. Fasilitas ini mempunyai kapabilitas produksi hingga 150.000 kendaraan per tahun alias sekitar 12.500 unit per bulan jika beraksi pada kapabilitas penuh.
Fasilitas tersebut telah mempunyai empat proses utama manufaktur kendaraan, ialah stamping, welding, painting, hingga assembly.
Saat ini, sejumlah model mulai diarahkan untuk diproduksi secara lokal. Di antaranya BYD Atto 1 dan M6 DM. Produksi M6 EV dan Denza D9 juga telah disiapkan, sementara model lain bakal mengikuti berasas kebutuhan volume pasar.
Luther menilai besarnya volume produksi dan penjualan bakal menjadi aspek krusial untuk menentukan efisiensi biaya kendaraan. Artinya, produksi lokal tidak serta-merta membikin nilai turun andaikan utilisasi pabrik tetap rendah.
"Kalau berbasis produksi tapi kita enggak dapat volumenya, juga bakal malah menciptakan nilai nan jauh lebih mahal," ujar dia.
"Nah, makanya sekarang kita konsentrasi sekali untuk mengoptimalkan nih produksi nan kita miliki, apalagi ini kapabilitas bisa sampai 150.000 unit (per tahun)," katanya lagi.
Dengan kapabilitas produksi nan besar, tantangan BYD selanjutnya bukan sekadar membangun pabrik, tetapi memastikan akomodasi tersebut dapat digunakan secara optimal. Semakin besar volume produksi, semakin besar pula kesempatan perusahaan menekan biaya per unit kendaraan.
Bagi konsumen, kondisi ini membikin kehadiran pabrik BYD di Indonesia belum otomatis berfaedah nilai mobil listrik bakal lebih murah dalam waktu dekat. Manfaat produksi lokal justru bakal sangat berjuntai pada skala produksi, tingkat penjualan, serta struktur biaya dan kebijakan fiskal nan berlaku.
Di sisi lain, peralihan ke produksi lokal membikin BYD semakin serius membangun pedoman manufaktur di Indonesia. Setelah sebelumnya mengandalkan pasokan kendaraan dari China, perusahaan sekarang mulai menjadikan Indonesia sebagai salah satu pedoman produksi untuk memenuhi permintaan pasar domestik.
Seseorang melewati area produksi perakitan mobil listrik di Pabrik mobil listrik BYD di Subang, Jawa Barat, Kamis (3/9/2026). (CNBC Indonesia/Ferry Sandi) Foto: Seseorang melewati area produksi perakitan mobil listrik di Pabrik mobil listrik BYD di Subang, Jawa Barat, Kamis (3/9/2026). (CNBC Indonesia/Ferry Sandi)
(dce)
[Gambas:Video CNBC]
53 menit yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·