Maksud dari Chasing Pavement: Makna, Asal Usul, dan Penggunaannya

Sedang Trending 3 bulan yang lalu

Maksud dari Chasing Pavement – Grameds, pernah mendengar frasa chasing pavement atau lebih terkenal dikenal sebagai chasing pavements

Banyak orang mengenal istilah ini dari lagu hit milik Adele berjudul “Chasing Pavements”. Namun, di luar bumi musik, frasa ini juga sering dipakai untuk menggambarkan situasi emosional, perjuangan tanpa arah, hingga upaya mengejar sesuatu nan belum tentu membawa hasil.

Sekilas, jika diterjemahkan mentah-mentah, chasing pavement berfaedah “mengejar trotoar” alias “mengejar jalanan”. Akan tetapi, makna sebenarnya tidaklah sesederhana itu. 

Frasa ini berkarakter metaforis dan menggambarkan upaya nan dilakukan terus-menerus, tetapi terasa tidak jelas tujuannya.

Dalam tulisan ini, Grameds bakal mengulik dari chasing pavement, makna sebenarnya, asal usul istilah, makna dalam lagu, penggunaan dalam kehidupan sehari-hari, serta pelajaran krusial nan bisa dipetik.

Apa Maksud dari Chasing Pavement?

Sumber: Pexel

Secara literal:

  • Chasing = mengejar
  • Pavement = trotoar, jalan setapak, permukaan jalan (tergantung dialek Inggris)

Namun secara idiomatik, chasing pavement alias chasing pavements sering dimaknai sebagai:

  • Mengejar sesuatu nan tidak pasti
  • Berusaha keras tanpa arah jelas
  • Mengejar hubungan nan buntu
  • Memaksakan angan nan belum tentu nyata
  • Tetap berlari meski jalan di depan kosong

Jadi, maksud dari chasing pavement bukan betul-betul mengejar jalan, tetapi mengejar sesuatu nan terasa sia-sia alias belum jelas hasilnya.

Mengapa Disebut Chasing Pavement?

Grameds, trotoar alias pavement dalam banyak karya sastra dan lagu sering dipakai sebagai simbol:

  • Perjalanan hidup
  • Pilihan arah
  • Masa depan
  • Langkah nan terus berjalan
  • Jalan nan kudu ditempuh

Ketika digabung dengan kata chasing, maknanya berubah menjadi gambaran seseorang nan terus berlari di jalan, tetapi belum tahu ke mana bakal sampai.

Inilah nan membikin frasa ini terdengar puitis sekaligus emosional.

Mengejar Hati

Chasing Pavements vs Chasing Pavement

Secara populer, corak nan paling dikenal adalah Chasing Pavements (jamak), terutama lantaran titel lagu Chasing Pavements.

Namun, sebagian orang mencari dengan keyword chasing pavement (tunggal). Dalam praktik pencarian online, keduanya sering merujuk pada makna nan sama, yaitu:

  • mengejar jalan nan tak jelas
  • mengejar angan tanpa kepastian
  • berlari menuju sesuatu nan belum tentu ada

Jadi jika Grameds mencari “maksud dari chasing pavement”, konteks umumnya tetap mengarah pada makna metaforis tadi.

Sinonim dari Chasing Pavement

Sumber: Pexel

Grameds, sinonim dari chasing pavement bergantung pada konteksnya, lantaran frasa ini berfaedah mengejar sesuatu nan tidak pasti, berupaya tanpa arah jelas, alias mempertahankan perihal nan sia-sia. Jadi sinonimnya lebih ke makna emosional dan situasional, bukan terjemahan literal.

Sinonim Bahasa Inggris dari Chasing Pavement

Jika Artinya Mengejar Sesuatu nan Sia-Sia

  • Running in circles – berputar-putar tanpa hasil
  • Going nowhere – tidak menuju ke mana-mana
  • Wasting effort – membuang usaha
  • Pursuing a dead end – mengejar jalan buntu
  • Fighting a losing battle – berjuang dalam situasi nyaris kalah
  • Beating a dead horse – memaksakan perihal nan sudah tidak mungkin
  • Chasing shadows – mengejar gambaran / ilusi
  • Spinning wheels – sibuk tapi tidak maju
  • Holding onto nothing – memperkuat pada sesuatu nan kosong
  • Following a false hope – mengikuti angan palsu

Jika Artinya Mengejar Hubungan nan Tidak Pasti

  • Unrequited pursuit – mengejar cinta bertepuk sebelah tangan
  • Holding on too long – memperkuat terlalu lama
  • Waiting in vain – menunggu sia-sia
  • Loving from a distance – mencintai tanpa kepastian
  • Chasing someone unavailable – mengejar seseorang nan tak tersedia

Jika Artinya Karier alias Tujuan nan Salah Arah

  • Climbing the wrong ladder – menaiki tangga nan salah
  • Running without direction – berlari tanpa arah
  • Misguided pursuit – pengejaran nan salah arah
  • Empty ambition – ambisi kosong
  • Blind chase – pengejaran buta

Sinonim Bahasa Indonesia

Jika jenis Indonesia, Grameds bisa memakai:

  • Mengejar bayangan
  • Jalan di tempat
  • Mengulur angan kosong
  • Mengejar sesuatu nan semu
  • Berlari tanpa arah
  • Memaksakan nan buntu
  • Mengejar ilusi
  • Bertahan sia-sia
  • Usaha tanpa hasil
  • Mengejar angin

Contoh Kalimat

“This relationship feels like chasing pavements.”

Hubungan ini terasa seperti mengejar bayangan.

“I spent years chasing pavements.”

Aku menghabiskan bertahun-tahun berlari tanpa arah.

Kalau kudu memilih nan paling dekat, biasanya:

  • Chasing shadows
  • Running in circles
  • Going nowhere
  • Pursuing a dead end
  • Waiting in vain

Asal Usul Populernya Frasa Ini

Sumber: Pexel

Frasa ini mendunia berkah lagu nan dibawakan Adele. Lagu tersebut berbincang tentang kebimbangan dalam hubungan: apakah tetap memperkuat mengejar cinta, alias berakhir lantaran merasa sia-sia.

Lirik dan nuansanya membikin banyak orang merasa relate, lantaran nyaris semua orang pernah berada di posisi:

  • memperjuangkan seseorang sendirian
  • menunggu kepastian terlalu lama
  • berharap pada hubungan nan retak
  • bertanya apakah kudu lanjut alias berhenti

Karena itu, frasa chasing pavements kemudian sering dipakai di media sosial dan percakapan umum.

Fokus

Makna Emosional Chasing Pavement

  • Mengejar nan Tidak Pasti

Ini makna paling umum. Seseorang terus berusaha, tetapi tidak tahu apakah hasilnya bakal datang.

Contohnya:

  • mengejar promosi tanpa pengarahan jelas
  • menunggu cinta nan tak kunjung pasti
  • terus mencoba upaya nan belum punya model kuat
  • Sulit Melepaskan Harapan

Kadang orang tahu sesuatu mungkin tidak berhasil, tetapi tetap susah berhenti. Itulah chasing pavement.

Contohnya:

  • tetap menunggu orang nan sudah berubah
  • mempertahankan relasi nan hanya satu pihak berjuang
  • terus memikirkan masa lalu
  • Takut Memulai Jalan Baru

Sebagian orang terus mengejar jalan lama lantaran takut membuka jalur baru. Mereka lebih nyaman mengejar nan familiar meski tidak sehat.

Chasing Pavement dalam Hubungan Asmara

Grameds, frasa ini sangat sering dipakai untuk hubungan. Tanda Sedang Chasing Pavement dalam Cinta adalah:

  • Hanya satu pihak nan menghubungi duluan
  • Janji selalu ditunda
  • Tidak ada status jelas
  • Banyak harapan, sedikit tindakan
  • Bertahan lantaran kenangan, bukan kenyataan

Dalam situasi seperti ini, seseorang sedang mengejar jalan nan tidak membawa ke mana-mana.

Chasing Pavement dalam Karier

Tidak semua pekerjaan nan dikejar betul-betul sesuai tujuan hidup. Contoh chasing pavement dalam karier:

  • bertahan di pekerjaan toxic hanya lantaran pamor jabatan
  • mengejar gelar posisi tanpa kebahagiaan
  • sibuk terlihat sukses tapi kehilangan arah
  • Kadang orang terus berlari, tetapi lupa bertanya: apakah ini jalan nan tepat?

Chasing Pavement dalam Bisnis

Dalam bumi bisnis, chasing pavement bisa berarti:

  • terus mengembangkan produk nan tidak dibutuhkan pasar
  • mempertahankan strategi kandas terlalu lama
  • mengejar omzet tanpa keuntungan sehat
  • sibuk tren, lupa fondasi usaha

Bekerja keras saja tidak cukup jika arah salah.

Perbedaan Chasing Pavement dan Persistence

Grameds, krusial membedakan antara gigih dan sia-sia.

Persistence (Ketekunan Sehat)

  • arah jelas
  • progres terlihat
  • strategi terus diperbaiki
  • ada kesempatan realistis

Chasing Pavement

  • arah kabur
  • pola kandas berulang
  • hanya mengandalkan harapan
  • menguras daya tanpa hasil

Keduanya sama-sama berusaha, tetapi kualitas usahanya berbeda.

Contoh Kalimat Chasing Pavement

Berikut adalah contoh kalimat dengan frasa chasing pavements:

  • I feel like I’m chasing pavements in this relationship.

Aku merasa sedang mengejar sesuatu nan sia-sia dalam hubungan ini.

  • He keeps chasing pavements instead of moving on.

Dia terus mengejar perihal sia-sia daripada move on.

  • Are we building a future or just chasing pavements?

Kita sedang membangun masa depan alias hanya mengejar ilusi?

  • She quit the job because it felt like chasing pavements.

Dia keluar kerja lantaran rasanya seperti upaya tanpa arah.

  • Sometimes ambition becomes chasing pavements.

Kadang ambisi berubah jadi mengejar perihal sia-sia.

  • Stop chasing pavements and choose a better road.

Berhenti mengejar jalan kosong dan pilih jalan lebih baik.

  • I spent years chasing pavements.

Aku menghabiskan bertahun-tahun mengejar perihal tak pasti.

  • They were chasing pavements in the wrong market.

Mereka mengejar jalan buntu di pasar nan salah.

  • Don’t confuse love with chasing pavements.

Jangan samakan cinta dengan mengejar sesuatu nan sia-sia.

  • Know when to stop chasing pavements.

Ketahui kapan kudu berakhir mengejar perihal nan tak membawa hasil.

Kenapa Banyak Orang Terjebak Chasing Pavement?

Sumber: Pexel

Ini argumen kenapa orang terjebak dalam chasing pavement:

  • Sudah Terlalu Banyak Investasi Waktu

Karena sudah lama berjuang, orang susah berhenti.

  • Takut Menyesal

Mereka berpikir, “bagaimana jika sejenak lagi berhasil?”

  • Takut Memulai Lagi

Memulai dari nol terasa lebih menakutkan.

  • Identitas Terlanjur Menempel

Kadang seseorang terlalu melekat pada tujuan lama.

Mengejar Ujung Pelangi

Cara Mengetahui Apakah Grameds Sedang Chasing Pavement

Tanyakan pada diri sendiri:

  • Apakah ada progres nyata?
  • Apakah hanya saya nan berjuang?
  • Apakah saya capek lebih sering daripada bahagia?
  • Apakah saya memperkuat lantaran takut kehilangan, bukan lantaran masa depan?
  • Jika mulai hari ini, apakah saya bakal tetap memilih jalan ini?

Jika banyak jawaban “tidak”, mungkin Grameds sedang chasing pavement.

Cara Berhenti dari Chasing Pavement

  • Evaluasi dengan Jujur

Pisahkan kebenaran dan harapan.

  • Lihat Pola, Bukan Janji

Jangan menilai dari kata-kata saja.

  • Berani Mengubah Arah

Berhenti bukan selalu gagal.

  • Fokus pada Jalan Baru

Energi nan salah arah bisa dipakai membangun perihal lebih baik.

  • Minta Perspektif Orang Lain

Kadang orang luar lebih objektif memandang situasi.

Pelajaran Penting dari Frasa Ini

Grameds, frasa chasing pavement bukan sekadar ungkapan puitis tentang mengejar sesuatu nan tak pasti, tetapi juga mengandung pelajaran hidup nan sangat relevan. 

Banyak orang bekerja keras, mencintai dengan tulus, alias memperkuat dengan setia, tetapi tidak semua perjuangan otomatis membawa hasil baik. 

Karena itu, frasa ini membujuk kita untuk memandang apakah upaya nan dilakukan betul-betul menuju tujuan nan tepat alias justru hanya menguras tenaga. Berikut penjelasan mengenai pelajaran krusial dari frasa ini.

Kerja Keras Harus Punya Arah

Kerja keras adalah nilai nan baik, tetapi kerja keras tanpa arah sering kali hanya menghasilkan kelelahan. 

Seseorang bisa sibuk setiap hari, lembur terus-menerus, alias melakukan banyak perihal sekaligus, tetapi jika tidak tahu tujuan akhirnya, semua tenaga itu bisa lenyap sia-sia. 

Chasing pavement mengingatkan bahwa upaya kudu dibarengi strategi, evaluasi, dan tujuan nan jelas. Bergerak sigap tidak selalu berfaedah maju. Kadang nan dibutuhkan bukan menambah kecepatan, melainkan memperbaiki arah perjalanan.

Cinta Perlu Timbal Balik

Dalam hubungan, banyak orang rela berjuang sendirian lantaran merasa cinta cukup dengan pengorbanan satu pihak. 

Padahal hubungan sehat memerlukan timbal balik: perhatian dibalas perhatian, upaya dihargai usaha, dan komitmen dijaga bersama. 

Jika hanya satu orang nan terus mengejar sementara pihak lain pasif alias tidak peduli, maka itu mirip chasing pavement, ialah berlari tanpa pernah sampai. 

Frasa ini mengajarkan bahwa cinta bukan soal siapa paling menderita, tetapi siapa nan sama-sama mau membangun.

Kesetiaan Bukan Berarti Bertahan Selamanya

Banyak orang menganggap setia berfaedah tetap tinggal apa pun keadaannya. Padahal kesetiaan sejati bukan sekadar memperkuat tanpa batas, melainkan memperkuat selama hubungan, pekerjaan, alias tujuan tersebut tetap sehat dan bernilai. 

Chasing pavement mengajarkan bahwa loyalitas perlu disertai kebijaksanaan. Ada saatnya memperkuat adalah kekuatan, tetapi ada saatnya pergi adalah pengamanan diri.

Berhenti Bisa Jadi Keputusan Berani

Banyak orang takut berakhir lantaran merasa itu sama dengan gagal. Padahal dalam banyak situasi, berakhir justru memerlukan keberanian lebih besar daripada bertahan. 

Dibutuhkan kejujuran untuk mengakui bahwa sesuatu tidak lagi melangkah sehat. Dibutuhkan keberanian untuk meninggalkan area nyaman dan memulai ulang. 

Jalan Baru Kadang Lebih Baik dari Jalan Lama

Manusia condong memperkuat pada sesuatu nan sudah dikenal lantaran terasa aman, meski sebenarnya tidak membawa kemajuan. Kita sering takut memulai jalan baru lantaran belum tahu hasilnya. 

Kadang kesempatan terbaik justru muncul saat seseorang berani berbelok, mencoba langkah baru, alias membuka babak hidup nan berbeda. 

Tidak semua akhir adalah kehilangan; sebagian akhir justru pintu masuk menuju kehidupan nan lebih baik.

Relevansi di Era Modern

Grameds, di era modern nan sangat dipengaruhi media sosial, banyak orang terlihat terus bergerak dan sibuk mengejar sesuatu. Setiap hari kita disuguhi pencapaian orang lain, style hidup mewah, hubungan romantis nan tampak sempurna, hingga cerita sukses nan seolah datang secara instan. 

Tanpa sadar, hal-hal tersebut mendorong banyak orang untuk ikut mengejar validasi, ialah kemauan untuk diakui, dipuji, alias dianggap sukses oleh orang lain. Akibatnya, ukuran kebahagiaan sering bergeser dari kepuasan pribadi menjadi penilaian publik.

Selain validasi, banyak orang juga mengejar status dan pencitraan. Mereka mau terlihat sukses, sibuk, kaya, alias terkenal meskipun kenyataannya belum tentu demikian. 

Tidak sedikit nan rela memaksakan style hidup demi tampilan luar, hanya agar terlihat setara dengan standar sosial di internet. Dalam kondisi seperti ini, seseorang bisa tampak maju di mata orang lain, padahal sebenarnya sedang kelelahan secara mental maupun finansial.

Frasa chasing pavement juga relevan ketika membahas hubungan semu. Di era digital, komunikasi menjadi lebih mudah, tetapi kedalaman hubungan justru sering berkurang. 

Banyak orang memperkuat dalam relasi nan tidak jelas arah, sekadar lantaran takut sendiri alias mau terlihat mempunyai pasangan. Ada pula nan terus mengejar perhatian dari seseorang nan tidak betul-betul serius. Secara emosional, ini seperti berlari terus tanpa pernah sampai ke tujuan.

Hal nan sama terjadi pada obsesi terhadap sukses instan. Media sosial sering menampilkan hasil akhir tanpa memperlihatkan proses panjang di baliknya. 

Akibatnya, banyak orang merasa tertinggal lampau buru-buru mengejar jalan pintas, tren sesaat, alias kesempatan nan sebenarnya tidak sesuai dengan keahlian dan nilai hidupnya. Mereka sibuk bergerak, tetapi bukan menuju tujuan nan tepat.

Karena itu, frasa chasing pavement menjadi pengingat krusial di era sekarang. Tidak semua perihal nan terlihat menarik layak dikejar, dan tidak semua kesibukan berfaedah kemajuan. Kadang seseorang tampak berlari cepat, tetapi sebenarnya hanya berputar di tempat. 

Maka pertanyaan nan perlu diajukan pada diri sendiri adalah: apakah saya betul-betul berkembang, alias hanya sibuk mengejar perihal nan tidak membawa arti? Kesadaran inilah nan membantu seseorang hidup lebih jernih, fokus, dan autentik.

Kesimpulan

Maksud dari chasing pavement adalah mengejar sesuatu nan tidak jelas arah alias hasilnya. Frasa ini menggambarkan upaya nan terus dilakukan, tetapi sering kali tidak membawa kemajuan nyata. 

Istilah ini terkenal melalui lagu Chasing Pavements dari Adele dan sekarang dipakai luas untuk hubungan, karier, bisnis, maupun kehidupan pribadi.

Kadang masalah terbesar bukan kurang berusaha, tetapi berupaya di jalan nan salah. Mengetahui kapan lanjut dan kapan berakhir adalah corak kedewasaan.

Grameds, memahami frasa seperti chasing pavement bukan hanya soal bahasa Inggris, tetapi juga soal membaca hidup dengan lebih jernih. 

Jika Grameds mau memperkaya wawasan tentang bahasa, psikologi, pengembangan diri, dan makna hidup, temukan buku-buku terbaik hanya di Gramedia.com. Karena terkadang, satu referensi nan tepat bisa membawa kita ke jalan nan lebih benar.

  • Arti Disclaimer
  • Arti Gadun
  • Arti Gateway Megahub
  • Arti Memoriter
  • Arti Mewing
  • Arti Ngabers
  • Arti Plot Twist
  • Balasan I Love You
  • Bibi Lung Yoko
  • Bunga Tunggal dan Bunga Majemuk
  • Cara Cek Sertifikat Tanah
  • Cara Menghadapi Anak Tantrum
  • Cara Mengecek NPWP Aktif
  • Cara Mengatasi ASN Digital Email Tidak Ditemukan
  • Cara Membuat Nomor Otomatis di Excel
  • Cara Membuat Checklist Box di Excel
  • Chasing Pavement
  • Cikgu Besar Upin Ipin
  • Ciri-ciri Planet dalam Tata Surya
  • Ciri Planet Bumi dan Peranannya dalam Tata Surya
  • Ciri Planet Neptunus dan Peranannya dalam Tata Surya
  • Ciri-ciri Wanita Menjauh
  • Contoh Tanggung Jawab Sosial
  • Contoh Kalender Konten Instagram
  • Contoh Tanggung Jawab Terhadap Diri Sendiri
  • Family Man
  • Film Barat nan Tidak Boleh Ditonton Anak Kecil
  • Film Jepang nan Tidak Boleh Ditonton Anak Kecil
  • Film Korea nan Tidak Boleh Ditonton Anak Kecil
  • Film Untuk Anak SD
  • Generasi Beta
  • Gelang Hitam di Tangan Kanan
  • Hadiah Hari Guru Perempuan
  • In House Training
  • Jarak Merkurius Dari Matahari
  • Jurusan IPS Bisa Masuk Fakultas Apa Saja
  • Karakteristik Planet Merkurius
  • Kenapa Bayi Sering Ngulet
  • Lost Feeling
  • Makanan Khas Yogyakarta
  • Menghitung Jumlah Data di Excel
  • Mengenal Cluster Random Sampling
  • Mythical Zoan One Piece
  • Musuh Musuh Ultraman
  • Mysterio Spiderman
  • Nama Teman Pororo
  • Negara Termiskin di Asia
  • Negara Terkaya di Asia
  • Negara Terbesar di Dunia
  • Painting Date
  • Pantun Ubur-ubur Ikan Lele
  • Pat Kay Kera Sakti
  • Pekerjaan di Jepang
  • Pekerjaan Bayi 3 Bulan
  • Pertanyaan Konyol
  • Pengertian Non Probability Sampling
  • Pendidikan Seksual Remaja
  • Perbedaan Bola Tenis dan Padel
  • Pertanyaan Tentang Bullying
  • Ramalan Nostradamus
  • Sapardi Djoko Damono
  • Siapa Ayah Kakashi
  • Shio Tikus Tahun Berapa
  • Stimulasi Oromotor
  • Speech Delay
  • Suhu Planet Merkurius
  • Social Energy
  • Tanggung Jawab OSIS
  • Tableau vs Power Bi
  • Tanggung Jawab Sosial
  • Tenryuubito
  • Ultraman Terkuat
  • Urutan Generasi
  • Urutan Weton Jawa
  • Warna Planet Merkurius
  • We Listen We Don't Judge
  • Wisata Anak di Jakarta
Selengkapnya
Sumber Gramedia
Gramedia