Maknai Hari Lahir Pancasila, Kakorlantas Gandeng Komunitas Ojol Jadi Pelopor Keselamatan

Sedang Trending 3 minggu yang lalu

Jakarta -

Kakorlantas Polri Irjen Agus Suryonugroho mengatakan peringatan Hari Lahir Pancasila kudu dimanfaatkan sebagai momentum memperkuat semangat kerjasama di ruang publik. Dia menginstruksikan seluruh Dirlantas mengoptimalkan program 'Polantas Menyapa dan Melayani' melalui kemitraan strategis dengan organisasi ojek online (ojol).

Irjen Agus menegaskan nilai-nilai Pancasila dalam kehidupan sehari-hari di jalan raya diwujudkan melalui kolaborasi. Hubungan antara polisi dan pengemudi ojol kudu beralih bentuk menjadi sebuah kemitraan keselamatan nan kokoh.

"Atas petunjuk Bapak Kapolri, tepat di Hari Lahir Pancasila ini, hubungan dengan organisasi ojol kudu dibangun kuat sebagai kemitraan keselamatan, bukan sekadar antara petugas dan pengguna jalan," ujar Irjen Agus, Senin (1/6/2026).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Irjen Agus mengatakan, dari sisi psikologis dan humanis, para pengemudi ojol mau dihargai sebagai bagian dari solusi lampau lintas, bukan sekadar menjadi objek penertiban di jalanan. Karena itu, semangat keadilan sosial dan kemanusiaan kudu melandasi program 'Polantas Menyapa dan Melayani' demi menumbuhkan rasa mempunyai terhadap pentingnya keselamatan.

"Ojol adalah mata, telinga, dan sahabat Polantas di jalan. Kemitraan ini bukan sekadar kerja sama, tetapi ikhtiar berbareng untuk menghadirkan keselamatan bagi seluruh pengguna jalan," tegas Irjen Agus.

Kakorlantas Polri Irjen Agus Suryonugroho berbareng organisasi ojolKakorlantas Polri Irjen Agus Suryonugroho berbareng organisasi ojol. (Dok. Istimewa)

Guna mewujudkan kemitraan nan efektif di lapangan, Kakorlantas menjabarkan lima poin utama nan kudu segera dieksekusi oleh jejeran Dirlantas, yaitu:

1. Forum Komunikasi Rutin
Pertemuan berkala antara Polantas dan organisasi ojol.
Menyerap aspirasi, keluhan, dan masukan dari lapangan.
Mencari solusi berbareng terhadap persoalan lampau lintas.

2. Duta Keselamatan Lalu Lintas
Driver ojol diposisikan sebagai pelopor keselamatan.
Menjadi contoh penggunaan helm, kepatuhan rambu, dan etika berlalu lintas.
Membantu menyebarkan pesan keselamatan kepada masyarakat.

3. Edukasi dan Pelatihan Bersama
Safety riding.
Pertolongan pertama pada kecelakaan.
Pemahaman patokan lampau lintas terbaru.
Pelatihan komunikasi nan humanis di jalan.

4. Sistem Informasi Cepat
Ojol menjadi mitra info kondisi jalan, kemacetan, kecelakaan, alias halangan lampau lintas.
Polantas memberikan info rekayasa lampau lintas secara sigap kepada komunitas.

5. Kegiatan Sosial dan Kemanusiaan
Bakti sosial.
Donor darah.
Bantuan korban bencana.
Kampanye keselamatan di sekolah dan lingkungan masyarakat.

"Ojol adalah mata, telinga, dan sahabat Polantas di jalan. Polantas menjaga keselamatan, ojol menyebarkan keselamatan. Kemitraan ini bukan sekadar kerja sama, tetapi ikhtiar berbareng untuk menghadirkan keselamatan bagi seluruh pengguna jalan," pungkas Irjen Agus.

Simak juga Video: Prabowo Bakal Jadi Inspektur Upacara Hari Lahir Pancasila 1 Juni

(hri/amw)

Selengkapnya
Sumber Detik News
Detik News