Makin Panjang Seteru PSI dan PDIP Perihal Jokowi

Sedang Trending 3 hari yang lalu
Jakarta -

Seteru Partai Solidaritas Indonesia (PSI) dan Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) semakin panjang. Kedua partai itu saling balas pernyataan perihal Presiden ke-7 RI Joko Widodo (Jokowi).

Dirangkum detikcom, Selasa (16/6/2026), seteru terbaru antara PSI dan PDIP mengenai Jokowi bakal segara berjaket partai berlogo gajah, seperti diungkap oleh Wakil Ketua Pembina DPP PSI, Grace Natalie. Dari berita itu, membikin PSI dan PDIP saling berbalas pernyataan.

PSI Sebut Jokowi Tak Lagi Bersama PDIP

Ketua DPP PSI Bestari Barus mengatakan penyematan jaket PSI ke Jokowi menjadi penanda Jokowi tak lagi berbareng PDIP. Bestari mengatakan penyematan jaket bakal dilakukan Ketum PSI Kaesang Pangarep.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Tetapi nanti, setelah disematkan jaket itu dan diumumkan secara resmi oleh Ketua Umum, itu menjadi permakluman publik sebesar-besarnya bahwa Pak Jokowi sudah berbareng PSI dan tidak lagi berbareng PDI," kata Bestari kepada wartawan, Sabtu (13/6).

Dia mengatakan rencana Jokowi menjabat sebagai Ketua Dewan Pembina PSI telah disampaikan sebelumnya oleh Kaesang dalam sejumlah kunjungan. Termasuk di Sumatera Selatan dan Lampung.

"Tentunya jika soal jaketnya itu kan simbolik. Penjaketan itu simbolik tentu menyesuaikan dengan waktu dan tempat kelak di mana Ketua Umum nan bakal menyematkan secara simbolis, dimulainya efektifnya beliau kelak Pak Jokowi sebagai Ketua Dewan Pembina," ujarnya.

Bestari berambisi setelah prosesi penyematan jaket PSI, status politik Jokowi menjadi lebih jelas di hadapan publik. Dia menegaskan Jokowi tak lagi berada di PDIP.

PDIP Bilang Jokowi Dipecat, Bukan Keluar

Kemudian pernyataan Bestari Barus dibalas oleh Politisi PDIP Guntur Romli. Dia menegaskan Jokowi sudah dipecat PDIP pada Desember 2024.

"Saya koreksi judulnya, Jokowi bukan hanya tidak lagi berbareng PDI Perjuangan, tapi Jokowi sudah dipecat oleh PDI Perjuangan, berbareng Gibran, Bobby, dan 27 lainnya pada Desember 2024, lantaran pelanggaran konstitusional, pelanggaran terhadap AD/ART dan peraturan partai," ujar Guntur saat dihubungi, Minggu (14/6).

"Jadi Jokowi bukan keluar dari PDI Perjuangan alias mundur, tapi dipecat lantaran pelanggaran. Karena dia sudah dipecat, maka bukan menjadi urusan PDI Perjuangan dia mau tidak berpartai alias berpartai lagi," tambahnya.

Kemudian, Guntur juga mengungkit pengikut Jokowi saat tetap di PDIP, tak mau disebut sebagai petugas partai. Dia menyentil perihal tersebut. Lebih lanjut, dia juga menyinggung posisi Jokowi di PSI, nan dianggapnya sebagai pelayan saja.

"Bedanya 'petugas partai' Jokowi sebagai orang partai (PDI Perjuangan) ditugaskan untuk kepentingan rakyat dan negara. 'Jongos partai' Jokowi sebagai orang partai (PSI) hanya bekerja untuk kepentingan elektoral partai, itu saja," katanya.

PSI Sebut PDIP Sakit Hati Mendalam Ditinggal Jokowi

Bestari Barus lantas merespons lagi pernyataan Guntur Romli. Dia mengatakan jejeran PDIP sakit hati mendalam setelah ditinggal Jokowi. Ia berambisi PDIP bisa menata diri agar lebih dewasa dalam berpolitik.

"Tapi memang apa nan beberapa kali saya sampaikan di beragam kesempatan bahwa memang rasa sakit ditinggal oleh Pak Jokowi itu ya, rasa sakit nan dirasakan lantaran ditinggal oleh Pak Jokowi itu memang sangat mendalam dan terpelihara itu bertumpuk-tumpuk di dalam hati mereka gitu. Ya perlu pendidikan pendewasaan kembali itu di kurikulum, jika ada kurikulumnya juga itu partai, agar bisa kemudian lebih menata diri lebih dewasa di dalam berpolitik," kata Bestari saat dihubungi.

Lebih lanjut, Bestari tidak mempersoalkan Jokowi dipecat alias tidak. Dia mengatakan banyak masyarakat nan senang Jokowi tidak lagi berada di PDIP. Dia juga berambisi PDIP tidak ikut-ikutan mencampuri urusan PSI.

"Lho, begini, apa pun nan bakal dilakukan Pak Jokowi berbareng PSI tidak usah menjadi apa namanya perhatian ataupun concern daripada PDIP. Uruslah partaimu, kan begitu. Nah ya jika Pak Jokowi itu apalagi kita jaketkan secara ini simbolis dulu sudah sudah pernah di rumah beliau gitu, ya jaket kehormatan kita berikan gitu," imbuh dia.

PDIP Ngaku Sudah Lupa Jokowi

Ketua DPP PSI Bestari Barus menyebut PDIP sakit hati mendalam usai ditinggal Jokowi. Ketua DPP PDIP Andreas Hugo Pareira membalas pernyataan tersebut dengan menegaskan Jokowi dipecat PDIP.

"Jokowi dipecat!" kata Hugo kepada wartawan, Senin (15/6). Hugo menjawab pertanyaan apakah betul PDIP sakit hati ditinggal Jokowi.

Hugo mengatakan internal PDIP sudah lupa dengan Jokowi. Namun, beredarnya rumor piagam tiruan nan dituduhkan ke Jokowi membikin PDIP terkenang lagi dengan Presiden ke-7 RI tersebut.

"Di PDI Perjuangan kami sudah lupa. Gara-gara piagam tiruan jadi muncul lagi orang ini. Algoritma piagam mengingatkan nama ini," sambungnya.

Menurut Hugo, perihal nan diingat dari Jokowi hanya seputar rumor piagam palsu. "Yang terkenang malah piagam tiruan lantaran ramai dibicarakan di media dan sampai sekarang tidak ada penyelesaiannya," ujar Hugo.

Respons PSI

Ketua DPP PSI Bestari Barus menyikapi pernyataan Ketua DPP PDIP Andreas Hugo Pareira nan menyebut partainya sudah melupakan Jokowi. PSI menyinggung nama Jokowi nan terus diperbincangkan.

"Ya alhamdulillah, jika orang sudah lupa itu udah nggak inget gitu loh, tapi kan tetap terus ngomongin aja," kata Bestari kepada wartawan, Senin (15/6).

Bestari mengatakan PDIP belum melupakan sosok Jokowi. Ia mengungkit kemenangan Jokowi dalam pemilu bukan lantaran PDIP, melainkan lantaran rakyat.

"Belum melupakan gitu kan, belum move on-lah, belum move on, ya kan? Jadi ya kami cukup prihatin dengan rasa nan dialami oleh PDIP atas hengkangnya Pak Jokowi ke partai kami," kata Bestari.

"Kalau konstitusinya konstitusi PDIP memang tidak patut untuk diikuti oleh Presiden, andaikan tidak berkesesuaian dengan nan menjadi tugas Pak Presiden sebagai abdi rakyat. Beliau bukan abdi partai apalagi sekedar petugas partai. Dan ingat, nan memenangkan, nan memenangkan Pak Jokowi itu bukan PDIP sendiri, tapi rakyat," sambungnya.

Ia mengatakan presiden adalah abdi rakyat bukan partai. Bestari menyambut dengan senang Jokowi tak lagi berbareng PDIP.

"Presiden abdi rakyat, ya masyarakat Indonesia sangat berterima kasih dan kami berbahagia. Semakin sigap Pak Jokowi berbareng kami, maka semakin sigap rakyat bakal mendapatkan figur kesayangan mereka kembali, saya kira itu. Tanpa kudu diintimidasi ataupun dikuyo-kuyo oleh partai-partai seperti itu gitu loh," imbuhnya.

(fas/maa)

Selengkapnya
Sumber Detik News
Detik News