Kendari -
Mahasiswi Universitas Islam Negeri (UIN) Kendari berinisial MS (19) mengaku mengalami perundungan alias perpeloncoan saat mengikuti pengkaderan. Dia mengaku ditampar pakai sandal hingga dipaksa mencium ketek senior.
MS pun melaporkan kasus tersebut ke Polda Sulawesi Tenggara (Sultra). Laporan itu tercatat dalam STTLP Nomor STTLP/B/438/IX/2026/SPKT/POLDA SULAWESI TENGGARA tertanggal 6 September 2026. Dalam laporan itu, MS melaporkan dugaan pengeroyokan dan penganiayaan.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
MS mengatakan dugaan perundungan itu terjadi saat dia menjadi peserta pengkaderan di Jalan Sultan Qaimuddin, Kecamatan Baruga, Kota Kendari, Minggu (6/9) pukul 01.30 Wita. Menurut MS, dia awalnya dibangunkan oleh seniornya saat awal hari.
"Sekitar separuh dua subuh saya dibangunkan untuk ikut jurit malam. Kami kemudian melewati beberapa pos," kata MS, seperti dilansir detikSulsel, Rabu (9/9/2026).
Saat tiba di pos pertama, MS mengaku diminta masuk ke dalam comberan dan mencuci muka. Setelah itu, dia diarahkan ke pos kedua dan diminta mengunyah gabing nan dicampur garam serta gula hingga lembut sebelum dioleskan ke wajah.
"Di pos pertama saya langsung disuruh masuk ke comberan dan cuci muka. Katanya agar saya tidak mengantuk," ujarnya.
Memasuki pos ketiga, MS diminta memegang termos sembari menyanyi dan mengucapkan kalimat tertentu kepada senior berjulukan Gusti Kahar. Ia menyebut oknum senior tersebut sempat marah dan hendak menghampirinya.
"Setelah saya mengatakan itu, Gusti Kahar marah dan langsung berlari dari ujung menuju saya, tetapi ditahan sama senior lain," ungkapnya.
Di letak nan sama, MS menyebut mendapat sejumlah perlakuan lain. Mulai dari pel basah nan diletakkan di kepalanya, diminta mencium ketek senior sebanyak tiga kali, hingga dipaksa menyantap cabe dan menempelkan wajah ke abu.
"Pel tersebut diletakkan di atas kepala saya. Setelah itu saya disuruh mencium ketiaknya sebanyak tiga kali," ujarnya.
Berlanjut ke pos keempat, MS ditanya senior berjulukan Suci Suppu mengenai argumen dirinya jarang datang ke sekretariat. Ia kemudian mengaku ditampar menggunakan sandal tebal berwarna pink.
"Saya jawab lantaran saya dibatasi keluar. Setelah itu dia langsung menampar saya acapkali dari kanan dan kiri menggunakan sandal tebal berwarna pink," kata MS.
MS juga menyebut mendapat perlakuan bentuk saat ditanya mengenai pengertian seni tari. Dahinya disentil berulang kali hingga membuatnya menangis.
"Saya sempat menangis, tapi tetap ditampar," ujarnya.
Baca selengkapnya di sini
(idh/dhn)
4 hari yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·