Mahasiswa ITB Tuntaskan Program Pertukaran di Central South University

Sedang Trending 1 jam yang lalu
Mahasiswa ITB Tuntaskan Program Pertukaran di Central South University Sidang akhir program pertukaran mahasiswa ITB di Central South University, Changsha Tiongkok.(Dok.ITB)

DUA mahasiswa Institut Teknologi Bandung (ITB), Thaufik Widjaya dan Mochammad Zakky Rayhan Zahrandany, menyelesaikan program pertukaran selama lima bulan, sekaligus mempresentasikan hasil penelitian mereka dalam sidang akhir di School of Metallurgy and Environment, Central South University (CSU), nan merupakan kampus metalurgi terbaik di Tiongkok, pada Jumat (24/7) lalu.

Sidang tersebut dihadiri Ketua Kelompok Pengembangan Komite Pengawasan Pendidikan Sarjana CSU, Qin Yihong, Wakil Dekan School of Metallurgy and Environment, Wang Qinmeng, dan He Jiamin dari Kantor Urusan Akademik serta perwakilan pengajar dan mahasiswa dari Heavy Metallurgy Research Institute. Imam Santoso dari ITB berbareng sembilan mahasiswa Indonesia turut datang sebagai delegasi undangan. Kegiatan didukung oleh International College CSU dan dipimpin oleh Assoc. Prof. Xia Longgong.

Dosen pembimbing Thaufik Widjaya dan Mochammad Zakky Rayhan Zahrandany, Imam Santoso, Selasa (28/7) menyampaikan apresiasi kepada CSU, School of Metallurgy and Environment, serta golongan riset Complex Materials Metallurgy and Slag Chemistry (CMSC) atas pengarahan akademik, penerimaan, dan support menyeluruh selama program berlangsung.

“Pengalaman ini tidak hanya memperkuat keahlian riset mahasiswa dan menghasilkan tugas akhir serta capaian penelitian kolaboratif, tetapi juga membentuk kemandirian, wawasan global, dan keahlian bekerja sama lintas budaya,” ungkapnya.

Imam berambisi capaian angkatan pertama dapat menjadi fondasi bagi keberlanjutan program pertukaran mahasiswa sarjana nan stabil dan saling menguntungkan.

BUKA RUANG KERJA SAMA
Wang Qinmeng menyampaikan bahwa perkembangan teknologi dan transformasi industri membuka ruang nan semakin luas bagi kerja sama internasional. ITB dan CSU mempunyai kesempatan besar untuk memperkuat sinergi dalam pendidikan, penemuan ilmiah, dan pengembangan talenta di bagian teknik metalurgi. 

Kerja sama ITB dan CSU telah berjalan selama delapan tahun dan menghasilkan beragam capaian. Kedua perguruan tinggi, berbareng GEM Group, mendirikan pusat riset dan pengembangan berbareng di bagian hidrometalurgi dan material daya baru. 

"CSU juga telah mendidik lebih dari 100 mahasiswa magister dan ahli bagian teknik metalurgi dari Indonesia. Program pertukaran sarjana ini menjadi langkah krusial untuk memperluas kerja sama tersebut ke jenjang pendidikan sarjana secara berkelanjutan," terangnya.

Kedua mahasiswa menyampaikan presentasi akademik, kemudian menjawab pertanyaan serta masukan dari panel ahli. Thaufik Widjaya mempresentasikan penelitian berjudul “Fundamental and Technological Research on Self-Promoted Desulfurization of Complex Lead Sulfate-Calcium Sulfate Materials at 750 °C under Air Atmosphere”. Sementara itu, Mochammad Zakky Rayhan Zahrandany menyampaikan penelitian berjudul “Fundamental Research on a Novel Pyrometallurgical Process for Complex Tin-Lead Secondary Materials: A Regulation Strategy of Stepwise Fluxing and Gradual Reduction”.

Keduanya memaparkan penelitian secara runtut, logis, dan sistematis, serta menanggapi pertanyaan panel dengan baik. Presentasi tersebut memperoleh apresiasi positif dari komite penilai. Sebagai penanda selesainya program, Prof. Wang Qinmeng dan Prof. Qin Yihong menyerahkan sertifikat penyelesaian studi pertukaran kepada kedua mahasiswa.

NILAI STRATEGIS KOLABORASI
Qin Yihong menilai program tersebut menunjukkan nilai strategis kerjasama ITB dan CSU melalui perpaduan kelebihan keilmuan, platform riset, serta sumber daya akademik. Ia berambisi kerja sama kedua perguruan tinggi terus diperluas melalui mobilitas mahasiswa, pertukaran dosen, riset bersama, dan pengembangan talenta muda di bagian metalurgi.

*Berakhirnya program pertukaran angkatan pertama ini bukan menjadi titik akhir kerja sama pendidikan dan penelitian ITB–CSU, melainkan awal baru bagi kerjasama nan lebih mendalam, konkret, dan berkelanjutan," jelasnya. (E-2)

Selengkapnya
Sumber Media Indonesia
Media Indonesia