Mahasiswa Ditantang Lakukan Riset Produktivitas Sawit, Kakao, Kelapa

Sedang Trending 1 minggu yang lalu
Mahasiswa Ditantang Lakukan Riset Produktivitas Sawit, Kakao, Kelapa (MI)

BADAN Pengelola Dana Perkebunan (BPDP) membujuk mahasiswa Indonesia menghadirkan penemuan nan bisa meningkatkan produktivitas kelapa sawit, kakao, dan kelapa tanpa menambah luasan lahan. Tantangan tersebut disampaikan dalam Web Seminar Call for Proposal Lomba Riset Tingkat Mahasiswa Tahun 2026-2027 pada Rabu (5/8).

Direktur Penyaluran Dana Sektor Hilir BPDP, Mohammad Alfansyah, menekankan pentingnya keterlibatan generasi muda dan perguruan tinggi dalam menghasilkan riset nan relevan dengan kebutuhan sektor perkebunan. Inovasi diharapkan memberikan faedah nyata bagi masyarakat dan industri.

"Mahasiswa mempunyai ruang nan sangat besar untuk menghadirkan perspektif baru dan solusi nan berani. Melalui lomba ini, kami berambisi lahir penemuan nan tidak hanya unggul secara akademis, tetapi juga dapat menjawab persoalan nyata serta meningkatkan kesejahteraan pekebun sawit, kakao, dan kelapa," ujar Mohammad Alfansyah.

Fokus pada Pekebun Rakyat

Anggota Tim Penilai Lomba Riset BPDP, Bandung Sahari, menyoroti besarnya peran pekebun rakyat dalam industri perkebunan nasional. Saat ini, sekitar 41 persen areal perkebunan kelapa sawit dikelola oleh pekebun rakyat, sementara untuk komoditas kakao dan kelapa, porsinya mencapai lebih dari 90 persen.

Bandung menegaskan bahwa peningkatan produksi tidak lagi bisa mengandalkan ekspansi lahan (ekstensifikasi), melainkan kudu melalui peningkatan produktivitas nan sejalan dengan perlindungan lingkungan dan pembangunan rendah karbon.

"Pertanyaan krusial nan perlu dijawab melalui riset adalah gimana meningkatkan produktivitas sawit, kakao, dan kelapa tanpa menambah luasan lahan, sekaligus memastikan penemuan tersebut tetap terjangkau dan dapat diterapkan oleh pekebun rakyat," jelas Bandung.

Tantangan dan Peluang Inovasi

Tantangan utama nan dihadapi pekebun rakyat meliputi akses terhadap bibit unggul, pupuk, pengendalian penyakit, hingga akibat perubahan suasana dan tanaman tua. Oleh lantaran itu, mahasiswa didorong menawarkan solusi berbasis teknologi maupun manajemen lapangan.

Peluang riset mencakup beragam bidang, antara lain:

  • Pengembangan varietas unggul dan tahan iklim.
  • Pemupukan presisi dan perbaikan kesehatan tanah.
  • Pemanfaatan Internet of Things (IoT), kepintaran buatan (AI), dan info geospasial.
  • Mekanisasi dan pengelolaan air.
  • Ekonomi sirkular melalui pemanfaatan limbah dan pascapanen.

Mekanisme Lomba

Kepala Divisi Penyaluran Dana Riset BPDP, Rahmat Widiana, menjelaskan bahwa peserta lomba merupakan mahasiswa aktif jenjang sarjana (S1) alias diploma dari perguruan tinggi negeri maupun swasta di Indonesia. Setiap golongan terdiri atas tiga hingga lima mahasiswa dengan didampingi satu pengajar pembimbing.

"Kami mencari proposal nan bisa menunjukkan dengan jelas persoalan nan mau diselesaikan, kebaruan solusi, dan faedah nan dihasilkan. Gagasan kudu terukur, realistis, serta mempunyai kesempatan untuk diterapkan," kata Rahmat.

Ruang lingkup riset nan dibuka sangat luas, mulai dari bagian budidaya, pascapanen, pangan dan kesehatan, bioenergi, biomaterial, hingga aspek sosial-ekonomi dan teknologi informasi. Penilaian bakal menitikberatkan pada kajian kesenjangan, kreativitas, kebermanfaatan, serta prospek pengembangan hasil penelitian di masa depan. (I-2)

Selengkapnya
Sumber Media Indonesia
Media Indonesia