Jakarta, CNN Indonesia --
Puluhan mahasiswa nan tergabung dalam Dewan Eksekutif Mahasiswa Perguruan Tinggi Keagamaan Islam Negeri se-Indonesia menggelar unjuk rasa di depan gerbang kompleks parlemen, Jumat (5/6).
Demo digelar berbarengan dengan peringatan Hari Lingkungan Hidup Sedunia nan jatuh tepat di hari nan sama. Dalam aksinya, mahasiswa antara lain menyoroti pemanfaatan lingkungan di Papua nan dinilai tak pro masyarakat.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Setop eksploitasi. Lingkungan bukan korban pembangunan," demikian tertulis dalam iklan nan dipampang massa aksi.
Salah satu orator tindakan di atas mobil komando mengungkap keprihatinan terhadap kondisi masyarakat di tengah pemanfaatan tersebut. Menurut dia, banyak orang tua nan anaknya tak bisa melanjutkan kehidupan.
Namun, di tengah keterbatasan itu, banyak pejabat publik nan tak memanfaatkan posisinya untuk mengambil kebijakan nan pro rakyat.
"Seorang ibu nan tak bisa membelikan susu untuk anaknya, betul? Tapi mereka nan punya posisi strategis di negeri ini, mereka mengambil kebijakan nan tidak berorientasi pada perubahan nan lebih baik," kata dia.
Mahasiswa dalam tindakan tersebut juga menyoroti kasus teror terhadap aktivis KontraS Andrie Yunus. Mereka mengkritisi arogansi abdi negara dalam merespons kritik masyarakat.
Aksi turut digelar dengan menggelar angan berbareng dan menggelar ban. Aksi dikawal ketat puluhan abdi negara kepolisian.
"Hari ini juga kita banyak merasa risih dengan kondisi negara kita. Harusnya mereka mengambil dua fungsi, pertama kegunaan otak dan hati. Tapi sayangnya pejabat tidak memakai otak dan hatinya," katanya.
(thr/wis)
Add
as a preferred source on Google
[Gambas:Video CNN]
2 minggu yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·