Bandung, CNN Indonesia --
Sejumlah mahasiswa dari beberapa universitas nan ada di Provinsi Jawa Barat (Jabar), menggelar tindakan unjuk rasa di depan Gedung DPRD Jabar, Jalan Diponegoro, Kota Bandung, Kamis (11/6) sore ini.
Massa campuran mahasiswa itu berdemonstrasi menyuarakan kesulitan nan membebani rakyat Indonesia saat ini.
Berdasarkan pantauan di lokasi, massa tindakan membawa sejumlah spanduk dan poster berisi kritik terhadap kebijakan pemerintahan Prabowo Subianto-Gibran Rakabuming Raka.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Beberapa di antaranya mengenai ekonomi ialah soal nilai bahan bakar minyak (BBM), makan bergizi cuma-cuma (MBG), hingga kondisi nilai tukar mata duit Rupiah nan lemah. Mereka juga mengkritik pengesahan Undang-Undang (UU) Polri nan memperpanjang usia pensiun polisi, penempatan di lembaga lain, hingga masa kedudukan Kapolri.
Meski menyuarakan kritik keras, tindakan berjalan tertib dan tenteram di bawah pengawalan abdi negara kepolisian. Mereka juga mendesak penuntasan janji reforma agraria.
"Kita mau mendesak negara untuk mewujudkan reforma agraria sejati dan industrialisasi nasional sebagai jalan keluar atas banyaknya tindasan nan kita alami, termasuk juga dari beberapa bagian tuntutan kita berambisi nan pertama adalah hentikan MBG, hentikan total MBG! Karena jelas ini menghabiskan banyak anggaran nan sudah dikeluarkan oleh negara," kata Ainul Mardhyah selaku Koordinator Front Mahasiswa Nasional (FMN) Bandung Raya, di sela-sela aksi.
Ia menuturkan program MBG selain pemborosan anggaran negara, juga disebutnya telah menyebabkan sejumlah anak dan penduduk mengalami keracunan.
Selain itu, tindakan ini juga untuk mendesak pemerintah segera menurunkan nilai bahan bakar minyak (BBM). Mereka beranggapan masyarakat Indonesia berkuasa memperoleh akses transportasi nan murah dan terjangkau, terutama di tengah kenaikan nilai beragam kebutuhan pokok.
Diketahui, pada Rabu (10/6) lalu, pemerintah meningkatkan nilai BBM nonsubsidi. Pertamax (RON 92) sekarang dibanderol R16.250 per liter, Pertamax Green 95 Rp17.000 per liter, Pertamax Turbo Rp20.750 per liter, Dexlite Rp23.000 per liter, dan Pertamina Dex Rp24.800 per liter.
Kemudian Pertalite (BBM subsidi) tetap tetap sama Rp10.000 per liter, dan Biosolar (BBM subsidi) Rp6.800 per liter.
Ketua BEM UPI, Khallid Syhaeful, mengatakan tindakan tersebut lahir dari keresahan nan sama di kalangan mahasiswa terhadap kondisi bangsa nan dinilai sedang menghadapi beragam persoalan serius.
"Hari ini tujuan kita adalah pertama tentunya membahas mengenai rumor nan sedang ramai nan ada di masyarakat," kata Khallid dikutip dari detik.com.
Selain menyampaikan aspirasi, mahasiswa juga mau menunjukkan bahwa keresahan terhadap kondisi negara tidak hanya dirasakan segelintir kelompok, tetapi juga dirasakan oleh banyak komponen masyarakat.
"Yang kedua juga kita mau tindakan kita pada hari ini teman-teman mempunyai kesadaran, pun juga keresahan nan sama gimana akhirnya pemerintah hari ini kandas dalam mengelola negara nan baik seperti itu," ujarnya.
Menurut Khallid, tuntutan nan dibawa mahasiswa merupakan hasil konsolidasi berbareng beragam kampus dan komponen masyarakat. Dari beragam masukan nan diterima, isu-isu tersebut kemudian mengerucut pada tiga sektor utama.
(csr/kid)
Add
as a preferred source on Google
[Gambas:Video CNN]
1 minggu yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·