Magang Gelombang 3 Mau Dibuka, Fresh Graduate Ungkap Hal Tak Terduga

Sedang Trending 2 bulan yang lalu

Jakarta, CNBC Indonesia - Pemerintah berencana membuka kembali Program Magang Nasional gelombang ke-3 pada 2026 dengan kuota nan lebih besar. Program ini diusulkan menampung hingga 150 ribu peserta, meningkat dari tahun sebelumnya, sebagai upaya menekan pengangguran dan membuka kesempatan kerja bagi lulusan baru.

Namun di kembali rencana besar tersebut, muncul kebenaran tak terduga di lapangan. Sejumlah fresh graduate, alias lulusan baru justru mengaku belum mengetahui adanya program magang dari pemerintah, meski program ini ditujukan unik bagi mereka nan baru lulus dan sedang mencari kerja.

Fio, salah satu pencari kerja, mengaku sama sekali belum pernah mendengar program tersebut sebelumnya.

"Belum, belum tahu," kata Fio saat ditemui CNBC Indonesia di Mega Career Expo, Jakarta, Jumat (17/4/2026).

Setelah mendapat penjelasan program ini menawarkan pengalaman kerja sekaligus bayaran setara bayaran minimum regional (UMR), dia langsung tertarik untuk ikut.

"Pasti tertarik, itu kapan dibukanya?" ujarnya antusias.

Ia pun memastikan bakal mencoba mendaftar jika program kembali dibuka, terutama jika belum juga mendapatkan pekerjaan.

"Iya, pasti mau coba jika memang dari sini, alias saya belum dapat panggilan (kerja juga)," ucap dia.

Pengakuan serupa datang dari Amar. Ia apalagi sempat mengira program tersebut hanya ditujukan untuk mahasiswa nan tetap kuliah.

"Kurang tahu, itu untuk nan tetap kuliah alias nan sudah lulus dan cari kerja bisa?" ujarnya.

Setelah mengetahui program ini terbuka untuk lulusan nan sedang mencari kerja, ketertarikannya langsung meningkat, apalagi dengan adanya kepastian gaji.

"Sangat tertarik, itu digaji kan?" tanya Amar.

Saat dijelaskan peserta bakal menerima bayaran setara UMR, Amar mengaku bakal ikut jika belum mendapatkan pekerjaan hingga program dibuka.

"Tertarik, jika saya belum dapat kerja," lanjutnya.

Di sisi lain, ada juga pencari kerja nan sudah mengetahui program tersebut, namun belum sempat ikut lantaran baru lulus. Keysha, misalnya, mengaku sudah mengetahui program tersebut sejak awal.

"Tahu, sudah tahu," kata Keysha.

"Tapi belum pernah coba, soalnya saya baru lulus kemarin. Jadi belum sempat. Nanti jika dibuka lagi pasti saya ikutan, lumayan digajinya UMR juga. Kalau kerja kita bagus, katanya bisa lanjut kerja di situ juga, tapi tergantung perusahaannya juga. Ya semoga bisa," ujarnya.

Ia pun memastikan bakal mencoba saat program kembali dibuka. "Iya pasti bakal coba jika kelak buka," kata dia.

Sementara itu, Rosi juga mengaku telah mengetahui program tersebut dari keluarganya sejak awal, namun baru bisa mengikuti pada tahun ini.

"Sudah tahu, orang tua dan kakak saya sudah kasih info itu dari awal program itu belum jalan. Cuma saya kan belum lulus waktu itu. Nanti nan tahun ini saya pasti mau coba ikut," ujar Rosi.

Sebelumnya, Menteri Ketenagakerjaan (Menaker) Yassierli menyampaikan Program Magang Nasional tahun 2026 tetap dalam tahap pengusulan dan belum mempunyai alokasi anggaran.

"Program Magang Nasional (Tahun 2026) memang belum ada di mata anggaran. Jadi memang itu sifatnya adalah kita kudu usulkan," kata Yassierli saat ditemui di Kompleks Parlemen, Jakarta, Kamis (9/4/2026).

Ia menjelaskan, usulan program tersebut tetap berada pada tahap awal dan kudu melalui proses koordinasi serta verifikasi dengan Kementerian Keuangan.

"Sudah diusulkan, tapi itu kan baru tahapan awal. Sesudah itu tentu bakal ada proses koordinasi dan verifikasi dari Kementerian Keuangan. Itu kelak kita bakal ikuti," ujarnya.

Pemerintah mengusulkan peningkatan jumlah peserta menjadi sekitar 150 ribu orang, meningkat dari sekitar 100 ribu pada tahun sebelumnya, seiring tingginya antusiasme masyarakat.

"(Sudah) ada (hitung-hitungan anggarannya), tapi saya lupa persisnya. Jadi memang kita mengusulkan. Karena antusiasme luar biasa, kita memang mengusulkan, ini baru usulan ya, 150 ribu orang," ucap dia.

Namun demikian, pemerintah belum dapat memastikan kapan program tersebut bakal mulai berjalan.

"Kita tunggu dulu, kami tidak bisa putuskan. Karena kita tadi ada proses. Kalau tahun lampau itu kan baru kita mulai di Oktober (2025). Dan sebenarnya batch ketiga (Program Magang Nasional tahun 2025) sendiri baru bakal selesai di bulan Mei," jelasnya.

(dce)

Add as a preferred
source on Google

[Gambas:Video CNBC]

Selengkapnya
Sumber CNBC Indonesia News
CNBC Indonesia News