Lula Kecam Trump Karena Campuri Urusan dalam Negerinya

Sedang Trending 59 menit yang lalu
Lula Kecam Trump Karena Campuri Urusan dalam Negerinya Presiden Brasil Luiz Inacio Lula da Silva (kiri).(MetroTV.)

PRESIDEN Brasil Luiz Inacio Lula da Silva bakal menggunakan kesempatan saat Sidang Umum Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) mendatang di New York untuk memperingatkan Presiden Amerika Serikat Donald Trump secara langsung agar tidak mencampuri Pemilihan Presiden Brasil pada Oktober 2026.

Saat berpidato di depan ribuan pendukung saat kampanye di Ceilandia pada Kamis (17/9), Lula melemparkan kritik tajam terhadap pengaruh asing dan lawannya, Senator Flavio Bolsonaro, nan diduga mempunyai hubungan dekat dengan Gedung Putih.

“Pada Minggu pukul 10 pagi, saya bakal naik pesawat untuk menghadiri pertemuan PBB guna berbincang dengan Trump dan mengatakan kepadanya: jangan campuri Pemilu Brasil,” kata Lula menambahkan negaranya bukanlah koloni siapa pun.

"Brasil mau berdaulat, dipimpin oleh rakyat Brasil, dan membangun masa depannya dengan keringat dan darah rakyat Brasil,” ucapnya.

Lula dijadwalkan menyampaikan pidato pembukaan pada Sidang Umum PBB Selasa pekan depan, nan kemudian langsung dilanjutkan oleh Trump. Urutan tersebut kemungkinan bakal mempertemukan kedua pemimpin secara terbuka meskipun belum ada agenda pertemuan bilateral resmi.

Duta Besar Carlos Bicalho Cozendey, Sekretaris Urusan Politik Multilateral Kementerian Luar Negeri Brasil, mengonfirmasi bahwa meskipun belum ada rencana pertemuan bilateral khusus, kedua presiden diperkirakan bakal berjumpa di New York sebagaimana nan terjadi pada sidang tahun sebelumnya.

Ketegangan diplomatik antara Brasilia dan Washington meningkat pada beberapa bulan terakhir mengenai sengketa perdagangan nan belum terselesaikan, tekanan tarif, dan kebijakan keamanan.

Keadaan tersebut diperberat dengan support politik terbuka Trump terhadap mantan Presiden Jair Bolsonaro dan putra sulungnya, Flavio. Perseteruan politik itu terjadi ketika jajak pendapat terbaru menunjukkan persaingan nan sangat ketat. Survei AtlasIntel/Bloomberg nan dirilis pada Kamis menunjukkan Lula dan Flavio Bolsonaro secara statistik seri menjelang kemungkinan putaran kedua pada 25 Oktober.

Berdasarkan undang-undang Pemilu Brasil, jika tidak ada kandidat nan memperoleh lebih dari 50 persen bunyi sah pada putaran pertama 4 Oktober, dua kandidat dengan perolehan bunyi tertinggi bakal maju ke putaran kedua pada akhir bulan. (Ant/P-3)

Selengkapnya
Sumber Media Indonesia
Media Indonesia