Ketua Komite Percepatan Transformasi Digital Pemerintah (KPTDP) Jend. TNI (Purn) Luhut Binsar Pandjaitan meminta jejeran TNI, Polri, dan pemerintah wilayah mendukung program Perlindungan Sosial (Perlinsos) menjelang peluncuran digitalisasi perlindungan sosial secara nasional pada Oktober 2026.
Perluasan Agen Perlinsos krusial untuk memastikan jasa perlindungan sosial dapat menjangkau masyarakat nan membutuhkan.
“Kita minta dorongan teman-teman TNI, Polri, untuk memobilisasi para agen-agen bekerja sama dengan pemerintah daerah,” kata Luhut saat memimpin Rapat Koordinasi Pelaksanaan Percepatan Piloting Digitalization Perlinsos secara daring berbareng Kemensos dan para gubernur, Pangdam dan Kapolda wilayah Sumatra dan Jawa (Provinsi Banten, DKI Jakarta dan Yogyakarta) pada Jumat (18/9/2026).
Menurut Luhut, sekitar 4,8 juta family telah mendaftar melalui sistem perlindungan sosial. Pemerintah menargetkan jumlah family nan mendaftar mencapai 40-50 juta hingga akhir tahun.
“Kita berambisi kelak waktu Presiden launching bulan Oktober, sebanyak mungkin kabupaten sudah bisa masuk,” kata dia.
Untuk mengejar sasaran tersebut, Luhut meminta gubernur dan jejeran pemerintah wilayah menyebarluaskan info pendaftaran Agen Perlinsos melalui seluruh jaringan pemerintahan. Ia juga meminta Pangdam dan Kapolda mendorong personel di wilayah masing-masing, khususnya Babinsa dan Bhabinkamtibmas, untuk menjadi pemasok dan membantu masyarakat di wilayah tugas masing-masing.
Luhut menegaskan Agen Perlinsos tidak menentukan kepantasan seseorang untuk menerima support sosial. Agen hanya membantu masyarakat mengakses jasa pendaftaran.
“Kelayakan tetap diperiksa oleh sistem nan terhubung dengan beragam sumber info pemerintah,” katanya.
Menurut Luhut, ekspansi jumlah Agen Perlinsos bakal semakin mendekatkan jasa kepada masyarakat.
“Semakin banyak agen, semakin inklusif pendaftarannya. Semakin dekat jasa kepada rakyat. Dan semakin kuat suasana keadilan nan kita bangun bersama,” sambung Luhut.
Pernyataan serupa disampaikan Menteri Sosial Saifullah Yusuf (Gus Ipul). Dia mengatakan digitalisasi perlindungan sosial diperlukan untuk memperkuat kecermatan info dan memastikan support tepat sasaran.
Menurut Gus Ipul, proses manual tidak lagi dapat diandalkan sepenuhnya lantaran memerlukan waktu dan sumber daya nan lebih besar. Digitalisasi juga diharapkan mengurangi exclusion error, ialah kondisi ketika family nan semestinya menerima support tetapi belum masuk sebagai penerima.
“Bapak Presiden menugaskan Pak Luhut berbareng kita semua sebagai personil untuk mempercepat penyelenggaraan digitalisasi bansos. Karena tidak mungkin kita mengandalkan dengan cara-cara manual lagi. Di samping tidak efisien, memerlukan waktu nan cukup lama,” kata Gus Ipul.
Untuk mendukung proses tersebut, masyarakat nan memerlukan perlindungan sosial didorong mendaftarkan diri melalui portal nan telah disediakan. Upaya memperluas pendaftaran tersebut dikemas melalui Gerakan Nasional Peduli Tetangga. Melalui aktivitas ini, Agen Perlinsos diharapkan membantu masyarakat di lingkungan terdekat nan mereka kenal dan mengenal pemasok tersebut.
“Kita harapkan nan didaftarkan itu adalah orang nan kenal pemasok Perlinsos. Artinya kita mau memastikan bahwa pemasok perlinsos dan nan didaftarkan itu saling mengenal. Untuk memastikan bahwa ini tidak disalahgunakan oleh agen-agen perlinsos,” jelasnya.
Gus Ipul mengatakan keberadaan pemasok diperlukan lantaran belum semua masyarakat dapat menggunakan jasa digital secara mandiri. Sebagian tidak mempunyai telepon pintar, sementara sebagian lainnya mempunyai perangkat tetapi belum bisa menggunakannya.
la menyebut jumlah Agen Perlinsos telah mencapai sekitar 196 ribu orang. Ia berambisi jumlah tersebut terus bertambah sehingga masyarakat nan membutuhkan, termasuk family miskin, miskin ekstrem, golongan rentan, dan masyarakat berkebutuhan khusus, dapat lebih mudah mengakses jasa perlindungan sosial.
Gus Ipul menegaskan Agen Perlinsos merupakan relawan nan tidak menerima honor. Agen juga tidak diperbolehkan memungut biaya maupun memanipulasi info masyarakat.
“Agen adalah relawan, tidak dibayar, dan tidak boleh memungut upah, tidak boleh memanipulasi data. Tugasnya hanya membawa data-data itu masuk dalam sistem digital kita,” ujarnya.
Gus Ipul mencontohkan pemutakhiran info seorang penduduk berjulukan Sri Dwi Rianti di Bogor. Saat mendaftar, dia dinyatakan belum memenuhi kriteria berasas desil. Setelah mengusulkan sanggahan dan melengkapi info nan diperlukan, statusnya berubah setelah info diperbarui dalam sistem. Perubahan status tersebut terjadi sekitar 11 menit setelah pemutakhiran info dilakukan.
“Ini sekadar contoh saja bahwa juga tidak memerlukan waktu lama jika kita mencukupi seluruh data-data nan diperlukan,” katanya.
Pada kesempatan tersebut, Gus Ipul membujuk pemerintah daerah, TNI, dan Polri bersama-sama memperluas jumlah Agen Perlinsos sekaligus membantu menemukan masyarakat nan memerlukan perlindungan sosial.
“Kami minta dukungan, support Bapak-Ibu sekalian, khususnya Kapolda, Pangdam, dan seluruh jejeran pemda. Mari bersama-sama gandeng tangan untuk mensosialisasikan digitalisasi bansos dan membujuk relawan-relawan untuk menjadi Agen Perlinsos,” pungkasnya.
Sebagai info berikut Cara Mendaftar menjadi Agen Perlinsos:
1. Pastikan mempunyai Identitas Kependudukan Digital (IKD).
2. Buka Portal Perlinsos Digital Agen di agent-perlinsos.kemensos.go.id.
3. Klik “Daftar Menjadi Agen”.
4. Lengkapi info diri dan lakukan verifikasi wajah.
5. Setujui Pernyataan Komitmen Agen.
6. Selesai. Setelah seluruh tahapan dilakukan, Anda resmi menjadi Agen Perlinsos.
1 jam yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·