Lubang Hitam Supermasif Ternyata Tempat Kelahiran Jutaan Planet Besar

Sedang Trending 1 bulan yang lalu
Lubang Hitam Supermasif Ternyata Tempat Kelahiran Jutaan Planet Besar (Dok NASA, ESA, Leah Hustak (STScI))

SELAMA ini, lubang hitam supermasif dikenal sebagai monster kosmik yang melahap apa pun di sekitarnya, mulai dari gas, debu, hingga bintang nan melintas terlalu dekat. Namun, studi terbaru nan diterbitkan dalam server pracetak arXiv (Mei 2026) menunjukkan bahwa reputasi menyeramkan tersebut mungkin perlu ditinjau ulang.

Penelitian tersebut mengungkapkan bahwa lingkungan ekstrem di sekitar lubang hitam supermasif nan terletak di pusat galaksi aktif (Active Galactic Nuclei alias AGN) justru bisa menjadi tempat kelahiran bagi jutaan planet baru.

Pembibitan Planet nan Tersembunyi

Secara tradisional, intelektual meyakini bahwa pembentukan planet terjadi di dalam piringan gas dan debu nan berputar di sekitar bintang muda. Namun, piringan serupa dalam jenis raksasa juga ditemukan mengelilingi lubang hitam supermasif.

Barry McKernan dari City University of New York berbareng timnya menemukan bahwa bagian tepi luar dari piringan lubang hitam ini, nan disebut torus, mempunyai suhu dan kondisi nan sangat mirip dengan piringan pembentuk planet di sekitar bintang. Kondisi ini memungkinkan debu kosmik memperkuat cukup lama untuk menggumpal dan akhirnya membentuk planet.

Data Riset: Tim peneliti memasukkan info suhu dan gas ke dalam model komputer piringan lubang hitam termagnetisasi untuk menghitung kecepatan penggumpalan debu dan perkiraan ukuran akhir planet nan terbentuk.

Populasi Planet Terbesar di Alam Semesta

Berdasarkan pemodelan tersebut, planet tidak hanya bisa terbentuk di lingkungan ekstrem ini, tetapi juga muncul dalam jumlah nan sangat masif. "Model perkiraan kami menunjukkan bahwa torus debu pada AGN menampung populasi planet terbesar di alam semesta," tulis para peneliti dalam makalah tersebut.

Temuan ini juga menyoroti beberapa kebenaran unik mengenai planet-planet di sekitar lubang hitam:

  • Pertumbuhan Super Cepat: Gravitasi nan intens dan material nan padat di lingkungan AGN memungkinkan planet muda menambah massa jauh lebih sigap dibandingkan planet nan lahir di sekitar bintang biasa.
  • Ukuran Raksasa: Planet-planet ini berpotensi tumbuh jauh lebih besar dari Bumi, apalagi melampaui ukuran Jupiter.
  • Evolusi Menjadi Bintang: Beberapa bumi baru ini dapat menyerap begitu banyak gas dan debu sehingga massanya mencapai skala massa bintang, menciptakan jalur baru bagi pembentukan bintang melalui akresi inti.

Objek Eksotis dan Tantangan Observasi

Selain planet konvensional, makalah tersebut memprediksi ada pembentukan objek masif eksotis nan sebagian besar terdiri dari debu, sesuatu nan tidak pernah ditemukan dalam sistem planet di sekitar bintang biasa.

Meskipun penelitian ini memberikan perspektif revolusioner bagi bumi astronomi, para intelektual mengakui bahwa pendapat ini tetap memerlukan bukti observasi langsung untuk mendukung model teoritis nan telah disusun. Jika terbukti, lubang hitam supermasif tidak lagi hanya dipandang sebagai penghancur, melainkan juga sebagai arsitek besar di alam semesta. (Phys.org/I-2)

Selengkapnya
Sumber Media Indonesia
Media Indonesia