
Menteri ESDM Bahlil (Foto: Okezone)
JAKARTA - Pemerintah mengungkapkan ketergantungan Indonesia terhadap impor liquefied petroleum gas (LPG) tetap cukup tinggi, mencapai sekitar 70 persen dari total kebutuhan nasional. Di tengah ketidakpastian geopolitik global, masyarakat diminta berkedudukan aktif dalam menjaga ketahanan daya dengan menggunakan daya secara bijak.
Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia menyampaikan, meski sebagian besar pasokan LPG tetap berasal dari luar negeri, kondisi pengedaran dan kesiapan saat ini tetap terjaga dengan baik, termasuk selama periode arus mudik dan arus kembali Lebaran 2026.
"Contoh katakanlah jika masak pakai LPG, jika sudah masak, sudah. Jangan boros. Ini kita betul-betul minta support rakyat dalam memakai daya nan bijaksana," ujar Bahlil saat melakukan peninjauan di Solo, Kamis (26/3/2026).
Menurutnya, pemerintah terus bekerja keras memastikan pasokan daya tetap stabil di tengah tekanan global, termasuk akibat bentrok geopolitik di Timur Tengah nan berpotensi mengganggu rantai pasok daya dunia. Selain mengamankan suplai dari beragam negara, pemerintah juga mengoptimalkan sumber daya domestik guna mengurangi ketergantungan impor.
Namun demikian, Bahlil menekankan bahwa upaya pemerintah tidak bakal optimal tanpa support masyarakat. Ia mengimbau agar penggunaan energi, khususnya LPG rumah tangga, dilakukan secara efisien dan tidak berlebihan.
4 bulan yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·