Lomba Sihir dan Cerita Generasi yang Tumbuh Bersama Perubahan Zaman

Sedang Trending 55 menit yang lalu
Penampilan Lomba Sihir dalam rangkaian Styles Land. Foto: Istimewa

Lomba Sihir membawa warna musik dan cerita generasi muda dalam penampilannya di Lippo Mall Kemang, Jakarta. Kehadiran mereka menjadi bagian dari ruang imajinatif nan mempertemukan musik, komunitas, dan beragam corak ekspresi generasi masa kini.

Penampilan Lomba Sihir terasa relevan dengan karakter musik mereka nan cukup beragam. Grup nan beranggotakan Natasha Udu (vokal), Rayhan Noor (vokal-gitar), Enrico Octaviano (drum), Tristan Juliano (kibor), dan Hindia (vokal) tersebut dikenal mengeksplorasi beragam warna, mulai dari pop, rock, country hingga EDM.

Namun, bukan hanya aliran nan menjadi kekuatan Lomba Sihir. Lirik-lirik mereka banyak terinspirasi dari percakapan dan pengalaman kehidupan para personelnya. Karena itu, beragam cerita nan dibawa melalui lagu terasa dekat dengan kehidupan generasi muda.

Perjalanan tersebut mulai dibangun lewat album perdana Selamat Datang di Ujung Dunia pada 2021. Album ini banyak terinspirasi dari pengalaman memperkuat hidup di Jakarta.

Lomba Sihir rilis lagu Di Seberang. Foto: Dok. Istimewa

Empat tahun kemudian, Lomba Sihir kembali memperlihatkan sisi individual mereka melalui album Obrolan Jam 3 Pagi nan dirilis pada 2025. Kali ini, mereka mengeksplorasi tema seperti cinta, kehilangan, harapan, dan penyesalan.

Perubahan tema tersebut juga memperlihatkan gimana musik Lomba Sihir ikut tumbuh berbareng pengalaman para personelnya. Mereka tidak terpaku pada satu formula, tetapi membiarkan setiap karya membawa cerita dan karakter masing-masing.

Musik Bertemu Ruang Kreatif

Penampilan Lomba Sihir kali ini berjalan dalam rangkaian Styles LAND nan digelar di Lippo Mall Kemang sejak 7 Agustus 2026. Ruang tersebut dirancang untuk membawa pengalaman Styles dari bumi digital ke bumi nyata melalui pertemuan antara musik, kreativitas, komunitas, dan lifestyle.

Wakil Menteri Ekonomi Kreatif Irene Umar turut datang dalam aktivitas tersebut. Kehadirannya menjadi corak support terhadap ruang nan membuka kesempatan bagi musisi, kreator, komunitas, dan pelaku industri imajinatif untuk berinteraksi lebih dekat dengan masyarakat.

Chief Marketing Officer Lippo Malls Indonesia Santiwati Basuki mengatakan kehadiran Lomba Sihir sejalan dengan semangat menghadirkan beragam corak produktivitas dalam satu pengalaman.

“Kehadiran Lomba Sihir sangat relevan dengan semangat tersebut lantaran mereka bukan hanya menghadirkan musik, tetapi juga membawa cerita, karakter, dan organisasi nan kuat,” ujar Santiwati.

Penampilan Lomba Sihir dalam rangkaian Styles Land. Foto: Istimewa

Menurut Santiwati, support terhadap ruang imajinatif juga dapat membuka kesempatan nan lebih luas bagi para pelaku ekonomi imajinatif untuk memperkenalkan karya mereka kepada masyarakat.

Pada akhirnya, kehadiran Lomba Sihir di ruang tersebut bukan hanya menjadi pagelaran musik. Cerita nan mereka bawa melalui lagu turut memperlihatkan gimana musik dapat menjadi bagian dari percakapan generasi muda, tentang kehidupan, hubungan, kegelisahan, hingga beragam pengalaman nan mereka hadapi sehari-hari.

Dengan musik nan terus berkembang mengikuti pengalaman para personelnya, Lomba Sihir pun menunjukkan bahwa sebuah karya bisa menjadi gambaran dari era sekaligus ruang untuk berbagi cerita dengan pendengarnya.

Selengkapnya
Sumber Kumparan
Kumparan