Pemadaman listrik bergilir nan terjadi di sejumlah wilayah Pulau Jawa membikin banyak orang tua, terutama ibu menyusui, cemas dengan keamanan stok ASI perah nan disimpan di lemari es alias freezer.
Dokter Spesialis Anak, dr. Aisya Fikritama, Sp.A, menjelaskan bahwa saat terjadi pemadaman listrik, perihal terpenting nan perlu dilakukan adalah menjaga suhu penyimpanan ASI tetap dingin selama mungkin.
Ini Cara Menyelamatkan Stok ASI Saat Listrik Padam
1. Hindari Sering Membuka Freezer dan Kulkas
Menurut dr. Aisya, selama listrik padam, pintu lemari es alias freezer sebaiknya tidak sering dibuka dan ditutup. Hal ini bermaksud agar suhu dingin di dalamnya dapat memperkuat lebih lama.
"Selama pintunya tetap tertutup, jadinya suhunya bisa terjaga,” ucap dr. Aisya kepada kumparanMOM, Minggu (21/6).
ASI nan disimpan di freezer juga sebaiknya tetap dibiarkan berada di dalam freezer. Dalam kondisi penuh, freezer umumnya bisa mempertahankan suhu dingin hingga sekitar 48 jam. Sementara freezer nan tidak penuh biasanya dapat menjaga suhu selama sekitar 24 jam.
2. Pindahkan ke Cooler Bag Jika Pemadaman Berlangsung Lama
Apabila pemadaman berjalan cukup lama, dr. Aisya menyarankan agar ASI dipindahkan ke cooler bag alias cool box nan dilengkapi ice gel maupun ice pack.
Idealnya, suhu penyimpanan tetap berada di bawah 4 derajat Celsius. Untuk memastikannya, orang tua dapat menggunakan termometer unik nan biasa digunakan untuk mengukur suhu lemari es alias cooler bag.
Dengan begitu, kondisi suhu penyimpanan ASI dapat terus dipantau selama listrik belum kembali normal.
3. Kenali ASI nan Masih Aman Digunakan
Dr. Aisya menjelaskan bahwa ASI nan tetap mempunyai kristal es meski sebagian sudah mencair tetap dapat dibekukan kembali. Namun, kondisi berbeda bertindak jika ASI sudah mencair sepenuhnya dan berada pada suhu ruang terlalu lama.
"Tapi jika ASI-nya sudah mencair seluruhnya dan berada pada suhu ruang Lebih dari 2 jam sebaiknya tidak diberikan lagi ke bayi,” tegasnya.
Hal ini lantaran semakin lama ASI berada pada suhu ruang, semakin tinggi akibat pertumbuhan kuman nan dapat menurunkan kualitas dan keamanannya.
4. Jangan Lupa Beri Label pada Kantong ASI
Selain menjaga suhu penyimpanan, ibu juga dianjurkan untuk selalu memberikan label tanggal dan jam pemerahan pada setiap kantong ASI.
Langkah ini memudahkan penggunaan ASI dengan prinsip FIFO (first in, first out), ialah menggunakan ASI nan diperah lebih dulu sebelum stok nan lebih baru.
Apabila terjadi pemadaman listrik dalam waktu nan sangat lama alias orang tua tetap ragu mengenai keamanan ASI nan tersimpan, dr. Aisya menyarankan untuk berkonsultasi dengan dokter.
“Jadi jika mau menentukan ASI-nya tetap kondusif alias nggak, selama ada nggaknya listrik nan krusial kita pastikan suhu penyempenya itu tetap terjaga,” pungkas dr. Aisya.
1 jam yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·