Lima Orang Tewas dalam Serangan Israel ke Lebanon Selatan, Dua Anak-Anak

Sedang Trending 1 jam yang lalu
Israel serang Lebanon Selatan pada Sabtu (16/5). Foto: AFP

Kementerian Kesehatan Lebanon, pada Minggu (17/4), mengatakan bahwa serangan terbaru Israel di wilayah selatan negara itu menewaskan lima orang, termasuk dua anak-anak, meski gencatan senjata tetap berlangsung.

Dilansir dari AFP, Kementerian tersebut merilis “data awal” mengenai serangan, dengan tiga orang tewas di Kota Tayr Felsay, termasuk seorang anak-anak. Sementara itu, dua orang lainnya tewas di Kota Tayr Debba, termasuk satu anak-anak lainnya.

Kementerian juga menyebut bahwa 11 orang terluka dalam serangan tersebut.

Sebelumnya, Israel melancarkan serangkaian serangan udara besar-besaran ke Lebanon Selatan pada Sabtu (16/5), meskipun gencatan senjata antara kedua negara telah diperpanjang.

Israel mengatakan serangan tersebut menargetkan Hezbollah, tetapi sebelum serangan dilakukan, peringatan pemindahan telah dikeluarkan untuk sembilan desa.

Dilansir dari AFP, instansi buletin pemerintah Lebanon, National News Agency (NNA), melaporkan serangan terjadi di lebih dari dua lusin desa pada Sabtu (16/5), termasuk satu letak nan berjarak lebih dari 50 kilometer dari perbatasan.

NNA juga melaporkan gelombang baru pengungsian penduduk menuju kota Sidon di selatan dan ibu kota Beirut.

Perpanjangan Gencatan Senjata

Diketahui, Amerika Serikat (AS) mengumumkan perpanjangan masa gencatan senjata antara Israel dengan Lebanon selama 45 hari ke depan. Gencatan senjata ini berlanjut, padahal kedua negara tersebut tetap kerap melancarkan serangan.

"Gencatan senjata pada 16 April bakal diperpanjang selama 45 hari untuk memungkinkan kemajuan lebih lanjut," kata ahli bicara Departemen Luar Negeri AS, Tommy Pigott, dikutip AFP, Jumat (15/5).

Dia mengatakan, Departemen Luar Negeri AS juga bakal mengadakan negosiasi untuk mencapai kesepakatan permanen pada 2-3 Juni mendatang. Para delegasi militer dari masing-masing negara bakal dikumpulkan sejak 29 Mei.

"Kami berambisi obrolan ini bakal memajukan perdamaian kekal antara kedua negara, pengakuan penuh atas kedaulatan dan integritas wilayah masing-masing, serta membangun keamanan sejati di sepanjang perbatasan berbareng mereka," kata Pigott.

Gencatan senjata antara Israel dengan Lebanon semestinya berhujung pada Minggu (17/5).

Kini, Amerika Serikat, Israel, dan Lebanon menganggap gencatan senjata telah bertindak meskipun serangan terus berlanjut. Israel kembali membombardir sasaran di Lebanon selama perundingan berlangsung.

Adapun Lebanon terseret ke dalam perang Timur Tengah pada 2 Maret ketika Hizbullah menembakkan roket ke Israel sebagai jawaban atas pembunuhan pemimpin tertinggi Iran, Ali Khamenei.

Serangan Israel sejak saat itu telah menewaskan lebih dari 2.900 orang di Lebanon, termasuk lebih dari 400 orang sejak gencatan senjata diberlakukan, menurut pihak berkuasa Lebanon.

Selengkapnya
Sumber Kumparan
Kumparan