Lembata Fishing Tournament 2026 Resmi Dibuka, Peserta dari Indonesia, Australia hingga Timor Leste Ramaikan Kompetisi

Sedang Trending 2 bulan yang lalu
Lembata Fishing Tournament 2026 Resmi Dibuka, Peserta dari Indonesia, Australia hingga Timor Leste Ramaikan Kompetisi Ilustrasi(MI/ALEXANDER P TAUM)

PEMERINTAH Kabupaten Lembata, Nusa Tenggara Timur, resmi membuka arena Lembata Fishing Tournament 2026 pada Sabtu, 24 Mei 2026. Kegiatan nan mengusung tagline “Strike Bersama, Tingkatkan Persaudaraan dari Lembata untuk Indonesia dan Dunia” itu menjadi arena promosi wisata bahari sekaligus mempererat persaudaraan antar peserta dari beragam wilayah dan negara.

Ketua panitia, Heri Tanatawa, mengatakan potensi bahari Lembata sangat mendukung penyelenggaraan turnamen mancing berskala internasional. 

Menurutnya, kondisi arus laut selama penyelenggaraan lomba juga cukup bersahabat. “Karakteristik laut di Lembata sangat mumpuni untuk turnamen seperti ini. Hari ini dan besok arus laut diprediksi flat dan berkawan bagi peserta,” ujarnya.

Peserta nan mengikuti turnamen berasal dari beragam wilayah seperti Selayar, Bali, dan Surabaya, serta dari luar negeri seperti Australia, Timor Leste, dan Malaysia. 

Turnamen berjalan selama dua hari dan tahun ini diikuti 18 tim dari sasaran awal sebanyak 50 tim. Panitia mengakui jumlah peserta belum maksimal akibat hambatan transportasi dan tingginya biaya perjalanan menuju Lembata.

Namun demikian, mereka optimistis jumlah peserta bakal meningkat pada penyelenggaraan tahun berikutnya.

Total bingkisan pada aktivitas ini mencapai Rp181 juta nan berasal dari APBD, sponsorship, dan support para simpatisan nan peduli terhadap pengembangan pariwisata dan olahraga mancing di Lembata.

Panitia menyediakan bingkisan cukup besar bagi para pemenang. Juara pertama bakal memperoleh Rp75 juta, juara kedua Rp50 juta, dan juara ketiga Rp35 juta.

Selain itu terdapat kategori total tangkapan ikan terbaik senilai Rp7 juta, jenis terbaik Rp7 juta, serta penghargaan kapten terbaik.

Bupati Lembata, Petrus Kanisius Tuaq, dalam sambutannya menyampaikan ucapan selamat datang kepada seluruh peserta, termasuk rombongan dari Timor Leste, Malaysia dan Australia. 

“Welcome to Lembata. Obrigado barak buat teman-teman dari Timor Leste,” ucapnya.

Ia juga menyampaikan apresiasi kepada panitia, OPD terkait, Dinas Perikanan, Dinas Pariwisata, serta Ibu Ica nan dinilai berkedudukan besar dalam penyelenggaraan aktivitas tersebut.

Menurut Bupati, lomba mancing bukan sekadar hobi, tetapi juga sarana mempererat tali persaudaraan, menjunjung sportivitas, sekaligus menggerakkan ekonomi masyarakat lokal.

“Kami punya empat gunung nan indah, tradisi penangkapan ikan paus, Lewolein, Pantai Paheng Waq, dan air terjun nan indah. Sebarluaskan keelokan Lembata kepada dunia,” katanya.

Ia juga mengingatkan seluruh peserta agar menjaga kebersihan laut dan mengutamakan keselamatan selama perlombaan berlangsung.

“Jaga laut kami saat berlomba, jaga keselamatan, dan selamat berlomba. Enjoy it,” pesannya.

Dalam sesi konvensi pers, Bupati menyebut dirinya berterima kasih lantaran aktivitas nan dipersiapkan dalam waktu singkat itu bisa menghadirkan peserta dari tiga negara. 

Ia berambisi Piala Bergilir Bupati Lembata dapat menjadi daya tarik tahunan untuk memperkenalkan potensi daerah.

“Kita mau menyampaikan kepada bumi bahwa Lembata itu bagus dan ikannya banyak. Semakin banyak orang mengenal Lembata, semakin baik untuk wilayah ini,” ujarnya.

Salah satu peserta asal Sydney, James, mengaku baru pertama kali mengikuti turnamen mancing di Lembata. Ia menilai pengalaman memancing di wilayah timur Indonesia sangat menarik.

“Indonesia memang cukup mahal, tetapi transportasi bukan masalah besar. Tidak susah untuk datang ke sini,” katanya.

Sementara itu, salah satu Sponsor Ibu Ica, owner Engler Nekat Bali, mengungkapkan buahpikiran penyelenggaraan turnamen berasal dari kegemarannya memancing. Ia menyebut perairan Lembata mempunyai potensi ikan berukuran besar nan luar biasa.

“Monster ikan di Lembata sangat luar biasa. Itu nan membikin kami percaya turnamen ini layak dikembangkan,” ujarnya. (H-2)

Selengkapnya
Sumber Media Indonesia
Media Indonesia