Lelucon Buah Melon Buat Anthony Albanese Dikritik

Sedang Trending 1 jam yang lalu
Lelucon Buah Melon Buat Anthony Albanese Dikritik PM Australia Anthony Albanese.(AFP)

PERDANA Menteri (PM) Australia Anthony Albanese memicu kontroversi akibat percakapannya dengan seorang pembawa aktivitas siniar soal buah melon nan diberikan PM Jepang Sanae Takaichi dalam kunjungannya ke Australia pada Mei lalu.

Komentar Albanese dalam siniar nan dipublikasikan pada 3 Juli itu dinilai tidak sopan dan mengandung sindiran seksual. Dalam video tersebut, Albanese mengatakan Takaichi telah membawa "beberapa buah melon" sembari membikin gestur kedua tangannya di dada.

Sebagai balasannya, pembawa aktivitas siniar itu berseloroh bahwa Takaichi datang dengan penampilan seperti Pamela Anderson, merujuk pada aktris serial Baywatch. "Dia membawa dua (melon) dan keduanya indah," kata Albanese menanggapi pembawa aktivitas itu.

Surat kabar The Australian melaporkan komentar Albanese itu secara luas ditafsirkan sebagai referensi terhadap bagian tubuh Takaichi. Para personil parlemen dari pihak oposisi pun telah mendesak Albanese untuk secara resmi meminta maaf kepada Takaichi.

Seorang personil parlemen Australia dari partai oposisi telah menanyai Albanese pada Selasa (11/8) mengenai apakah perdana menteri itu bakal meminta maaf atas komentar kasar dan tidak beretika tentang perempuan.

"Saya menolak tuduhan nan tercantum dalam pertanyaan tersebut," kata Albanese.

Sementara itu, instansi buletin milik Pemerintah Australia, ABC, Rabu (12/8), melaporkan bahwa Duta Besar Jepang untuk Australia Kazuhiro Suzuki mengatakan Pemerintah Jepang menyadari adanya pemberitaan media mengenai isi siniar tersebut.

"Kami telah mendapat info dari pihak Australia bahwa PM Albanese tidak menyampaikan pernyataan tersebut sebagaimana nan dilaporkan," kata Suzuki dalam sebuah pernyataan nan dikutip ABC.

Laporan itu mengatakan bahwa jamuan makan malam nan digelar Albanese selama kunjungan Takaichi telah berjalan dalam suasana sangat santai. Jepang pun meyakini perihal itu membantu membangun hubungan kepercayaan pribadi antara kedua pemimpin tersebut. Di Jepang sendiri, buah melon nan berbobot tinggi memang sering digunakan sebagai simbol bingkisan mewah. (Ant/P-3)

Selengkapnya
Sumber Media Indonesia
Media Indonesia