Anggota DPR RI Rajiv Minta Pemerintah Anggarkan Vaksin untuk Anak Gajah

Sedang Trending 59 menit yang lalu

Jakarta -

Anggota Komisi IV DPR RI, Rajiv menyoroti matinya gajah betina berumur di bawah tiga tahun dari induk Gajah Suci di Pusat Latihan Gajah (PLG) Saree, Aceh. Menurutnya, pemerintah kudu memberikan perhatian serius atas matinya anak gajah tersebut.

Berdasarkan diagnosa awal medis, peristiwa matinya anak gajah berjulukan Yuna itu diduga kuat akibat serangan elephant endotheliotropic herpesvirus (EEHV), jenis virus mematikan nan sangat rentan menyerang anak gajah.

"Ini kudu menjadi perhatian serius pemerintah. Jangan sampai kita hanya bertindak setelah ada gajah nan mati. Pencegahan dan perlindungan terhadap anak gajah kudu diperkuat," kata Rajiv melalui keterangannya, Rabu (12/8/2026).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Untuk itu, Rajiv mengingatkan Kementerian Kehutanan (Kemenhut) perlu memastikan langkah antisipasi terhadap EEHV dilakukan secara lebih sistematis, terutama di pusat-pusat konservasi dan kediaman nan menjadi tempat perlindungan gajah.

Rajiv mengungkapkan salah satu langkah nan perlu dipertimbangkan adalah support anggaran untuk pengadaan vaksin maupun kebutuhan medis nan berangkaian dengan pencegahan dan penanganan virus tersebut.

"Kalau memang vaksin alias langkah pencegahan terhadap virus ini dibutuhkan, Kementerian Kehutanan kudu mengalokasikan anggaran. Jangan sampai kebutuhan seperti ini tidak tersedia ketika ada anak gajah nan terjangkit," ujar Rajiv.

Anggota Fraksi Partai Nasdem ini menilai perlindungan terhadap satwa dilindungi tidak cukup hanya melalui pengamanan kediaman dan penindakan terhadap perburuan. Aspek kesehatan satwa juga kudu menjadi bagian krusial dari kebijakan konservasi.

Terlebih, lanjut dia, anak gajah mempunyai tingkat kerentanan nan tinggi terhadap penyakit tertentu sehingga diperlukan sistem pemantauan kesehatan nan lebih intensif.

"Konservasi itu bukan hanya menjaga hutannya, tetapi juga memastikan satwanya bisa memperkuat hidup. Kalau ada penyakit nan bisa menakut-nakuti anak gajah, pemerintah kudu punya sistem penemuan dan penanganan nan cepat," jelas dia.

Oleh lantaran itu, Rajiv meminta Kemenhut melakukan pertimbangan terhadap kondisi kesehatan gajah-gajah lain nan berada di sekitar PLG Saree untuk memastikan tidak terjadi penularan maupun kasus serupa.

"Jangan berakhir pada satu kasus. Gajah-gajah lainnya kudu diperiksa dan dipantau. Kita kudu memastikan apakah ada potensi penyebaran virus alias tidak," tegas Rajiv.

Menurutnya, kematian Yuna kudu menjadi momentum bagi pemerintah untuk memperkuat akomodasi kesehatan satwa, meningkatkan kapabilitas tenaga medis hewan, serta memastikan kesiapan obat dan kebutuhan penanganan penyakit di pusat-pusat konservasi.

"Perlindungan populasi gajah kudu dilakukan secara berkepanjangan mengingat satwa tersebut merupakan bagian krusial dari ekosistem dan termasuk satwa nan dilindungi. Jangan sampai kita kehilangan anak-anak gajah lantaran penyakit nan sebenarnya bisa kita antisipasi. Anggaran untuk kesehatan satwa kudu menjadi bagian dari prioritas konservasi," pungkasnya.

(prf/ega)

Selengkapnya
Sumber Detik News
Detik News