Legislator Kalbar Dorong Kerja Ekstra Padamkan Karhutla, Singgung Anggaran

Sedang Trending 24 menit yang lalu
Jakarta -

Anggota Komisi IV DPR Fraksi PKB Daniel Johan menilai upaya pemerintah untuk memadamkan api kebakaran rimba dan lahan (karhutla) di Pulau Kalimantan sudah maksimal. Namun, menurut Daniel, pemadaman api karhutla dibutuhkan kerja ekstra, anggaran, dan peralatan nan memadai.

"Pemerintah baik pusat dan wilayah tentu sudah maksimal mengerahkan seluruh tenaga dan upaya dalam melakukan penanganan. Namun, lantaran titik kebakaran sangat banyak dan kondisi sangat kering nan menyebabkan sulitnya mengatasi kebakaran. Apalagi terjadi di malam hari nan menjadi salah satu penyebab kesulitan dan menyebar sangat cepat," kata Daniel kepada wartawan, Minggu (23/8/2026).

Daniel menilai upaya pemadaman belum maksimal lantaran anggaran nan tidak cukup. Oleh karena itu, Daniel mendorong pemerintah tanggapan dalam mengambil keputusan untuk menentukan nasib status musibah karhutla di Kalimantan.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Meski sudah dilakukan upaya kebakaran nan melanda Kalimantan ini sangat besar, dan terlihat pemerintah belum maksimal terutama lantaran anggaran pemadaman nan tidak cukup. Karena itu, pemerintah kudu sigap mengambil keputusan dalam melakukan upaya ekstra salah satunya menetap status musibah kebakaran ini sebagai musibah nasional," ujarnya.

Legislator asal Kalimantan Barat (Kalbar) itu menilai penentuan status musibah dinilai bakal berakibat luas dan signifikan terhadap penanganan karhutla di Kalimantan. Hal tersebut dapat mendorong pengerahan perangkat nan mumpuni dan anggaran nan cukup.

"Agar apa? Agar seluruh upaya pemadaman dilakukan secara cepat, terutama mendatangkan perangkat pemadam nan efektif baik itu water boombing, menggunakan pesawat dengan cairan unsur nan membantu percepat pemadaman, serta upaya lain untuk menyiapkan APD bagi para pemadam lapangan. Kondisi saat ini sudah extraordinary, dampaknya sangat besar terutama bagi kesehatan masyarakat lantaran udara sudah sangat rawan bagi masyarakat, jangan sampai sudah menimbulkan banyak korban baru bertindak lebih lanjut," imbuhnya.

Presiden Prabowo Subianto sebelumnya memimpin rapat terbatas penanganan karhutla di Posko Satgas Udara, Lanud Supadio, Kalimantan Barat. Prabowo menegaskan kedatangannya untuk memandang keadaan nyata proses penanganan karhutla.

"Baik terima kasih Saudara-saudara sekalian. Saya datang untuk memandang keadaan setempat nan nyata," kata Prabowo membuka rapat, Sabtu (22/8).

Prabowo lampau meminta pejabat wilayah untuk melaporkan situasi terkini penanganan karhutla. "Sekarang saya minta siapa nan bisa kasih saya presentasi tentang situasi?" ujarnya.

Tenaga Ahli Kepala BNPB Brigjen Purnawirawan Asrianus Bulo lantas memberikan laporan. Ia menyebut berasas info satelit 24 jam terakhir ada 198 titik api dengan tingkat tinggi.

"Ini artinya dengan tingkat kepercayaan tinggi ada titik api dan asap nan terjadi di wilayah Kalimantan Barat," ujar Asrianus Bulo.

(rfs/dhn)

Selengkapnya
Sumber Detik News
Detik News