Ledakan Tambang Batu Bara Terburuk di Tiongkok, 82 Pekerja Tewas dan 2 Hilang

Sedang Trending 2 bulan yang lalu
Ledakan Tambang Batu Bara Terburuk di Tiongkok, 82 Pekerja Tewas dan 2 Hilang Sebuah ledakan gas di tambang batu bara Provinsi Shanxi, China, menewaskan sedikitnya 82 orang. Polisi telah mengamankan pihak pengelola tambang.(AFP)

TIM penyelamat darurat di Tiongkok bagian utara tengah melancarkan operasi besar-besaran pada hari Minggu untuk mencari dua orang nan tetap lenyap setelah kejadian ledakan gas di tambang batu bara. Tragedi mematikan tersebut dilaporkan telah menewaskan sedikitnya 82 pekerja.

Ledakan nan terjadi di poros tambang Liushenyu, Provinsi Shanxi, Jumat (22/5), menjadi musibah pertambangan terburuk di negara tersebut dalam nyaris dua dasawarsa terakhir. Menurut laporan media setempat, terdapat 247 pekerja nan sedang berada di bawah tanah saat ledakan terjadi.

Ratusan petugas penyelamat langsung dikerahkan ke letak kejadian. Hingga Sabtu malam, tim medis telah mengevakuasi 128 orang ke rumah sakit menggunakan ambulans dan tandu. Aparat kepolisian juga memblokade jalan menuju area tambang dan hanya mengizinkan kendaraan resmi untuk masuk.

Para petugas penyelamat nan mengenakan helm pelindung turun ke dalam poros tambang secara bergantian sepanjang malam demi mencari dua pekerja nan tersisa.

"Selama tetap ada harapan, kami bakal melakukan segala upaya nan memungkinkan," ujar salah satu petugas penyelamat kepada instansi buletin resmi Xinhua.

Investigasi Ledakan

Pemerintah Tiongkok sekarang telah meluncurkan investigasi mendalam mengenai ledakan ini. Melalui konvensi pers nan disiarkan stasiun televisi CCTV, pihak berkuasa menyatakan hasil temuan awal menunjukkan bahwa perusahaan pengelola tambang telah melakukan "pelanggaran terlarangan nan serius."

"Mereka nan terbukti bertanggung jawab bakal dihukum berat sesuai dengan norma dan peraturan nan berlaku," tegas pihak berwenang. Xinhua melaporkan bahwa seorang oknum nan bertanggung jawab atas perusahaan tersebut sekarang telah diamankan oleh kepolisian.

Tindak Aktivitas Ilegal

Menanggapi tragedi ini, Dewan Negara Tiongkok langsung memerintahkan tindakan tegas secara nasional terhadap aktivitas terlarangan di sektor pertambangan. Fokus penertiban meliputi pemalsuan info keselamatan, ketidakjelasan jumlah pekerja di bawah tanah, serta praktik perjanjian ilegal.

Seorang pekerja nan selamat, Wang Yong, menceritakan detik-detik mencekam saat kejadian terjadi. Ia mengaku tidak mendengar bunyi ledakan, melainkan mencium aroma belerang nan menyengat.

"Saya tidak mendengar bunyi apa pun sama sekali, tetapi kemudian kepulan asap muncul," kata Wang Yong kepada CCTV.

"Ketika saya menciumnya, itu adalah aroma belerang seperti saat orang-orang menyalakan petasan. Ketika asap turun, saya berteriak agar orang-orang berlari," kenangnya.

Wang Yong memandang rekan-rekannya sesak napas akibat asap sebelum akhirnya dia sendiri pingsan. Setelah sekitar satu jam, dia tersadar, membangunkan pekerja di sebelahnya, dan sukses keluar dari tambang.

Provinsi Shanxi merupakan salah satu wilayah pusat industri pertambangan batu bara di Tiongkok. Meski keselamatan tambang di negara tersebut dilaporkan terus membaik dalam beberapa dasawarsa terakhir, kecelakaan kerja tetap kerap terjadi akibat protokol keselamatan nan lenggang dan izin nan dinilai tidak jelas. (AFP/Z-2)

Selengkapnya
Sumber Media Indonesia
Media Indonesia