Terjadi ledakan gas di tambang batu bara Liushenyu, Kabupaten Qinyuan, Provinsi Shanxi, China utara, pada Jumat (22/5) malam waktu setempat. Hingga Sabtu (23/5), sedikitnya 82 orang tewas dan sembilan orang lenyap akibat kejadian tersebut.
Media pemerintah China, Xinhua, melaporkan ledakan terjadi saat ratusan pekerja sedang berada di bawah tanah. Dari total 247 pekerja nan bekerja ketika kejadian terjadi, sebagian sukses dievakuasi ke permukaan, sementara proses pencarian korban lainnya tetap berlangsung.
Awalnya, laporan menyebut delapan korban tewas dan lebih dari 200 pekerja sukses diselamatkan. Namun, penyebab lonjakan jumlah korban tersebut belum diketahui.
Presiden China, Xi Jinping, memerintahkan seluruh pihak mengenai untuk memaksimalkan upaya pengamanan dan penanganan korban luka. Ia juga meminta investigasi menyeluruh terhadap penyebab ledakan dilakukan secepatnya.
“Jangan menyia-nyiakan upaya dalam merawat korban luka dan melakukan operasi pencarian dan penyelamatan,” kata Xi, dikutip dari Reuters.
Ia juga menegaskan perlunya penyelidikan mendalam mengenai penyebab kecelakaan dan penerapan pertanggungjawaban norma secara ketat.
Sementara itu, Perdana Menteri China, Li Qiang, turut mengeluarkan petunjuk serupa. Ia meminta info mengenai kejadian disampaikan secara sigap dan jeli kepada publik, sekaligus menekankan pentingnya penegakan tanggung jawab terhadap pihak terkait.
Menurut otoritas manajemen darurat di Qinyuan, operasi pengamanan tetap terus dilakukan hingga saat ini. Sementara itu, penyebab pasti ledakan gas di tambang tersebut tetap dalam tahap investigasi.
Sejumlah pelaksana perusahaan pengelola tambang juga telah ditahan oleh abdi negara berkuasa menyusul tragedi tersebut.
Adapun China selama dua dasawarsa terakhir memperketat izin keselamatan tambang guna menekan nomor kecelakaan kerja, terutama nan dipicu ledakan gas dan banjir di area pertambangan.
Meski nomor kematian di sektor tambang batu bara telah menurun dibanding awal 2000-an, kejadian ini kembali menyoroti tingginya akibat keselamatan kerja di industri tersebut.
3 minggu yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·