Ledakan di Biak Jadi Alarm Keselamatan

Sedang Trending 1 bulan yang lalu
Ledakan di Biak Jadi Alarm Keselamatan ilustrasi(dok.MI)

WAKIL Ketua Komisi I DPR Dave Laksono menilai ledakan peledak sisa Perang Dunia II di Biak Numfor, Papua, kudu menjadi peringatan serius bahwa peninggalan bentrok masa lampau tetap menyimpan ancaman nyata bagi keselamatan masyarakat.

Menurut Dave, kejadian tersebut tidak bisa dipandang semata sebagai persoalan keamanan, melainkan momentum untuk memperkuat langkah mitigasi akibat di wilayah-wilayah nan mempunyai sejarah bentrok dan aktivitas militer pada masa lampau.

"Peristiwa ini menjadi pengingat bahwa warisan bentrok masa lampau tetap dapat menyimpan akibat keselamatan nan nyata bagi masyarakat, khususnya di wilayah-wilayah nan pada masa perang pernah menjadi medan pertempuran penting," kata Dave saat dihubungi, Rabu (3/6).

Ia menjelaskan, Indonesia mempunyai sejumlah area nan hingga sekarang tetap menyimpan peninggalan perang. Karena itu, pemerintah perlu memperkuat upaya pemetaan dan pendataan secara berkepanjangan terhadap lokasi-lokasi nan berpotensi menyimpan bahan peledak berbahaya.

Selain itu, Dave menekankan pentingnya membangun sistem penemuan dan penanganan nan lebih sistematis agar potensi ancaman dari amunisi alias bahan peledak nan tersisa dapat diantisipasi sejak dini.

Komisi I DPR, lanjutnya, mendorong pemerintah berbareng TNI, pemerintah daerah, dan lembaga mengenai untuk melakukan pertimbangan menyeluruh terhadap prosedur identifikasi, pengamanan, hingga pemusnahan bahan peledak nan ditemukan di lapangan.

"Kami mendorong pemerintah, TNI, pemerintah daerah, serta lembaga mengenai untuk melakukan pertimbangan menyeluruh terhadap prosedur identifikasi, pengamanan, dan pemusnahan bahan peledak rawan nan ditemukan di lapangan," ujarnya.

Di samping itu, Dave menilai edukasi kepada masyarakat juga perlu diperkuat. Sosialisasi dianggap krusial agar penduduk memahami langkah nan kudu dilakukan ketika menemukan barang nan dicurigai sebagai amunisi alias bahan peledak, ialah segera melaporkannya kepada abdi negara berkuasa dan tidak mencoba menanganinya sendiri.

Meski demikian, Dave optimistis pemerintah mempunyai kapabilitas nan memadai untuk menangani persoalan tersebut. Indonesia, kata dia, telah mempunyai pengalaman dan keahlian dalam penanganan bahan peledak rawan melalui satuan-satuan nan kompeten.

Ia meyakini pertimbangan nan dilakukan setelah kejadian di Biak bakal memperkuat koordinasi antarlembaga sekaligus meningkatkan standar keselamatan di daerah-daerah nan mempunyai sejarah bentrok alias aktivitas militer pada masa lalu.

Menurut Dave, konsentrasi utama saat ini adalah memastikan para korban mendapatkan penanganan nan optimal, mengungkap penyebab kejadian secara menyeluruh, serta menerapkan langkah-langkah pencegahan agar peristiwa serupa tidak kembali terjadi.

"Keselamatan masyarakat kudu menjadi prioritas utama dalam setiap tindak lanjut nan diambil pemerintah dan seluruh pemangku kepentingan," pungkasnya. (Mir/P-3)

Selengkapnya
Sumber Media Indonesia
Media Indonesia