ilustrasi(Magnific)
KEPADATAN tulang manusia rupanya mulai menurun lebih awal dari nan dibayangkan. Meski rekomendasi minum susu untuk menjaga kesehatan tulang sudah sangat familiar, pencegahan kerapuhan tulang di usia lanjut memerlukan asupan nutrisi nan lebih beragam.
Pakar kesehatan tulang dari University of Southampton, Profesor Kate Ward, menjelaskan bahwa rangka tubuh di masa tua sangat berjuntai pada persediaan massa tulang nan dibangun sejak masa kanak-kanak hingga dewasa muda. Setelah mencapai puncaknya, massa tulang bakal terus menurun seiring bertambahnya usia.
Saat ini, diperkirakan ada sekitar 500 juta orang di bumi nan menderita osteoporosis. Kondisi ini sering kali tidak menunjukkan indikasi hingga terjadi kasus patah tulang. Setiap tahunnya, terdapat lebih dari 10 juta kasus patah tulang panggul secara dunia pada golongan usia di atas 55 tahun.
"Secara historis, osteoporosis dianggap sebagai penyakit wanita lantaran lebih banyak laki-laki nan meninggal di usia 60-an akibat penyakit jantung. Kini laki-laki hidup lebih lama hingga berisiko mengalami osteoporosis," ujar Profesor Bess Dawson-Hughes dari Tufts University.
Sumber Nutrisi Penguat Tulang
Selain produk susu, keju, dan yogurt nan kaya bakal kalsium serta protein, terdapat sejumlah bahan makanan lain nan efektif menjaga kekuatan tulang:
- Olahan Kedelai: Tahu, edamame, dan tempe mengandung senyawa isoflavon nan menyerupai estrogen. Proses fermentasi pada tempe juga membantu tubuh menyerap kalsium secara lebih optimal.
- Biji Chia: Satu sendok makan biji chia mengandung 95 mg kalsium serta kaya bakal masam lemak omega-3 nan dapat meredakan peradangan pemicu pengikisan tulang.
- Buah Kering: Buah seperti buah ara (figs), aprikot, dan buah prun kaya bakal kalsium, magnesium, serta polifenol nan membantu memperlambat kerusakan tulang.
- Ikan Kaleng: Sardin dan salmon kaleng (beserta tulangnya) menyediakan kalsium, protein, dan vitamin D tinggi nan krusial untuk mempertahankan massa otot dan tulang.
"Tulang dan otot kudu dianggap sebagai satu kesatuan sistem. Jika Anda dapat mempertahankan kekuatan otot, Anda bakal menurunkan akibat jatuh dan mengurangi akibat patah tulang secara signifikan," tambah Dawson-Hughes.
Perlunya Suplemen Tambahan
Terkait konsumsi suplemen, para mahir menyarankan masyarakat untuk memprioritaskan makanan gizi seimbang terlebih dahulu. Suplemen kalsium alias vitamin D umumnya hanya dianjurkan bagi golongan rentan, lansia, alias perseorangan nan tidak mendapatkan kecukupan nutrisi dari pola makan harian mereka.
"Cara terbaik untuk menjaga kesehatan tulang kita adalah dengan mengonsumsi makanan nan sehat, seimbang, dan bervariasi," tutur Amelia Moore, peneliti dari Guy's Hospital Osteoporosis Unit di London, sembari menekankan pentingnya mengombinasikan pola makan tersebut dengan olahraga beban secara teratur. (BBC/Z-2)
English (US) ·
Indonesian (ID) ·