Lebih dari Sekadar Buah Tropis, Ini Rahasia Bromelain Nanas bagi Kesehatan

Sedang Trending 1 jam yang lalu
Lebih dari Sekadar Buah Tropis, Ini Rahasia Bromelain Nanas bagi Kesehatan Potensi senyawa bromelain dalam nanas.(Dok. Magnific)

BUAH nanas (Ananas comosus) sekarang tidak hanya dipandang sebagai buah tropis penyegar dahaga, tetapi juga sebagai subjek penelitian kesehatan nan menjanjikan. Kandungan senyawa bioaktif di dalamnya, terutama bromelain, dilaporkan mempunyai potensi terapeutik untuk beragam penyakit kronis seperti diabetes hingga gangguan jantung.

Potensi besar ini diulas dalam jurnal ilmiah berjudul “Therapeutic Application of Pineapple: A Review” nan dipublikasikan pada 2023 dalam Recent Advances in Food, Nutrition & Agriculture. Tim peneliti dari M.D. University, India, melakukan tinjauan mendalam terhadap ratusan literatur untuk memetakan faedah farmakologis dari buah bersisik ini.

Bromelain sebagai Agen Antiinflamasi

Fokus utama penelitian tertuju pada bromelain, golongan enzim proteolitik nan melimpah pada tanaman nanas. Senyawa ini dikenal mempunyai aktivitas antiinflamasi nan kuat. Dalam tinjauan tersebut, para peneliti membahas gimana bromelain dapat membantu meredakan kondisi peradangan, termasuk pada kasus arthritis.

Potensi untuk Diabetes dan Jantung

Selain peradangan, nanas tengah dikaji efektivitasnya dalam membantu penanganan glukosuria mellitus dan penyakit kardiovaskular. Kandungan nutrisi nanas nan kaya bakal vitamin C, kalium, unsur besi, serta senyawa aktif seperti flavonoid, polifenol, dan alkaloid, menjadi dasar kuat bagi para intelektual untuk mengeksplorasi akibat positifnya terhadap sistem metabolisme dan jantung.

Kajian pada Kanker dan Infeksi

Penelitian tersebut juga mencakup spektrum nan lebih luas, mulai dari potensi nanas dalam melawan sel kanker hingga jangkitan bakteri. Bahkan, literatur nan ditinjau menyentuh relevansi senyawa nanas terhadap penanganan asma, malaria, luka bakar, hingga studi mengenai Covid-19.

Meski menunjukkan hasil nan menarik, para peneliti menegaskan bahwa konsumsi nanas secara langsung tidak serta-merta dapat menggantikan pengobatan medis. Uji klinis lebih lanjut pada manusia tetap sangat diperlukan untuk memastikan dosis, keamanan, dan efektivitas senyawa bioaktif tersebut secara akurat.

Sebagai langkah bijak, masyarakat disarankan tetap menjadikan nanas sebagai bagian dari pola makan bergizi seimbang. Nanas kudu dipandang sebagai asupan nutrisi pendukung kesehatan, bukan sebagai obat utama untuk penyakit berat sebelum ada bukti klinis nan lebih kuat. (Z-10)

Selengkapnya
Sumber Media Indonesia
Media Indonesia