Lebih dari 16.000 SPPG Kantongi SLHS Jamin Keamanan Pangan

Sedang Trending 4 minggu yang lalu

Jakarta, CNBC Indonesia - Sebanyak 16.046 Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) telah mendapatkan Sertifikasi Laik Higiene Sanitasi (SLHS). Ini diungkapkan dalam laporan Progress Kinerja Badan Gizi Nasional (BGN), dan menjadi upaya penguatan tata kelola program pemerintah Makan Bergizi Gratis.

Jumlah tersebut adalah 55% dari total SPPG nan beraksi saat ini mencapai 29.225 unit di sejumlah wilayah Indonesia.

"16.046 SPPG telah mempunyai Sertifikasi Laik Higiene Sanitasi (SLHS) alias 55 persen dari total SPPG operasional," kata BGN dalam keterangan resminya, dikutip Minggu (24/5/2026).

Pemerintah juga terus melakukan percepatan pada proses sertifikasi pada ribuan SPPG lainnya.

Laporan itu juga menyebut sebanyak 2.646 SPPG tengah berporses publikasi SLHS. Untuk 10.533 SPPG dalam tahap persiapan pengajuan sertifikasi.

Pemerintah mulai menerapkan sistem legalisasi berjenjang pada SPPG tahun ini sebagai penguatan tata kelola keamanan pangan. Yakni mulai dari kategori Unggul (A), Sangat Baik (B), dan Baik (C).

Dalam laporan nan sama juga terdapat soal pengawasan SPPG nan mendapatkan surat peringatan (SP) dan penghentian sementara operasional alias suspend.

Dari info minggu ketiga Mei 2026, 1.152 unit berstatus suspend. SPPG dengan status tersebut tetap bisa kembali beraksi setelah melakukan perbaikan.

Sementara itu, untuk surat peringatan, SPPG bisa mendapatkan lantaran belum memenuhi standar infrastruktur, belum mempunyai Instalasi Pengolahan Air Limbah (IPAL), dan belum mendaftar SLHS.

"Per tanggal 19 Mei jumlah SPPG suspend 1.152 dan telah operasional kembali 3.429," tulis laporan tersebut.

(npb/luc)

Add logo_svg as a preferred
source on Google

[Gambas:Video CNBC]

Selengkapnya
Sumber CNBC Indonesia News
CNBC Indonesia News