Jakarta -
Pemerintah mempercepat proses pemulihan kondisi Nusa Tenggara Timur (NTT) pasca diguncang gempa. Gempa Magnitudo 7,7 melanda Pulau Flores, NTT, pada Sabtu kemarin.
Salah satunya, pemerintah menargetkan pemulihan akomodasi vital seperti jaringan listrik, air bersih, BBM, dan komunikasi dapat berfaedah normal secara terbatas dalam waktu tujuh hari. Hal ini diungkapkan langsung oleh Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Suharyanto.
Suharyanto menyiapkan 8 strategi unik untuk percepatan pemulihan akibat bencana. Pemulihan akomodasi vital merupakan poin ke enam strategi tersebut.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Demi mempercepat evakuasi, pemenuhan logistik, hingga pemulihan awal wilayah terdampak," kata Suharyanto dalam keterangan resmi Badan Komunikasi Pemerintah (Bakom), Minggu (16/8/2026).
Suharyanto mengatakan langkah nan pertama adalah dia meminta pemerintah wilayah di enam kabupaten terdampak parah, ialah Manggarai, Manggarai Timur, Ngada, Ende, Nagekeo, dan Sikka, serta Pemerintah Provinsi NTT untuk segera menerbitkan penetapan status darurat resmi.
Menurutnya kepastian status norma kedaruratan ini sangat vital agar BNPB, Kementerian Pekerjaan Umum (PU), dan lembaga mengenai mempunyai payung norma untuk menyalurkan support anggaran serta support teknis secara maksimal ke wilayah terdampak.
Sejalan dengan penetapan status tersebut, pada poin kedua dijelaskan percepatan pembentukan Pos Satuan Tugas (Posko) di tingkat kabupaten/kota hingga provinsi kudu dilakukan dengan mengoptimalkan peran unsur TNI-Polri sebagai komandan satgas.
Langkah ketiga, Suharyanto sebagai Kepala BNPB menyatakan bakal mengomandoi langsung pembentukan Posko Utama Pendampingan Nasional di Labuan Bajo dan Posko Taktis di Maumere. Pembagian dua titik wilayah operasi ini dirancang untuk menjangkau seluruh kabupaten terdampak di Flores bagian barat dan timur secara cepat, presisi, serta merata.
Kemudian, BNPB pada langkah keempat juga bakal mengoordinasikan pembukaan Posko Logistik Nasional di Halim Perdanakusuma, Jakarta. Pos penampungan terpusat ini bekerja menerima serta menyalurkan beragam jenis support dari kementerian, lembaga, BUMN, swasta, maupun masyarakat luas secara langsung menuju titik penerimaan di Flores melalui jalur udara.
Pada poin kelima, mengenai keselamatan warga, Suharyanto menginstruksikan seluruh tim campuran di bawah koordinasi Basarnas untuk memimpin pencarian dan pertolongan (SAR) hingga memastikan tidak ada lagi korban nan terjebak alias hilang. Operasi penyisiran reruntuhan ini terus dipacu berbareng unsur TNI, Polri, dan relawan sampai letak terdampak dinyatakan betul-betul aman.
Ke enam pemulihan akomodasi vital dikebut dalam 7 hari. Pihaknya juga meminta agar pendataan kerusakan rumah penduduk dilakukan secara paralel tanpa menunggu masa tanggap darurat selesai. Pendataan awal nan sigap sangat dibutuhkan agar skema pembangunan Hunian Sementara (Huntara) alias perbaikan rumah dapat langsung dieksekusi.
"Saya minta tidak usah menunggu sampai tanggap darurat selesai. Silakan mulai didata secara paralel. Begitu sudah jelas, segera kita tetapkan pembangunan, jangan sampai pendataan sekali lagi berlarut-larut," kata Suharyanto.
Lebih lanjut pada poin strategi ketujuh, Suharyanto mengoordinasikan pengerahan alutsista lintas lembaga, termasuk armada helikopter dan kapal laut milik TNI, Basarnas, serta BNPB. Seluruh alutsista udara dan laut ini difokuskan penuh untuk menembus titik-titik tersulit demi mengangkut bahan pangan, selimut, dan tenda pengungsian.
Poin terakhir pihaknya menginstruksikan pengoperasian Media Center resmi nan menggelar press briefing rutin setiap sore pukul 17.00 WITA. Kehadiran media center ini ditujukan untuk menyajikan pembaruan info secara transparan dari hari ke hari (day-to-day) sekaligus meredam simpang siur info dan disinformasi di tengah masyarakat.
(acd/acd)
1 jam yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·