Laporan Pentagon Ungkap Kerugian Besar AS akibat Serangan Iran

Sedang Trending 38 menit yang lalu
Laporan Pentagon Ungkap Kerugian Besar AS akibat Serangan Iran Rudal Iran ke Yordania.(Al Jazeera)

LAPORAN terbaru dari pengawas internal Departemen Pertahanan Amerika Serikat (Pentagon) mengungkap skala kerugian nan dialami Washington akibat serangan Iran selama bentrok berlangsung. Laporan nan dirilis pada Senin (14/9/2026) ini memberikan rincian resmi pertama mengenai kerusakan aset militer dan akomodasi diplomatik AS sejak akhir Februari hingga Juni 2026.

Dokumen tersebut mengungkapkan bahwa AS kehilangan puluhan pesawat, termasuk sedikitnya 30 drone MQ-9 Reaper, serta ratusan gedung dan struktur di beragam pangkalan militer di area Teluk. Temuan ini kontras dengan pernyataan publik sebelumnya nan sering kali mengeklaim bahwa sebagian besar serangan Iran sukses digagalkan.

Krisis Amunisi dan Bantahan Trump

Selain kerugian fisik, laporan Inspektur Jenderal Departemen Pertahanan mengakui ada halangan serius dalam rantai pasokan militer. AS dilaporkan mulai kehabisan stok amunisi utama dan menghadapi bottleneck logistik. Fakta ini bertentangan dengan klaim Presiden Donald Trump nan menyatakan bahwa AS memproduksi senjata lebih dahsyat dari kapan pun dalam sejarah dan mempunyai persediaan amunisi nan nyaris tidak terbatas.

Korban Jiwa dan Personel Militer

Berdasarkan info Pentagon, setidaknya 11 personel militer AS tewas dalam tindakan pertempuran (killed in action), sementara tujuh lain meninggal dalam kejadian nontempur. Berikut rincian letak jatuhnya korban akibat serangan Iran:

  • Pelabuhan Shuaiba, Kuwait (1 Maret): 6 personel tewas.
  • Arab Saudi (1 Maret): 1 personel tewas.
  • Pangkalan Udara Muwaffaq al-Salti, Yordania (17 Juli): 3 personel tewas.
  • Pangkalan Udara Erbil, Irak (19 Juli): 1 personel tewas.

Selain itu, sedikitnya 417 personel militer AS dilaporkan terluka hingga akhir Juni 2026.

Rincian Kerugian Pesawat Tempur dan Drone

Kerugian udara AS mencakup beragam jenis pesawat, mulai dari jet tempur canggih hingga pesawat pengintai tak berawak:

  • MQ-9 Reaper: Sebanyak 30 drone bersenjata ini hancur.
  • F-15E Strike Eagle: 4 unit hancur (3 akibat friendly fire di Kuwait, 1 ditembak jatuh di Iran).
  • KC-135 Stratotanker: 7 unit hancur alias rusak berat, termasuk satu kecelakaan di Irak nan menewaskan 6 kru.
  • MQ-4C Triton: 1 unit pesawat pengintai seharga Rp3,7 triliun (US$240 juta) jatuh pada April.
  • AH-64 Apache & Helikopter lainnya: Beberapa unit jatuh di Selat Hormuz dan Laut Arab.

Kerusakan Fasilitas Diplomatik dan Pangkalan

Serangan Iran juga berakibat pada prasarana darat di delapan negara, termasuk Kuwait, Bahrain, Qatar, Emirat Arab, Arab Saudi, Irak, Oman, dan Yordania. Pentagon mencatat ratusan gedung di instalasi militer rusak, meski rincian spesifik tiap letak tidak dibuka sepenuhnya.

Di sektor diplomatik, kerugian diperkirakan mencapai Rp2,8 triliun (US$184 juta). Fasilitas di Irak menjadi nan paling terdampak dengan lebih dari 600 serangan, mengakibatkan kerusakan pada Konsulat Jenderal di Erbil dan Kedutaan Besar di Baghdad dengan total kerugian mencapai Rp2,4 triliun (US$157 juta).

Masalah logistik juga mencuat. Centcom melaporkan kesulitan akses pelabuhan di negara tuan rumah, memaksa AS mengalihkan support logistik ke Diego Garcia nan memerlukan siklus transit laut hingga 18 hari. (Al Jazeera/I-2)

Selengkapnya
Sumber Media Indonesia
Media Indonesia