
Menteri ESDM Bahlil (Foto: Okezone)
JAKARTA - Pemerintah menyiapkan investasi besar senilai Rp239 triliun dalam proyek hilirisasi tahap lanjutan sebagai strategi untuk meningkatkan penerimaan negara, khususnya dari sektor mineral. Kebijakan ini menjadi bagian dari upaya memperkuat struktur Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) melalui optimasi nilai tambah sumber daya alam di dalam negeri.
Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia mengatakan, tambahan 13 proyek hilirisasi tersebut saat ini memasuki tahap finalisasi dan diharapkan segera melangkah dalam waktu dekat. Investasi besar ini melengkapi 20 proyek hilirisasi tahap pertama nan sebagian sudah memasuki tahap peletakan batu pertama (groundbreaking).
"Total investasinya kurang lebih sekitar Rp239 triliun dan bakal kita telaah finalisasi," ujar Bahlil usai berjumpa Presiden Prabowo Subianto di Hambalang, Bogor, Rabu (25/3/2026).
Menurut Bahlil, hilirisasi tidak hanya bermaksud meningkatkan kapabilitas industri dalam negeri, tetapi juga menjadi instrumen krusial untuk memperbesar penerimaan negara dari sektor mineral. Selama ini, Indonesia dinilai belum memperoleh nilai optimal lantaran tetap menjual bahan mentah dengan nilai relatif rendah.
Pemerintah sekarang mendorong perubahan paradigma tersebut dengan memastikan setiap komoditas mineral memberikan nilai tambah maksimal sebelum diekspor. Langkah ini diharapkan berakibat langsung pada peningkatan royalti, pajak, serta beragam sumber penerimaan negara lainnya.
Sejalan dengan itu, pemerintah juga memberi sinyal bakal menyesuaikan Harga Patokan Mineral (HPM), khususnya untuk komoditas nikel. Kebijakan ini diarahkan agar negara mendapatkan porsi nan lebih setara dari pemanfaatan mineral strategis tersebut di tengah perubahan nilai global.
4 bulan yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·