Lapas Perempuan Ambon Rilis 'Beta Puan' Agar Proses Jenguk Napi Efisien

Sedang Trending 2 bulan yang lalu

Jakarta -

Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Perempuan Kelas III Ambon merilis aplikasi jasa digital 'Beta Puan'. Aplikasi ini dibuat agar proses pendaftaran visitor lapas tidak lagi manual.

'Beta Puan' diharapkan dapat memudahkan family alias kerabat penduduk bimbingan pemasyarakat (WBP) namalain narapidana (napi) nan hendak melakukan kunjungan. Pengunjung disebut cukup mengakses aplikasi untuk memilih agenda kunjungan.

Dilansir situs resmi Direktorat Jenderal Pemasyarakatan (Ditjenpas) Kementerian Imigrasi dan Pemasyarakatan (Imipas), calon visitor wajib memasukkan info diri di aplikasi 'Beta Puan'. Di aplikasi tersebut, visitor dapat memilih waktu kunjungan sehingga tak usah antre panjang pada hari H.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Aplikasi ini merupakan langkah nyata dalam mendukung transformasi digital sekaligus memberikan pelayanan nan lebih cepat, tertib, dan transparan kepada masyarakat," kata Kepala Lapas Perempuan Ambon, Hesta Van Harling.

Hesta mengaku sekarang pihaknya tak lagi memakai sistem manual dalam mengelola visitor lapas. "Sejak diluncurkannya aplikasi Beta Puan, jasa kunjungan kami tidak lagi menggunakan sistem manual," tambah dia.

Tak hanya keluarga, petugas lapas pun dimudahkan dengan 'Beta Puan'. Petugas lapas pun jadi lebih mudah mengawasi pengujung.

"Semua telah terintegrasi secara digital sehingga memudahkan family penduduk bimbingan dan membantu petugas dalam mengatur agenda kunjungan secara lebih efektif," jelas Hesta.

Bagaimana respons visitor lapas soal aplikasi ini? ""Sekarang tidak perlu lagi datang pagi-pagi hanya untuk antre," kata salah satu pengunjung, Salahudin Halim.

Salahudin menyebut dirinya memilih jam kunjungan nan tersedia di aplikasi. Setiba di lapas sesuai jadwal, dia langsung dapat kesempatan berjamu ke dalam.

"Tinggal daftar lewat aplikasi, datang sesuai jadwal, dan prosesnya cepat. Sangat membantu kami sebagai family penduduk binaan," ungkap dia.
Layanan PRIMA.

Inovasi jasa Lapas Perempuan Ambon ini senafas dengan semboyan kerja Kemenimipas, ialah PRIMA. Menteri Imipas Agus Andrianto, dalam syukuran Hari Bakti ke-1 Kemenimipas, menjabarkan kepanjangan PRIMA ialah professional, responsive, integritas, modern dan akuntabel.

Menteri Aguas menerangkan ahli nan dimaksud mengenai keahlian berbasis data, kompetensi dan standar pelayanan. Lalu maksud responsif adalah peka terhadap kebutuhan publik dan dinamika global.


Ketiga, integritas sebagai pondasi kepercayaan masyarakat. Kemudian modern dalam tata kelola teknologi dan budaya kerja. Kelima adalah akuntabel dalam setiap penggunaan anggaran, kewenangan dan pelayanan.


"Nilai PRIMA bukan hanya slogan, tetapi kudu menjadi DNA organisasi, menjadi karakter setiap insan imigrasi dan permasyarakatan dalam melayani tugas-tugas kenegaraan," ujar Menteri Agus di lapangan Lembaga Pemasyarakatan Narkotika Kelas IIA, Cipinang, Jakarta Timur (Jaktim), Rabu (19/11/2025).

(aud/zap)

Selengkapnya
Sumber Detik News
Detik News