Laga Meksiko vs Afrika Selatan(AFP)
FIFA dipastikan tidak bakal menjatuhkan balasan kepada stasiun televisi Amerika Serikat, Fox, mengenai pelanggaran patokan periklanan pada pertandingan pembuka Piala Dunia antara Meksiko dan Afrika Selatan pekan lalu.
Fox kedapatan melanggar pedoman ketat FIFA mengenai penayangan iklan komersial saat jarak hidrasi (hydration break) pertama diberlakukan. Penyiar pemegang kewenangan siar berkata Inggris di AS tersebut baru kembali ke siaran langsung pertandingan di Stadion Mexico City, 10 detik setelah laga babak kedua dimulai kembali.
Berdasarkan izin turnamen nan telah dibagikan FIFA kepada seluruh pemilik kewenangan siar dua maret lalu, stasiun televisi memang diizinkan menayangkan iklan selama jarak hidrasi berjalan. Namun, mereka diwajibkan untuk kembali menyiarkan pertandingan 30 detik sebelum laga dilanjutkan kembali.
Dalam kasus ini, tayangan iklan komersial Fox melar hingga 40 detik dari pemisah waktu nan ditentukan. Kendati demikian, Fox dilaporkan telah memberikan penjelasan resmi kepada pihak FIFA.
Pihak Fox menyatakan bahwa mereka tidak menyadari wasit Wilton Sampaio telah memberikan sinyal jarak hidrasi lebih awal. Momen itu terjadi tepat setelah Raúl Jiménez mencetak gol kedua untuk Meksiko. Akibat ketidaktahuan tersebut, Fox terlambat memotong siaran untuk masuk ke jarak iklan, nan pada akhirnya membikin lama iklan mereka melewati batas.
FIFA dikabarkan telah menerima penjelasan tersebut dan memutuskan untuk tidak mengambil tindakan alias hukuman norma lebih lanjut terhadap Fox.
Meskipun sejumlah penonton sempat melayangkan protes atas kesalahan teknis tersebut, kejadian serupa dilaporkan tidak terulang kembali pada laga-laga berikutnya. Sementara itu, Telemundo selaku pemegang kewenangan siar Piala Dunia berkata Spanyol di AS, memilih langkah kondusif dengan tidak menayangkan iklan satu layar penuh selama jarak hidrasi berlangsung.
Jeda hidrasi di Piala Dunia sendiri berdurasi tiga menit dan dilakukan satu kali di setiap babak, tanpa memandang kondisi suhu di lapangan. Terkait kejadian ini, pihak FIFA menolak memberikan komentar lebih lanjut. (The Guardian/Z-2)
English (US) ·
Indonesian (ID) ·