Lama Dinanti, Jojo Mengaku Bangga Bisa Lolos ke Final Indonesia Open

Sedang Trending 1 bulan yang lalu
Lama Dinanti, Jojo Mengaku Bangga Bisa Lolos ke Final Indonesia Open Jojo(MI/Ramdani)

TUNGGAL putra Indonesia Jonatan Christie akhirnya menemukan jalan ke final BWF World Tour Super 1000 Polytron Indonesia Open 2026 setelah melalui penantian panjang di turnamen kandang sendiri.

Jonatan memastikan tiket partai puncak setelah bangkit dari tekanan untuk mengalahkan wakil Thailand Panitchaphon Teeraratsakul 16-21, 21-10, 21-12 di Istora Gelora Bung Karno, Senayan, Jakarta, Sabtu (6/6).

“Betul, ini final pertama saya di Indonesia Open. Bisa melangkah sejauh ini sangat berfaedah lantaran saya sudah menantikannya cukup lama. Saya terus mencoba mencari formula nan tepat, dan mungkin waktunya memang tahun ini,” kata Jonatan seusai pertandingan.

Kemenangan itu membikin Jonatan tinggal satu langkah meraih gelar Indonesia Open pertamanya. Lebih dari itu, Jojo, sapaan akrabnya, juga menjaga angan tuan rumah untuk mengakhiri paceklik gelar tunggal putra nan terakhir kali dipersembahkan Simon Santoso pada 2012.

Pencapaian terbaik Jojo sebelumnya di Indonesia Open terjadi pada 2021 ketika mencapai semifinal. Kala itu, dia kalah dari Viktor Axelsen asal Denmark dengan skor 21-19, 21-15

Bagi Jonatan, final Indonesia Open bukan sekadar pencapaian lain dalam almanak turnamen. Istora selalu mempunyai makna berbeda lantaran di tempat itu support dan tekanan datang bersamaan. Setiap poin terasa lebih keras, setiap kesalahan lebih terdengar, dan setiap kemenangan selalu membawa angan besar publik sendiri.

Jonatan sempat berada dalam situasi susah pada gim pertama. Panitchaphon tampil berani dengan permainan sigap dan pukulan keras nan membikin Jonatan tidak langsung menemukan ritme terbaiknya.

Kondisi shuttlecock nan terasa lebih sigap dibandingkan hari-hari sebelumnya juga membikin Jonatan terlambat beradaptasi. Situasi itu menguntungkan Panitchaphon nan mempunyai jenis permainan menyerang.

“Bersyukur, puji Tuhan bisa melaju ke final setelah pertandingan nan cukup menegangkan. Kondisi bolanya hari ini cukup berbeda dibanding beberapa hari sebelumnya. Hari ini bolanya sangat sigap dan itu menguntungkan pemain Thailand lantaran jenis permainannya menyerang dan mempunyai smes kencang,” ujar Jonatan.

Pada gim pembuka, Jonatan beberapa kali memberi bola tanggung nan langsung dimanfaatkan Panitchaphon untuk menekan. Wakil Thailand itu bermain lebih lepas, mengambil bola lebih awal, dan memaksa Jonatan lebih banyak bertahan.

Jonatan sempat mencoba mengejar setelah tertinggal jauh, tetapi Panitchaphon tetap bisa menjaga kelebihan dan menutup gim pertama 21-16.

“Pada gim pertama saya kurang mengantisipasi perihal itu, sehingga dia mendapat banyak poin. Pada gim kedua saya mulai bisa mengantisipasi permainan dia,” kata Jonatan.

Perubahan mulai terlihat pada gim kedua. Jonatan tidak lagi terpancing mengikuti tempo sigap lawan. Ia memperlambat permainan, memperbanyak reli, dan memaksa Panitchaphon bekerja lebih keras untuk mendapatkan poin.

Strategi itu membikin arah pertandingan berbalik. Panitchaphon nan sebelumnya leluasa menyerang mulai kehilangan ketepatan pukulan, sementara Jonatan semakin nyaman mengatur tempo dari satu reli ke reli berikutnya.

Gim kedua menjadi milik Jonatan dengan skor telak 21-10. Momentum itu bersambung pada gim penentuan. Jojo tampil lebih tenang, tidak terburu-buru menyerang, dan menjaga jarak poin sejak awal hingga akhirnya menutup laga 21-12.

Kemenangan tersebut juga menunjukkan kedewasaan Jonatan dalam membaca pertandingan. Ketika gim pertama lepas, dia tidak panik. Ia memilih mengubah pendekatan, menahan diri, dan perlahan mengambil kembali kendali permainan.

Di final, Jonatan bakal menghadapi wakil Kanada Victor Lai nan lebih dulu membikin kejutan dengan menyingkirkan unggulan keenam Taiwan Chou Tien Chen 21-19, 19-21, 21-19. (Ant/P-3)

Selengkapnya
Sumber Media Indonesia
Media Indonesia