Lahan Sekolah Rakyat Muna Barat Capai 10 Hektare, Bisa Tampung 2.000 Siswa

Sedang Trending 35 menit yang lalu

Jakarta -

Pemerintah Kabupaten Muna Barat memperluas lahan untuk pembangunan Sekolah Rakyat permanen dari semula 6 hektare menjadi 10 hektare. Penambahan luas lahan dilakukan menyusul peningkatan kapabilitas Sekolah Rakyat dari 1.000 menjadi 2.000 siswa sesuai pengarahan Presiden Prabowo Subianto.

Dengan adanya ekspansi lahan, Wakil Menteri Sosial Agus Jabo Priyono memastikan usulan pembangunan Sekolah Rakyat di Kabupaten Muna Barat bakal diproses agar dapat mengikuti tender pada Oktober 2026.

"Setelah proses administrasinya di Kemensos selesai kelak kita berikan ke Mensos, Mensos tanda tangan. Kita susulkan ke Kemen PU. Rencananya itu di bulan Oktober kelak tender," kata Agus dalam keterangannya, Kamis (30/7/2026).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Hal tersebut disampaikannya saat menerima audiensi Wakil Bupati Muna Barat Ali Basa di Kantor Kemensos, Jakarta Puasa, Rabu (29/7/2026).

Agus mengatakan Kemensos telah mengusulkan 110 titik letak pembangunan Sekolah Rakyat kepada Kementerian Pekerjaan Umum (PU). Seiring adanya penambahan sasaran pembangunan dari Presiden, usulan nan masuk belakangan, termasuk dari Kabupaten Muna Barat, bakal disusulkan setelah seluruh proses manajemen selesai.

Ia menjelaskan andaikan proses tender pada Oktober, tahun ini pembangunan ditargetkan berlangsung. "Kalau bisa (ikut) tender di Oktober, tahun ini dibangun. Tahun depan sudah bisa buka (perekrutan) siswa. Karena perekrutan siswa nan tahun aliran berikutnya dimulai Desember besok. Jadi ini prosesnya sigap sekali," jelas Agus.

Agus menilai peningkatan daya tampung Sekolah Rakyat menjadi 2.000 siswa membikin kebutuhan lahan dan gedung ikut bertambah. Karena itu, ekspansi lahan nan dilakukan Pemerintah Kabupaten Muna Barat dinilai telah menyesuaikan dengan kebutuhan pembangunan sekolah berasrama berskala besar tersebut.

Untuk mempercepat proses, Agus meminta Pemerintah Kabupaten Muna Barat terus berkoordinasi dengan Sekretariat Bersama (Sekber) Sekolah Rakyat. Selanjutnya, Sekber bakal berkoordinasi dengan Kementerian PU untuk melakukan verifikasi lapangan.

Sementara itu, Bupati Muna Barat Ali Basa mengatakan Sekolah Rakyat menjadi kebutuhan masyarakat, terutama bagi anak-anak di wilayah kepulauan nan putus sekolah.

"Kita punya masyarakat dari di kepulauan, sebagian memang jelas (bisa) sekolah. Sebagian putus sekolah. nan krusial mereka bisa baca, tulis. Kita harapkan ke depan gimana mereka punya di sekolah itu life skill," ungkap Ali Basa.

Ia menyampaikan letak nan diusulkan untuk pembangunan Sekolah Rakyat berada di Desa Sawerigadi Kecamatan Barangka Kabupaten Muna Barat. Tanah milik Pemkab tersebut masuk dalam area strategis, hanya sekitar satu kilometer dari jalan nasional. Kondisi tersebut dinilai bakal memudahkan akses peserta didik, tenaga pendidik, maupun operasional sekolah.

Sebagai informasi, turut datang dalam audiensi Tenaga Ahli Mensos (TAM) Alif Kamal, TAM Bidang Perencanaan dan Pengembangan Rekayasa Sosial Agustinus Budi Prasetyohadi, dan Kepala Biro Umum Kemensos Yadi Muchtar.

(ega/ega)

Selengkapnya
Sumber Detik News
Detik News