Laboratorium Bahan Peledak Terbesar di Dunia Beroperasi di Texas

Sedang Trending 3 bulan yang lalu

loading...

Laboratorium Bahan Peledak Terbesar di Dunia Beroperasi di Texas. Foto/ Daily

TEXAS - Universitas Texas A&M (AS) bakal segera membuka Fasilitas Uji Bahan Peledak Penelitian (DRTF).

Ini adalah laboratorium bahan peledak terbesardi dunia, nan digunakan untuk menciptakan dan mengukur ledakan terkontrol dalam skala nan belum pernah terjadi sebelumnya. DRTF terletak di kampus RELLIS universitas tersebut di dekat Bryan, Texas.

Tabung peledakan DRTF mempunyai diameter nyaris 1,8 meter dan panjang 152,4 meter. Di sinilah para peneliti meledakkan bahan peledak dan memantau ledakan terkontrol menggunakan peralatan presisi. Cangkang logam luar tabung terdiri dari beberapa tembok baja dengan ketebalan sekitar 2 cm dan ditutupi dengan tanah untuk mengurangi kebisingan. Sensor nan dipasang di sepanjang tabung dapat mengumpulkan info tentang tekanan, kecepatan gelombang kejut, dan pembakaran dengan resolusi mikrodetik saat ledakan menyebar.

Dengan meledakkan campuran kimia dalam kondisi terkontrol, DRTF memungkinkan para peneliti untuk menganalisis ledakan luar biasa nan bisa meratakan seluruh bangunan. Gelombang kejut nan terbentuk di dalam pipa dapat mencapai kecepatan Mach 5 (6.115 km/jam) dalam waktu kurang dari 5 detik.

Untuk mempelajari ledakan tersebut, para peneliti mengalirkan arus listrik melalui kawat dalam campuran gas metana dan udara.

Ketika dipicu, ledakan luar biasa merambat melalui pipa, menciptakan gelombang kejut nan bergerak sangat cepat. Energi besar ini diserap dan dikendalikan oleh sistem kompleks nan berisi peredam bunyi sepanjang 90 meter.

"Ketika kita mengaktifkan proses pembakaran, gelombang kejut merambat melalui pipa ke peredam suara, mengurangi kebisingan dari sekitar 220 desibel menjadi 120 desibel, sehingga membatasi akibat pada ekosistem," jelas Scott Jackson, kepala teknis DRTF.

Setiap penelitian di DRTF menyediakan sejumlah besar info beresolusi tinggi, memungkinkan para mahir untuk menganalisis karakter daya ekstrem secara real-time.

Selengkapnya
Sumber Tekno Sindonews
Tekno Sindonews