Laba-Laba Ballista Australia: Spesies Baru dengan Perangkap Ketapel

Sedang Trending 1 bulan yang lalu
 Spesies Baru dengan Perangkap Ketapel Laba-laba Ballista menganyam jaring untuk menjebak korbannya(Dok Macquarie University)

PARA peneliti di rimba hujan terpencil Queensland Utara, Australia, baru saja mengungkap keberadaan spesies laba-laba baru nan mempunyai metode berburu luar biasa. Laba-laba ini menggunakan sistem sutra mirip ketapel untuk melontarkan mangsanya ke udara.

Karena kemampuannya nan unik, para intelektual menjuluki predator nokturnal ini sebagai lelaba "Ballista", merujuk pada senjata antik pelontar batu.

Penelitian nan dipimpin Profesor Ajay Narendra dari Macquarie University ini mengungkapkan bahwa lelaba dari genus Propostira tersebut telah berevolusi secara unik untuk memangsa satu jenis sasaran saja: semut pohon hijau (Oecophylla smaragdina).

Semut ini dikenal sangat agresif, mempunyai pertahanan kimiawi, dan bisa memanggil koloni dalam jumlah besar, sehingga biasanya dihindari oleh sebagian besar jenis laba-laba.

Mekanisme Ketapel dengan Kekuatan Ekstrem

Strategi berburu laba-laba Ballista tergolong sangat canggih. Setelah mentari terbenam, lelaba ini bakal turun dari sarangnya di bawah daun dan mulai membangun "perancah" berbentuk kerucut dari puluhan garis sutra nan tegang. Ketika semut pohon hijau mendekat dan menggigit jebakan tersebut, sistem pegas bakal terlepas.

Profesor Narendra menjelaskan bahwa kekuatan lontaran jebakan ini sangat dahsyat. Semut bakal terlempar ke jaring utama dengan percepatan nan mencapai 15 kali lipat dari style gravitasi (G-force) ekstrem nan dialami oleh pilot jet tempur. Kecepatan ini memastikan semut terisolasi dari jalur koloninya sebelum sempat memberikan sinyal ancaman alias melakukan serangan balik.

Data Teknis Laba-laba Ballista

Kategori Detail Informasi
Genus Propostira
Lokasi Penemuan Hutan Hujan Queensland Utara, Australia
Mangsa Spesifik Semut Pohon Hijau (Oecophylla smaragdina)
Kekuatan Lontaran 15 kali lipat G-force pilot jet tempur
Metode Observasi Kamera inframerah dan kecepatan tinggi (high-speed)

Spesialisasi nan Belum Pernah Ada Sebelumnya

Hal nan paling mengejutkan bagi para intelektual adalah sifat eksklusif dari mangsa lelaba ini. Dalam penelitian nan diterbitkan di jurnal Current Biology, tim peneliti mencoba melepaskan jenis semut nokturnal lain di dekat jebakan, namun lelaba tersebut tidak bereaksi.

Diduga kuat, lelaba Ballista menggunakan feromon unik pada jaringnya untuk memancing dan memicu kemarahan semut pohon hijau secara spesifik.

"Ini tampaknya menjadi satu-satunya kasus ketika jaring lelaba dirancang hanya untuk menangkap satu jenis mangsa, dan mekanismenya dipicu oleh mangsa itu sendiri, bukan oleh predatornya," ujar Narendra.

Penemuan ini berasal dari pengamatan awal oleh Greg Anderson, seorang peneliti biomedis sekaligus ahli foto laba-laba. Tim peneliti kemudian menghabiskan 10 malam di rimba hujan untuk mendokumentasikan perilaku unik ini, nan sekarang memberikan wawasan baru mengenai perkembangan strategi berburu pada arachnida dalam menghadapi mangsa nan berbahaya. (bbc/Z-1)

Selengkapnya
Sumber Media Indonesia
Media Indonesia