Jakarta, CNN Indonesia --
Koordinatoriat Wartawan Parlemen (KWP) mengecam pernyataan Wakil Ketua Umum Partai Demokrat Benny K. Harman nan dinilai merendahkan pekerjaan wartawan.
Benny awalnya ditanya wartawan mengenai ketidakhadiran Presiden keenam RI Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) dalam Sidang Tahunan MPR serta Sidang Bersama MPR, DPR, dan DPD di kompleks parlemen, Selasa (11/8).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Benny menyampaikan SBY tidak menghadiri agenda kenegaraan tersebut lantaran tetap menjalani pemeriksaan kesehatan alias check-up di Amerika Serikat hingga akhir Agustus.
Seorang wartawan menanyakan kembali mengenai ketidakhadiran SBY pada 17 Agustus. Benny kemudian merespons dengan kalimat nan dinilai merendahkan wartawan.
"Woi, kau otak Anda ada gak. Saya jelaskan gitu kok. Iya kan. Kalau dia sudah check up di sana sampai akhir bulan kok tetap nanya lagi, banyak wartawan nan aneh-aneh sekarang ini," ujar Benny.
Wakil Ketua Koordinatoriat Wartawan Parlemen (KWP) Erwin Siregar menyayangkan sekaligus mengecam pernyataan tersebut.
"Kami menyayangkan dan mengecam pernyataan nan merendahkan dari Pak Benny K. Harman," kata Erwin dalam keterangan tertulis.
Menurut Erwin, pertanyaan wartawan merupakan bagian dari tugas jurnalistik, termasuk ketika wartawan melakukan konfirmasi ulang terhadap info nan telah disampaikan sebelumnya.
"Seharusnya bisa dijawab baik-baik, lantaran media bertanya juga secara baik-baik. Apabila media bertanya secara berulang, itu memang perlu untuk konfirmasi ulang," ujarnya.
KWP meminta Benny K. Harman memberikan permintaan maaf secara pribadi kepada wartawan nan berkepentingan maupun kepada publik atas pernyataan tersebut.
"Kami meminta Pak Benny K. Harman meminta maaf secara pribadi kepada wartawan nan berkepentingan dan juga kepada publik," ujar Erwin.
KWP juga mengingatkan seluruh pejabat publik dan politisi agar menghormati kerja jurnalistik serta menjaga komunikasi nan sehat dengan insan pers.
"Jika tidak ada permintaan maaf, kami bakal melaporkan persoalan ini ke Mahkamah Kehormatan Dewan (MKD)," kata Erwin.
Terpisah, Benny menyampaikan permintaan maaf atas pernyataannya itu. Menurutnya, wartawan tidak semestinya bertanya kembali ketika jawaban sudah jelas.
"Jadi saya minta maaf jika tadi terasa tersinggung berarti, tapi nggak ada soal nan lebih lah gitu, jadi itu bukan rumor utamanya ya," kata Benny.
(yoa/fra)
[Gambas:Video CNN]
1 minggu yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·