
Kurang Tidur Bahaya Buat Kesehatan, Bisa Sakit Stroke hingga Diabetes (Foto: Freepik)
JAKARTA - Tidur bukan sekadar waktu bagi tubuh untuk beristirahat setelah menjalani aktivitas seharian. Kualitas dan lama tidur turut berkedudukan dalam menjaga kesehatan bentuk maupun mental. Jika seseorang terus-menerus tidur dalam waktu nan kurang, beragam masalah kesehatan dapat muncul dan memengaruhi kualitas hidup.
Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit (CDC) menyebutkan, orang dewasa umumnya memerlukan sekitar 7-9 jam tidur setiap malam. Kebutuhan tersebut dapat berbeda pada setiap individu, tetapi tidur nan terlalu sedikit secara terus-menerus sebaiknya tidak dianggap sebagai kebiasaan nan normal.
Melansir Health Partners, kurang tidur alias tidur nan sering terputus dikaitkan dengan sejumlah akibat kesehatan, di antaranya:
- Tekanan darah tinggi, serangan jantung, dan stroke.
- Kelebihan berat badan alias obesitas.
- Diabetes.
- Kecemasan, depresi, serta perubahan suasana hati seperti mudah tersinggung.
- Gangguan koordinasi nan dapat meningkatkan akibat kecelakaan.
- Kesulitan mengingat, berkonsentrasi, dan mempelajari info baru.
Tidur apalagi kerap disebut sebagai salah satu fondasi utama kesehatan berbareng dengan pola makan bergizi dan aktivitas fisik. Ketiganya perlu dijaga secara seimbang untuk mendukung kondisi tubuh secara optimal.
Kurang Tidur dan Kecemasan Saling Berkaitan
Masalah tidur dan kekhawatiran dapat muncul secara berbarengan sehingga tidak selalu mudah menentukan kondisi mana nan lebih dulu terjadi. Kecemasan dapat membikin seseorang susah tidur, tetapi gangguan tidur nan berjalan dalam waktu lama juga dapat memperburuk kondisi psikologis.
2 bulan yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·