Jakarta, CNBC Indonesia - Ketidakpastian dunia nan disebabkan oleh bentrok geopolitik, dinamika kebijakan moneter, hingga perubahan suasana telah mendorong pentingnya strategi komprehensif untuk terjaganya kedaulatan pangan nasional. Kolaborasi antara pemerintah, pelaku usaha, hingga lembaga finansial diperlukan agar cita-cita kedaulatan pangan dapat tercapai.
Seperti nan diketahui, bentrok geopolitik di Timur Tengah membawa akibat nan cukup signifikan terhadap sektor pangan di seluruh dunia, tak terkecuali Indonesia. Dana Moneter Internasional (IMF) menyebut bentrok geopolitik telah membikin nilai daya melesat, kemudian menimbulkan pengaruh domino berupa naiknya nilai pupuk.
Sebagian besar pupuk nitrogen memakai gas alam sebagai bahan baku. Ketika nilai gas naik, biaya tanam ikut naik. Data proyeksi memperlihatkan indeks pangan dunia naik dari 93,3 pada kuartal IV-2025 menjadi 99,2 pada kuartal I-2026 lampau 103,6 pada kuartal II-2026.
Secara tahunan, nilai pangan dunia diperkirakan naik 6% pada 2026, sehingga terasa langsung di banyak negara lantaran nilai gandum, jagung, minyak nabati, sampai beras sangat dipengaruhi ongkos angkut dan biaya input pertanian.
Selain geopolitik, perkembangan kebijakan moneter seperti suku kembang referensi juga bisa mempengaruhi sektor pangan. Mengingat, suku kembang tinggi biasanya diikuti oleh kembang pinjaman bank naik, sehingga mempengaruhi beban biaya bagi para pelaku di sektor pertanian, peternakan, serta logistik pangan.
Perubahan suasana juga membawa akibat nan signifikan terhadap sektor pangan. Organisasi Pangan dan Pertanian Dunia alias FAO dalam laporan nan dirilis 22 April 2026 menyebut bahwa lebih dari 1 miliar orang di seluruh bumi saat ini terpapar ancaman panas ekstrim.
Sektor pertanian pun menanggung beban besar akibat panas ekstrim tersebut, lantaran kebanyakan aktivitasnya berjalan di ruang terbuka, di bawah matahari, dengan perlindungan terbatas. Panas ekstrim nan berjalan lama bakal memicu kerusakan bentuk pada tanaman, hewan ternak, ikan, pohon, apalagi hingga manusia.
Di tengah ketidakpastian nan tak menentu, Bank DBS Indonesia datang untuk memberikan kejelasan, stabilitas, dan pedoman tepercaya agar pengguna dan pengguna dapat melangkah dengan percaya diri. Sebagai mitra tepercaya untuk pertumbuhan bisnis, Bank DBS Indonesia menjadi jembatan antara modal dunia dan ekonomi riil, membantu korporasi menafsirkan sinyal pasar, mengelola risiko, serta membikin keputusan jangka panjang nan tepat.
Bank DBS pun telah diakui sebagai bank teraman di Asia selama 17 tahun berturut-turut. Selama kurun waktu tersebut, stabilitas senantiasa menjadi prioritas bagi Bank DBS Indonesia sekalipun bumi dilanda ketidakpastian.
Kekuatan Bank DBS Indonesia tidak hanya di pembiayaan, melainkan juga dalam perihal pendampingan pengguna dengan insights mendalam agar setiap pengguna dapat mengambil keputusan dengan percaya diri. Melalui konektivitas Asia dan skill sektoral nan mendalam, Bank DBS Indonesia mendukung pengguna dalam mengoptimalkan alokasi modal, merestrukturisasi rantai pasokan, dan mengelola eksposur lintas pemisah di tengah volatilitas.
Bank DBS Indonesia juga bisa menghubungkan perseorangan dan korporasi dengan solusi terintegrasi di Asia. Ambisi DBS adalah menjadi Best Bank for a Better World dengan menciptakan pertumbuhan nan berkepanjangan dan inklusif.
Lebih jauh, Bank DBS Indonesia mempunyai sejumlah skill utama untuk berkedudukan strategis dalam menghadapi gangguan dan membangun ketahanan pangan. Dalam perihal ini, Bank DBS Indonesia mempunyai manajemen akibat dan adaptabilitas nan efektif sekaligus bisa menavigasi kompleksitas nan melekat pada pasar bergerak dan memberikan solusi nan disesuaikan secara tepat untuk memenuhi kebutuhan pengguna nan terus berkembang.
Selain itu, Bank DBS Indonesia mempunyai skill untuk memberdayakan pengguna untuk mengkonfigurasi ulang jaringan pasokan mereka, membangun ketahanan nan lebih solid, dan memastikan keberlangsungan upaya di tengah ketidakpastian.
Dengan memanfaatkan wawasan berbasis data, Bank DBS Indonesia Memfasilitasi pengambilan keputusan nan efisien dan membantu mengelola lanskap finansial nan semakin kompleks. Tujuan Bank DBS Indonesia adalah memastikan pengguna dapat menghadapi tantangan berat dengan percaya diri, sehingga masa depan tetap kondusif dan mereka bisa berkontribusi pada ekonomi nan stabil dan makmur.
Terlepas dari tantangan nan ada, Bank menyadari potensi besar dan kebutuhan bakal solusi pembiayaan inovatif nan mendorong pertumbuhan dan keberlanjutan. Bank DBS Indonesia memandang potensi signifikan dalam pembiayaan untuk pengembangan bisnis. Persyaratan perbankan nan terus berkembang memungkinkan Bank DBS Indonesia secara proaktif mendukung ekspansi maupun investasi strategis para pengguna korporasi.
Sejalan dengan diversifikasi pasar global, arus pembiayaan baru muncul di sepanjang koridor perdagangan baru tersebut, sehingga menciptakan kesempatan menjanjikan. Bank DBS Indonesia menawarkan beragam solusi komprehensif, termasuk modal kerja, pembiayaan capex, jasa konsultasi strategis, jasa pasar finansial global, dan jasa transaksi global.
Sebagai "Best Bank for ESG", Bank DBS Indonesia berkomitmen untuk mendukung sektor agribisnis berkelanjutan, termasuk penerapan praktik pertanian rendah karbon. Bagi Bank DBS Indonesia, keberlanjutan bukan lagi pilihan, melainkan menjadi konsentrasi utama dalam industri pangan dan agribisnis.
Bank DBS didukung oleh kehadiran nan kuat di 19 pasar dunia dengan konsentrasi nan mendalam pada wilayah Asia. Jaringan nan luas bisa mendorong konektivitas dan kerjasama lintas pemisah nan sangat krusial untuk menavigasi bumi nan saling terhubung seperti saat ini.
Untuk mengulas lebih dalam tantangan di sektor pangan dan kontribusi bumi upaya dan finansial dalam mewujudkan kedaulatan pangan, CNBC Indonesia menggelar Coffee Morning dengan tema "Securing Indonesia Food Sovereignty through Value Chain and Financing Amid Global Disruption". Acara ini dikemas dengan santuy di pagi hari, pada Selasa, 28 April, pukul 09.00-11.00 WIB, di Parle Senayan, nan didukung oleh Bank DBS Indonesia. Acara ini unik bagi tamu undangan.
Coffee Morning CNBC Indonesia menghadirkan sejumlah pembicara dari beragam pemangku kepentingan. Antara lain Deputi Bidang Koordinasi Usaha Pangan dan Pertanian Kementerian Koordinator Bidang Pangan Widiastuti dan President Director Bank DBS Indonesia Lim Chu Chong nan bakal menyampaikan keynote speech.
Berikutnya, ada Direktur Eksekutif, Institutional Banking Group, Bank DBS Indonesia Ello Hanson, Direktur Utama Pupuk Indonesia Rahmad Pribadi, Direktur Jenderal Prasarana dan Sarana Pertanian, Kementerian Pertanian Andi Nur Alamsyah, Kepala Divisi Luar Negeri, dan Ketua Bidang Luar Negeri Gabungan Pengusaha Kelapa Sawit Indonesia (GAPKI) M. Fadhil Hasan nan bakal datang dalam aktivitas tersebut.
Para narasumber bakal membahas langkah konkret dan strategi sinergi Indonesia dalam memperkuat rantai nilai dan ekosistem pembiayaan sektor pangan dan perkebunan. Melalui forum ini, diharapkan terbangun obrolan nan konstruktif dan kolaboratif antar pemangku kepentingan demi mewujudkan kedaulatan pangan nan handal di tengah disrupsi global.
Coffee Morning CNBC Indonesia didukung oleh Bank DBS Indonesia. Pantau terus cnbcindonesia.com dan CNBC Indonesia TV untuk pembaruan info seputar ekonomi dan bisnis.
(rah/rah)
Addsource on Google
[Gambas:Video CNBC]
1 bulan yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·