Jakarta -
Menteri Transmigrasi M. Iftitah Sulaiman Suryanagara mendorong para siswa SMPN 1 Pandeglang aktif mengikuti organisasi dan aktivitas ekstrakurikuler. Menurutnya, pengalaman berorganisasi dapat melatih kepemimpinan, keberanian mengambil keputusan, keahlian bekerja sama, serta tanggung jawab sejak usia sekolah.
Di hadapan ratusan siswa dan guru, Iftitah mengenang SMPN 1 Pandeglang sebagai salah satu tempat nan membentuk karakter dan perjalanan hidupnya hingga dipercaya mengemban tugas sebagai Menteri Transmigrasi.
Semasa bersekolah, Iftitah aktif dalam OSIS dan Pramuka. Pengalaman memimpin, menyusun kegiatan, bekerja berbareng teman, dan mempertanggungjawabkan keputusan menjadi bekal krusial dalam pendidikan, pekerjaan, serta pengabdiannya kepada masyarakat.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Pengalaman di organisasi OSIS dan Pramuka cukup membekali kehidupan saya selanjutnya. Libatkan diri dalam organisasi untuk membangun karakter," ujar Iftitah dalam keterangan tertulis, Senin (31/8/2026).
Menurutnya, faedah berorganisasi tidak hanya diperoleh ketika seseorang menjadi pengurus. Proses merancang kegiatan, menghadapi masalah, bekerja dalam tim, dan menyelesaikan tanggung jawab bakal menjadi bekal nan berfaedah dalam kehidupan.
Oleh lantaran itu, dia membujuk para siswa tidak hanya mengejar nilai akademik, tetapi juga menjadikan sekolah sebagai tempat memperluas wawasan, memelihara rasa mau tahu, menemukan minat, serta membentuk karakter.
"Kembangkan rasa tulus dalam belajar dan bekerja. nan saya maksud dengan tulus adalah datang ke sekolah bukan sekadar untuk mencari nilai, tetapi untuk menuntut ilmu," jelas Iftitah.
Dia juga menegaskan bahwa kepemimpinan bukan sekadar kedudukan alias penghargaan. Menjadi pemimpin berfaedah bersedia memikul tanggung jawab dan memberikan faedah bagi orang lain.
"Jadi Ketua OSIS itu tidak selalu lezat lantaran kudu mengemban tanggung jawab. Tetapi ikutlah OSIS dan beragam aktivitas sekolah. Beranilah mengambil peran," tegasnya.
Sebagai bentuk terima kasih kepada almamater sekaligus support terhadap pengembangan karakter siswa, Iftitah memberikan support dari biaya pribadi masing-masing sebesar Rp10 juta kepada OSIS, Pramuka, Palang Merah Remaja (PMR), aktivitas kesenian, dan klub bola basket SMPN 1 Pandeglang.
Dia juga memberikan support pribadi sebesar Rp5 juta untuk mendukung operasional perpustakaan serta Rp100 juta untuk musala sekolah. Bantuan tersebut diharapkan dapat memperluas ruang bagi siswa untuk belajar, berorganisasi, berolahraga, berkesenian, beribadah, dan mengembangkan kepedulian sosial.
Selain itu, Iftitah berkomitmen merenovasi ruang OSIS nan dulu digunakannya sebagai tempat berkegiatan dan menjalankan tanggung jawab sebagai Ketua OSIS. Renovasi tersebut diharapkan dapat menghadirkan ruang nan lebih layak bagi para siswa untuk berdiskusi, merancang kegiatan, dan belajar memimpin.
Melalui Iftitah Foundation, dia juga bakal memberikan support operasional kepada OSIS sebesar Rp1 juta setiap bulan, mulai 1 Januari 2027 hingga 31 Desember 2030. Sebagian support tersebut bakal dialokasikan sebagai corak apresiasi kepada Ketua OSIS atas tanggung jawab kepemimpinan nan dijalankannya.
Periode hingga 2030 merupakan tahap awal penyelenggaraan program. Setelah itu, program bakal dievaluasi untuk memandang manfaat, efektivitas, dan kemungkinan keberlanjutannya. Kepala SMPN 1 Pandeglang, Ruli Purnama, menyampaikan apresiasi atas perhatian Menteri Iftitah terhadap pengembangan aktivitas siswa di luar pembelajaran akademik.
"Alhamdulillah, Pak Menteri. Kami selaku pihak sekolah sangat bangga dan berterima kasih. Ini merupakan perihal nan luar biasa, khususnya support terhadap aktivitas ekstrakurikuler. Saya berambisi anak-anak dapat mengambil pelajaran dari perjalanan hidup Pak Menteri," tutur Ruli.
Kunjungan tersebut menjadi momentum bagi Menteri Iftitah untuk pulang dan menyampaikan terima kasih kepada sekolah nan turut membentuk dirinya. Ia sekaligus mengingatkan para siswa bahwa titik awal tidak menentukan seberapa jauh seseorang dapat melangkah.
Melalui pendidikan di ruang kelas dan pengalaman berorganisasi, para siswa diharapkan tumbuh menjadi generasi nan tidak hanya unggul secara akademik, tetapi juga berintegritas, percaya diri, peduli terhadap sesama, dan siap memberikan kontribusi bagi masyarakat serta bangsa.
(anl/ega)
1 jam yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·