Jakarta -
Ketua Umum TP PKK sekaligus Ketua Umum TP Posyandu Tri Tri Karnavian menekankan pentingnya pola hidup sehat bagi siswa SMAN 2 Kota Ternate. Tri menjelaskan TP PKK mempunyai lebih dari enam juta kader nan tersebar hingga tingkat desa di seluruh Indonesia.
Pesan tersebut disampaikan dalam rangkaian kunjungan kerja dan Senam Sehat bertema 'Masyarakat Sehat dan Hebat', Kamis (3/9). Kegiatan sekolah ini merupakan bagian dari program Kelompok Kerja (Pokja) 1 nan berfokus pada pembinaan karakter dan kesehatan keluarga.
"Sebelum kita sakit kudu menjaga kesehatan, salah satunya adalah berolahraga," ujar Tri dalam keterangan tertulis, Jum'at (4/9/2026).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Menurutnya, kesehatan merupakan modal utama bagi seseorang untuk menjalankan beragam aktivitas. Sebab, sebanyak apapun kekayaan nan dimiliki, sebesar apa pun rumah, maupun sebanyak apapun kendaraan, semuanya tidak bakal berfaedah andaikan kondisi tubuh tidak sehat.
Tri mencontohkan, ketika seseorang jatuh sakit, kekayaan nan dimiliki pada akhirnya dapat digunakan untuk bayar biaya pengobatan. Jaminan kesehatan seperti BPJS Kesehatan pun dinilai tidak bisa menggantikan nilai mahal dari kondisi tubuh nan prima.
"Mau tidak tiap hari pergi ke rumah sakit? Dibayarin loh, mau tidak? Tidak mau, walaupun gratis, tidak ada nan mau," ungkapnya.
Selain berolahraga, Tri mengimbau para siswa untuk menjaga kesehatan melalui pola konsumsi makanan nan sehat. Ia juga mendorong para siswa memanfaatkan akomodasi pemeriksaan kesehatan cuma-cuma nan disediakan pemerintah.
Tri juga memperingatkan para siswa SMAN 2 Kota Ternate untuk menghindari rokok nan merusak paru-paru dan merugikan kesehatan. Selain itu, generasi muda juga diimbau untuk menjauhi narkoba nan membahayakan generasi muda.
"Kalau ada kawan nan terindikasi menggunakan narkoba, diberitahukan ke sekolah agar dilakukan hal-hal nan membantu temannya tersebut, agar terlepas dari masalah narkoba," tuturnya.
Tak hanya mengenai kesehatan fisik, Tri juga membujuk para siswa untuk menyadari bahwa setiap orang dapat memberikan faedah bagi lingkungan sekitarnya. Menurutnya, kebermanfaatan sosial dinilai tidak diukur dari ketenaran media sosial, melainkan dari tindakan nyata seperti membantu orang tua dan belajar tekun.
"Misalnya, naik motor pakai helm, artinya menghindari kecelakaan lampau lintas, menghindari orang juga celaka lantaran kalian mungkin tidak konsentrasi bermotor. Juga pertemuan sehari-hari, menghindari bentrok jika adanya terjadi tawuran ataupun perkelahian antar remaja dan lain-lain," ungkapnya.
Di tengah perkembangan teknologi dan kemudahan akses informasi, Tri juga berpesan agar para siswa menggunakan media daring secara bijak. Ia mengingatkan agar media digital dimanfaatkan untuk memperoleh pengetahuan, melakukan aktivitas positif, hingga membuka kesempatan usaha.
"Kewajiban kalian saat ini adalah belajar sebaik-baiknya. Tapi jangan hanya belajar ke teori semua, lantaran kalian sekarang sudah banyak sekali akomodasi nan sangat mudah," pungkasnya.
Sebagai informasi, agenda Pokja 1 TP PKK Pusat merupakan hasil kerjasama dengan Perwosi Pusat nan melibatkan 250 siswa dari SMAN 2, SMKN 5, dan SMAN 10 Ternate. Rangkaian aktivitas diisi dengan senam sehat, Cek Kesehatan Gratis (CKG), hingga jasa pembuatan KTP elektronik pemula serta Kartu Identitas Anak (KIA).
Dalam aktivitas tersebut, TP PKK juga menyalurkan support berupa 136 paket sembako untuk guru, paket perangkat olahraga bagi tiga sekolah, serta 250 kaus dan tas untuk para siswa. Kegiatan turut dihadiri istri Wakil Gubernur Maluku Utara, Rusni Sarbin, beserta jejeran pengurus TP PKK Provinsi Maluku Utara.
(anl/ega)
2 minggu yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·