Kubu Sony Buka Suara soal Anak-Keluarga Punya SPPG: Masalahnya Apa?

Sedang Trending 4 hari yang lalu

Jakarta, CNN Indonesia --

Pengacara mantan Wakil Kepala BGN Sony Sonjaya, Krisna Murti buka bunyi mengenai kepemilikan Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) oleh anak dan family kliennya dalam program Makan Bergizi Gratis (MBG).

Krisna menilai tidak ada nan salah jika anak alias family dari Sony memang mempunyai SPPG. Ia apalagi menyinggung Presiden Prabowo Subianto memperbolehkan semua pihak untuk membuka SPPG.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Kalaupun misalkan ada berkembang di luar dikatakan bahwa pengguna kami, anaknya alias keluarganya mempunyai dapur, masalahnya apa gitu," ujarnya kepada wartawan, dikutip Selasa (9/6).

Menurut Krisna, tidak ada patokan nan melarang kerabat pejabat di BGN untuk tidak boleh mempunyai SPPG. Ia menilai asal semua syarat terpenuhi maka boleh saja SPPG itu beroperasi.

"Semua orang juga, Presiden mengatakan boleh mempunyai dapur, nan krusial dapurnya sesuai dengan spesifikasinya," tuturnya.

Sebelumnya Kejagung menetapkan mantan Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) Dadan Hindayana serta mantan Wakil Kepala BGN Sony Sonjaya dan Lodewyk Pusung sebagai tersangka kasus korupsi tata kelola program MBG.

Dalam perkara ini, Direktur Penyidikan Jaksa Agung Muda Bidang Tindak Pidana Khusus Syarief Sulaeman Nahdi menjelaskan program MBG semestinya dikelola oleh yayasan nan terafiliasi dengan sekolah penerima.

Akan tetapi, dalam pelaksanaannya banyak SPPG nan ditunjuk lantaran mempunyai hubungan dengan petinggi BGN. Kata Syarief, yayasan itu sejatinya juga tidak mempunyai syarat untuk menjadi mitra SPPG.

Ketiganya, kata dia, juga melakukan mark up nilai pada saat pengadaan sehingga terjadi kerugian nan tidak mendukung operasional penyelenggaraan MBG.

Ia merincikan pengadaan nan tidak sesuai ialah 21.801 unit motor listrik senilai Rp1,03 triliun, 32.000 pasang sepatu, 31.994 unit tablet, serta 5.400 unit televisi 75 inch.

(tfq/fra)

Add as a preferred
source on Google

[Gambas:Video CNN]

Selengkapnya
Sumber CNN Indonesia Nasional
CNN Indonesia Nasional