KIPP IKN diselimuti asap karhutla pada siang hari.(MI/Ervan Masbanjar)
KABUPATEN Penajam Paser Utara (PPU), Kalimantan Timur, sekarang berada dalam kondisi darurat kualitas udara. Kabut asap akibat kebakaran rimba dan lahan (karhutla) memicu lonjakan tingkat pencemaran udara hingga mencapai kategori rawan di seluruh wilayah kecamatan pada Kamis (15/10/2026).
Plt Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) PPU, dr. Lukasiwan Eddy Saputro, mengungkapkan bahwa berasas pemantauan pada pukul 08.00–09.00 Wita, kualitas udara baik di dalam ruangan (indoor) maupun luar ruangan (outdoor) tercatat ekstrem. Meski sempat terjadi penurunan konsentrasi partikulat pada siang hari, kondisi secara umum tetap berakibat jelek bagi kesehatan.
“Hasil pengukuran PM 2,5 dan PM 10 pada pagi hari mencatatkan nomor ekstrem di Penajam, Waru, Babulu, dan Sepaku. Status rawan tercatat di seluruh kecamatan, dengan tingkat polusi terparah di Kecamatan Waru,” ujar Lukasiwan.
PM 10 Outdoor di Waru Tembus 1.099 Mikrogram
Data Dinkes PPU menunjukkan nomor nan sangat mengkhawatirkan di Kecamatan Waru. Konsentrasi PM 10 luar ruangan di wilayah tersebut menembus 1.099 mikrogram per meter kubik, sementara PM 2,5 outdoor mencapai 483 mikrogram per meter kubik. Keduanya diklasifikasikan dalam kategori berbahaya.
Kondisi di Kecamatan Sepaku, nan merupakan wilayah Ibu Kota Nusantara (IKN), juga menunjukkan tren serupa. Berikut adalah rincian info kualitas udara di beberapa titik utama pada pagi hingga siang hari:
| Waru (Outdoor) | PM 10 | 1.099 | Berbahaya |
| Waru (Outdoor) | PM 2,5 | 483 | Berbahaya |
| Sepaku/IKN (Indoor) | PM 10 | 414,33 | Berbahaya |
| Sepaku/IKN (Outdoor) | PM 10 | 396,33 | Berbahaya |
| Babulu (Siang - Indoor) | PM 2,5 | 123,50 | Tidak Sehat |
Kualitas Udara IKN di Atas Ambang Normal
Memasuki sore hari, info Otorita IKN menunjukkan penurunan performa kualitas udara nan signifikan. Hingga pukul 17.00 Wita, kebanyakan stasiun pemantau mencatat nomor di atas periode pemisah normal. Direktur Pelayanan Dasar Otorita IKN, Suwito, menyebut kondisi terburuk berada di Stasiun Wonotirto.
“Nilai ISPU di Wonotirto melonjak hingga 223 pada pukul 16.50 Wita. Ini masuk kategori sangat tidak sehat. Suhu udara tercatat 31,6 derajat Celcius dengan kelembaban tinggi mencapai 76,3 persen,” jelas Suwito. Selain Wonotirto, stasiun di Muara Jawa Tengah, Senipah, dan Plaza Bhinneka juga melaporkan kategori tidak sehat.
Hanya Plaza Seremoni nan mencatatkan kualitas udara relatif lebih kondusif dengan nomor ISPU 96 (kategori sedang). Atas kondisi ini, otoritas mengimbau penduduk untuk mengurangi aktivitas bentuk berat di luar ruangan dan wajib menggunakan masker pelindung guna menghindari akibat gangguan pernapasan akut. (EM/I-1)
Peringatan Kesehatan: Masyarakat di wilayah terdampak asap karhutla disarankan tetap berada di dalam ruangan jika memungkinkan dan selalu memantau perkembangan kualitas udara melalui kanal resmi pemerintah.
English (US) ·
Indonesian (ID) ·